RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN KELAS XI SEMESTER I
MATA KULIAH MAGANG
II
Dosen Pengampu: Drs. Ir. Suparmin M.T

Disusun oleh:
Nama : Ferri Anggriawan
NIM : 2017006073
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2020
A. Identitas
Sekolah : SMK
MUHAMMADIYAH PRAMBANAN
Mata
Pelajaran :
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan.
Kelas/Semester : XI/ ganjil.
Standard
Kompetensi :Mengoverhaul
system pendingin dan komponen-komponennya.
Kompetensi Dasar : Memelihara/servis sistem
pendingin dan komponen-komponennya.
Indikator
:Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen - komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem laiannya.Kode
Kompetensi : 020.KK.03.
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit.
B. Tujuan
Pembelajaran
Setelah selesai
pembelajaran diharapkan siswa dapat :
1) Menjelaskan
fungsi dari system pendingin(Kognitif)
2) Menguraikan
prinsip kerja system pendingin(Kognitif)
3) Menyebutkan
komponen sistem pendingin
(Kognitif)
4) Memeriksa
kebocoran pada system pendingin(Psikomotor)
5) Mengganti
komponen system pendingin yang rusak (Afektif
dan Psikomotor).
C. Bahan dan Alat Pembelajaran
1.
Bahan
a.
Fungsi system pendingin
b.
Prinsip kerja system
pendingin
c. Komponen system pendingin
d. Kebocoran pada system pendingin
e. Komponen system pendingin yang rusak
2.
Alat
a.
Alat
tulis
b.
Layar
proyektor
c.
Laser
penunjuk
d.
Papan
tulis
e.
Laptop
f.
LCD
g.
kotak
alat/toolbox
h.
Engine
stand
i.
Tune
up tester
j.
tubing
cutter(pipa pemotong)
k.
reamer
l.
fluring
fool(pengembang pipa)
m.
pembesar
pipa
n.
alat
pembuntu pipa
o.
tube
bender(pembengkok pipa)
p.
amper
tang
q.
termometer
saku
D. Metode
Pembelajaran
Dalam menyusun sebuah kegiatan
belajar mengajar perlu sekiranya mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan
dengan proses belajar mengajar salah satunya mempersiapkan dan memilih metode
apa yang cocok untuk digunakan dalam mata pelajaran tertentu. Dalam memilih
metode pun harus disesuaikan dengan kondisi peseta didik dan mata pelajaran
yang di ajarkan. Pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu
tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, penulis coba
mengkombinasikan beberapa metode yang dapat memudahkan mencapai tujuan yang
sudah di rumuskan terlebih dahulu.
Sebelum
jauh membahas tentang metode apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran
mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul
system pendingin dan komponen-komponennya, perlu kiranya memahami terlebih
dahulu apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran.
Menurut
Hamzah B. Uno (2016:2) metode pembelajaran dapat di definisikan sebagai cara
yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran bersifat procedural, yaitu
berisi tahapan tertentu.
Menurut
pupuh farhurrahman dalam suyadi (2013:15) metode adalah suatu cara atau proses
atau prosedur yang di tempuh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode
pembelajaran merupakan suatu cara yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan
nyata dan praktis yang dilakukan oleh seseorang guru agar terjadi proses
belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dari
pendapat beberapa ahli di atas penulis mendefinisi metode pembelajaran adalah
suatu cara yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, cara
yang disusun sesuai dengan tujuan
intruksional dan kompetensi pada mata pelajaran yang di ajarkan. Setelah
memahami makna dari metode seorang guru bisa menentukan atau memilih metode
yang tepat dan cocok digunakan untuk mengajar mata pelajaran kompetensi
kejuruan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-kompo
pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin
dan komponen-komponennya, di awal sudah sempat disinggung bahwa penulis mencoba
mengkombinasikan beberapa metode untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan
sesuai dengan silabus. Sehingga perlu di pahami terlebih dahulu arti dari
setiap metode yang digunakan dan implementasi yang akan digunakan pada mata
pelajaran kompetensi kejuruan, adapun arti metode yang dipilih yaitu :
1. Metode
Ceramah
Menurut Saiful Bahri
Djamarah dan aswan zain (2014: 97) metode ceramah adalah metode yang boleh
dikatakan metode tradisional karna sejak dulu metode ini telah digunakan
sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses
belajar mengajar.
Sejalan dengan pendapat
di atas Menurut R. Ibrahim dan Nana Syaodih (2010: 106) metode ceramah merupaka
cara mengajar yang paling tradisional dan talah lama dilaksanakan oleh guru.
Metode ceramah adalah penuturan bahan ajar secara lisan.
Hal ini sependapat dengan
hal tersebut abdul majid (2010: 137) mengatakan metode ceramah merupakan cara
menyampaikan materi atau ilmu pengetahuan dan agama kepada anak didik dilakukan
secara lisan. Yang perlu diperhatikan, hendaknya ceramah mudah diterima, isinya
mudah dipahami serta mampu menstimulasikan pendengar (anak didik) untuk
melakukan hal-hal yang baik dan benar dari isi ceramah yang di sampaikan.
Dari beberapa pendapat
ahli diatas penulis berpendapat dan
menerapkan metode ceramah pada mata pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu
tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya. Metode ceramah
adalah cara untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan lisan
dari guru ke peserta didik. Jika di terapkan pada pelajaran pemeliharaan mesin
kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya, maka guru menyampaikan materi pembelajaran dengan
menggunakan lisan dengan di bantu media pembelajaran untuk memudahkan guru
menyampaikan materi ajar, sehingga diharapkan siswa dapat memahami terlebih
dahulu materi yang akan di pelajari dan guru juga dapat menggunakan metode
ceramah untuk pengantar sebelum kegiatan praktek dan evalusi praktek mata
pelajaran tersebut.
2. Metode
demonstrasi
Menurut Saiful Bahri
Djamarah dan aswan zain (2014: 91) metode demonstrasi merupakan cara penyajian
pembelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses,
situasi atau benda tertentu yang sedang di pelajari, baik sebenarnya ataupun
tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
Dari pendapat ahli di
atas penulis berpendapat dan menerapkan pada pelajaran pemeliharaan mesin
kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya dengan metode demonstrasi adalah cara pengajaran yang
menggunakan media praga maupun media sesungguhnya untuk di pragakan atau di
pertunjukan cara kerja atau proses dari materi tertentu yang di ajarkan.
Pada pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu
tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, guru
mempertunjukan dan meragakan cara memeriksa komponen sistem pendingin dan
menujukan komponen-komponen yang perlu di identifikasi tentunya dengan bantuan
metode ceramah dan media praktek
baik media nyata maupun media yang telah
dirakit untuk memudahkan proses praga. sehingga diharapkan setelah guru mendemonstrasikan
siswa dapat melakukan praktek dan mencoba sendiri dalam memeriksa system
pendingin.v
3. Metode
Diskusi
Menurut Killen dikutip dalam buku Wina Sanjaya (2016:154)
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasaahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu masalah,
menjawab, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu
keputusan.
Menurut Abdul Majid ( 2013:201-202 ) menyatakan bahwa
diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok.
Jumlah anggota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaannya dimulai dengan guru
menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi
kedalam sub-masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Setelah
selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil
diskusinya.
Jadi penggunaan metode diskusi dalam kelompok kecil untuk
pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan agar mencapai indikator
pembelajaran yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya dapat diterapkan untuk menghasilkan interaksi antara siswa
agar suatu permasalahan dalam pembelajaran komponen system pendingin dapat
dipecahkan.
4. Metode
Tanya Jawab
Menurut Sutikno (2013:92) metode tanya jawab adalah cara
penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari
guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Berdasarkan
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab merupakan proses interaksi
antara dua orang siswa atau lebih antara siswa dengan guru untuk saling tukar
menukar pengalaman, informasi, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan
bersama. Dengan jawaban-jawaban yang tepat yang disampaikan oleh siswa, maka
guru dapat mengetahui taraf penguasaan materi, pengetahuan, wawasan dan
kecakapan akademis para siswanya.
Dari pendapat ahli
di atas penulis berpendapat dan menerapkan pada pelajaran pemeliharaan mesin
kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya
bahwa metode tanya jawab yaitu umpan balik yang diberikan oleh guru kepada
peserta didik dengan alasan supaya peserta didik dapat mengingat kembali materi
apa yang telah diterimanya. Dalam pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan
ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya ini
metode tanya jawab dilakukan setelah proses penyampaian materi atau setelah
praktek berlangsung siswa diberi kesempatan untuk bertanya.
E. Media
Pembelajaran
Dalam sebuah proses pembelajaran tidak dapat hanya
mengandalkan metode jika ingin mencapai tujuan instruksional yang sudah di
bentuk dan ingin di tuju sehingga metode pembelajaran harus berjalan beriringan
dengan media sesuai dengan kebutuhan dari metode yang digunakan. Jika dilihat dari
pengertian media pembelajaran penulis memberi pengertian yaitu, perantara atau
pengantar yang digunakan untuk menyampaikan dan memudahkan seorang guru
menyampaikan dan memberikan materi pembelajaran agar sampai pada tujuan yang
ingin di tuju dan agar siswa mudah
memahami maksud yang ingin di sampaikan oleh guru. Pengertian di atas di
perkuat oleh pendapat parah ahli yaitu sebagai berikut.
Menurut Saiful Bahri Djamarah dan aswan zain (2014:
91) media pembelajaran adalah sumber
belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, atau pun
pristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Sejalan dengan pendapat di atas R. Ibrahim dan Nana
Syaodih (2010: 112) mengatakan media pembelajaran dapat diartikan sebagai
segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran,
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa sehingga dapat
mendorong proses belajar mengajar.
Setelah melihat definisi media pembelajaran di atas
penulis menggunakan beberapa media untuk mencapai mata pelajaran pemeliharaan
mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya yaitu,
Media berbasis cetakan, Media berbasis audio-visual, Media realita media ini
dipilih untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dari mata pelajaran pemeliharaan
mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya adapun
penjelasan tentang media yang di gunakan dan
penerapan pada mata pelajaran adalah sebagai berikut.
1.
Media
Berbasis Cetakan
Menurut Azhar Arsyad
(2015;85) Materi pembelajaran berbasis
cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal,
majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menentukan enam elemen yang
perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi,
daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.
Dari pendapat di atas
penulis berpendapat dan menerapkan pada mata pelajaran pemeliharaan
mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya
yaitu media berbasis cetakan adalah media yang digunakan guru untuk
menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan buku teks, buku penuntun,
fotocopy, dan lain sebagainya. Jika di terapkan pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system
pendingin dan komponen-komponennya maka pada pelajaran ini membutuhakan buku yang digunakan sebagai sumber
materi yang akan di sampaikan oleh guru dalam hal ini buku yang berkenaan
dengan kompetensi kejuruan yaitu tentang mengoverhaul
system pendingin dan komponen-komponennya dan buku
yang digunakan adalah New Step, media cetak yang digunakan yaitu fotocopyan
yang digunakan untuk job set yang digunakan pada saat praktek pemeriksaan
system pendingin.
2.
Media
Visual
Menurut Saiful Bahri
Djamarah dan aswan zain (2014: 124) media visual adalah media yang hanya
mengandalkan indra penglihatan.
Sejalan dengan pendapat
di atas Wina Sanjaya (2015;211) mengatakan
media visual adalah media yang hanya dapat dilihat saja, tidak megandung
unsur suara.
Dari pendapat para ahli
diatas penulis berpendapat dan menerapkan pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system
pendingin dan komponen-komponennya yaitu media visual. Media visual adalah media yang digunakan guru untuk
menyampaikan materi pelajaran yang hanya dalam bentuk gambar dan hanya
mengandalkan indra penglihatan. Jika diterapkan pada mata perlajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system
pendingin dan komponen-komponennya maka seorang guru dapat menggunakan media visual ini, seperti power
point yang hanya menampilkan slite untuk menjelaskan materi dan dengan
menggunakan bantuan metode ceramah maka guru dapat menyampaikan materi
pelajaran dengan lebih mudah dan siswa dapat melihat dan memahami maksud dari
materi yang di sampaikan oleh guru.
3.
Media
realita (objek nyata atau benda sesungguhnya)
Menurut R. Ibrahim dan
Nana Syaodih (2010: 118) untuk mencapai
hasil yang oktimum dari proses belajar mengajar, salah satu hal yang sangat disarankan
adalah digunakanya pula media yang bersifat langsung dalam bentuk objek nyata
dan realita.
Dari pendapat di atas
penulis berpendapat dan menerapkan pada mata pelajaran pemeliharaan
mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya
yaitu media realita merupakan media yang digunakan guru dimana menggunakan alat
peraga sesungguhnya (real), sehingga tujuan dari pembelajaran dapat di capai
dengan optimal. Dalam mata pelajaran pemeliharaan mesin
kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan
komponen-komponennya
media ini dapat digunakan untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang alat
atau benda kerja secara real. Sehingga sebelum melakukan praktek langsung guru
memperkenalkan komponen yang digunakan dalam
praktek, sehingga praktek dapat dilaksanakan dengan baik dan efektif.
F. Sumber Belajar
a. Buku system pendingin
b. Modul/ Bahan Referensi, Dsb.
c. New Steep
H.
Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan |
Deskripsi Kegiatan |
Metode |
Alokasi Waktu |
|
|
Pendahuluan |
1.
Guru mengajak siswa untuk berdoa sebelum memulai
pelajaran |
Ceramah |
2 Menit |
10 Menit |
|
2.
Guru mengecek kehadiran siswa |
Ceramah |
3 Menit |
||
|
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran |
Ceramah |
5 Menit |
||
|
Inti |
1.
Guru menjelaskan dan menanyakan dengan cara menayangkan video kepada siswa tentang Fungsi sistem pendingin. |
Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi,
diskusi dan tanya jawab |
10 Menit |
70 Menit |
|
2. Guru menguraikan lansung cara kerja sistem pendingin
|
Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi,
diskusi dan tanya jawab |
15 Menit |
||
|
3.
Guru
menyebutkan secara rinci kepada
siswa komponen sistem pendingin. |
Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi,
diskusi dan tanya jawab |
10 Menit |
||
|
4.
Guru
mengajarkan serta memberikan contoh dengan cara memperagakan kepada siswa
bagaimana cara memeriksa kebocoran pada sistem pendingin |
Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi,
diskusi dan tanya jawab |
20 Menit |
||
|
5.
Guru
mengajarkan serta memberikan contoh dengan cara memperagakan kepada siswa
bagaimana cara mengganti komponen sistem pendingin yang rusak |
Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi,
diskusi dan tanya jawab |
15 menit |
||
|
Penutup |
1.
Guru Menyampaikan kesimpulan tentang materi praktik
sesuai dengan tujuan |
Kombinasi Ceramah,
diskusi dan tanya jawab |
3 |
10 Menit |
|
2.
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan motivasi untuk siswa agar tetap belajar. |
Kombinasi ceramah dan
tanya jawab |
5 |
||
|
3.
Guru menutup dengan salam dan berdoa |
Ceramah |
2 |
|
|
H. Soal dan
Jawaban
|
Indikator Kompetensi |
Tujuan Pembelajaran |
Soal |
Bobot Nilai |
|
Memelihara/servis sistem pendingin dan komponen-komponennya. |
Menjelaskan fungsi dari system pendingin |
1.
Jelaskan fungsi dari system pendingin |
15 |
|
2. Sebutkan
fungsi dari system pendingin |
10 |
||
|
Menguraikan cara
kerja system pendingin |
1. Sebutkan cara
kerja system pendingin |
10 |
|
|
2. Jelaskan cara kerja system pendingin |
15 |
||
|
Menyebutkan
komponen sistem pendingin |
1. Sebutkan komponen system pendingin |
10 |
|
|
Memeriksa kebocoran
pada system pendingin |
1.Bagaimana cara memeriksa kebocoran pada
system pendingin |
20 |
|
|
Mengganti komponen
system pendingin yang rusak |
1. Bagaiamana langkah
mengganti komponen system pendingin yang rusak sesuai dengan SOP. |
20 |
1. Sebutkan
fungsi dari system pendingin?
a.
Untuk menyerap panas Mesin
b.
Untuk Mempertahankan temperature kerja mesin
c.
Untuk mempercepat mesin mencapai temperature kerja.
2. Jelaskan fungsi dari system pendingin?
a. Untuk menyerap panas mesin
Fungsi sistem pendinginan
yang pertama adalah untuk menyerap panas pada mesin yaitu sebagian panas dari
mesin yang tidak digunakan untuk dirubah menjadi energi gerak maka panas
tersebut akan diserap oleh sistem pendingin. Bila panas tersebut tidak diserap maka
mesin akan mengalami over heating dan akan mengakibatkan komponen-komponen
mesin dapat rusak.
b. Untuk mempertahankan
temperatur kerja mesin
Fungsi sistem pendingin
yang kedua adalah untuk mempertahankan temperatur kerja mesin. Temperatur kerja
mesin kurang lebih terjadi pada temperatur 80 sampai 90 derajat celcius, pada
saat mesin telah mencapai temperatur kerjanya maka kinerja mesin akan optimal,
namun jika termperatur kerja mesin kuran atau terlalu berlebih maka akan membuat
kinerja mesin menjadi kurang, sehingga sistem pendingin ini akan berfungsi
untuk menjaga temperatur mesin pada temperatur kerjanya.
Mesin yang masih dingin
(belum mencapai temperatur kerja) maka akan mengakibatkan kerj mesin yang
kurang, terjadi keausan yang berlebih dan terjadi emisi gas buang yang
berlebih. Sedangkan mesin yang terlalu panas (temperatur kerja berlebihan) maka
dapat menyebabkan komponen mesin menjadi cepat rusak karena pemuaian.
c. Untuk mempercepat mesin
mencapai temperatur kerja
Fungsi sistem pendingin
yang ketiga adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kinerja mesin akan optimal bila
mesin bekerja pada temperatur kerjanya. Untuk mempercepat mesin mencapat
temperatur kerjanya maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan komponen
thermostat yang salah satu fungsinya untuk mempercepat mesin mencapai
temperatur kerjanya.
3. Sebutkan cara kerja system pendingin?
a. Cara kerja saat
Temperatur Engine masih dingin
b. Cara kerja saat Temperatur Engine sudah mencapai temperature kerja
atau panas.
4. Jelaskan prinsip kerja
system pendingin?
a. Cara kerja saat Temperatur Engine masih dingin
Ketika mesin dalam keadaan dingin, air pendingin
juga masih dingin dan termostat masih tertutup, sehingga aliran air pendingin
dipompa oleh water pump ke water jacket untuk menyerap panas engine, kemudian
karena thermostat tertutup maka aliran air pendingin melalui by pass hose kembali ke water pump, dan seterusnya
hingga thermostat terbuka.
b. Cara kerja saat Temperatur Engine sudah mencapai temperature kerja
atau panas.
Setelah mesin menjadi
panas atau mencapai temperature kerja, thermostat terbuka sehingga aliran air
pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket untuk menyerap panas engine,
kemudian karena thermostat terbuka maka aliran air pendingin melalui thermostat
ke upper hose menuju radiator sehingga saat air pendingin melalui radiator akan
membuang panas (didinginkan) kemudian melalui lower hose kembali ke water pump
untuk dipompa ke water jacket dalam keadaan lebih dingin dari sebelum melalui
radiator.
5. Sebutkan
komponen system pendingin.
a) Water jacket
b) Selang masuk
c) Selang keluar
d) Radiator
e) Thermostat
f) Pompa Air (Water Pump)
g) Kipas Pendingin
h) Tutup Radiator
i) Reservoir tank
6. Bagaimana cara memeriksa kebocoran pada system pendingin?
Cara memeriksa kebocoran pada sistem pendingin
adalah dengan cara gunakan radiator tester dan beri tekanan 1.2 kg/cm ke lubang
tutup radiator.Alat yang digunakan untuk mengecek tutup radiator (radiator cup
tester) dengan tekanan sistem pendingin (radiator tester) adalah sama hanya
berbedada penyebutan saat penggunaan.
7. Bagaiamana langkah mengganti komponen system pendingin yang rusak
sesuai dengan SOP.
Tahap 1 : Melepas
berbagai komponen sistem pendingin
a. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan ialah membuka kap mesin mobil
dan menyangganya.
b. Membuang air radiator dengan cara :
1) Menyemprotkan udara pada sistem pendinginan agar air pendingin menjadi
dingin.
2) Menempatkan penampung air di bawah radiator.
3) Mengendurkan tap atau sumbat dibawah radiator dan melepasnya.
c. Melepas selang radiator dengan cara :
1) Membuka klem-klem jenis pegas seperlunya.
2) Mengendurkan klem-klem jenis kawat dengan kunci kombinasi
3) Menarik selang radiator dari dudukan rumah thermostat dan rumah pompa.
d. Melepas tali kipas :
1) Mengendurkan beberapa putaran baut penyetel alternator.
2) Menarik tali kipas diantara puli poros engkol dan pompa air.
3) Mendorong alternator ke arah mesin sejauh mungkin, sehingga tali kipas
akan mengendur.
4) Melepas tali kipas dari puli alternator, kemudian dari puli pompa air
dan puli poros engkol.
e. Melepas alternator :
1) Melepas baut penyetel dari alternator
2) Melepas baut pengunci alternator
3) Angkat alternator dan turunkan dari dudukannya dan letakkan pada tempat
yang aman.
f. Melepas pompa air :
1) Mengendurkan baut-baut pompa secara menyilang
2) Melepas pompa dari dudukannya.
Tahap 2 : Pemeriksaan berbagai komponen sistem
pendingin
a. Memeriksa secara visual kondisi fisik pompa air. Apakah ada keretakan
atau tidak pada bagian selangnya. Jika iya, Anda perlu mengganti komponen
tersebut.
b. Membongkar konstruksi pompa air dan memeriksa konstruksinya :
1) Melepas baut penutup sirip-sirip pompa air
2) Melepas pompa air menggunakan palu atau menggunakan alat pres.
3) Memeriksa kondisi fisik dari komponen-komponen pompa air
c. Memeriksa tali kipas dari keretakan :
1) Membalik tali kipas dan lengkungkanlah, periksa kondisi ujung tali kipas
apakah terdapat keretakan atau tidak.
d. Memeriksa tali kipas dari keausan :
1) Membalik tali kipas, memasukkan ujung tali kipas pada puli alternator
dan lihat celah antara puli dan tali kipas.
Tahap 3 : Langkah pemasangan dan penyetelan
a. Memasang pompa air yang baru pada blok silinder dengan gasket yang baru
:
1) Membersihkan siller pada gasket dan permukaan bibir pompa air.
2) Memasang pompa air dengan mengencangkan baut secara menyilang dan
merata.
b. Memasang alternator :
1) Mengangkat alternator dan memasang pada dudukannya.
2) Memasang baut pengunci alternator ke blok silinder
3) Memasang baut penyetel alternator.
c. Memasang tali kipas :
1) Memasang tali kipas pada puli poros engkol dan puli pompa air kemudian
pada puli alternator.
2) Mengencangkan baut penyetel ketegangan tali kipas jangan sampai alternator
tidak dapat ditarik ke belakang.
3) Masukkan pengungkit di antara blok silinder dan alternator, kemudian
ungkit alternator ke belakang.
4) Mengencangkan baut penyetel.
5) Menyetel ketegangan tali kipas antara puli pompa air dan alternator,
tegangan tali harus kurang dari 10 mm
d. Memasang selang radiator :
1) Menghubungkan selang dari radiator ke pompa air dan kencangkan
klem-klemnya.
2) Menghubungkan selang dari radiator ke rumah thermostat dan memasang
klem-klemnya.
3) Mengisi air radiator dan menutupnya.
LEMBAR OBSERVASI
Aspek :
Afektif Nama
Siswa :
Mata Pelajaran : Praktek No.
Siswa :
Kelas :
|
No. |
Komponen Yang Diobservasi |
Bobot |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1. |
Disiplin didalam kelas |
|
|
|
|
|
2. |
keaktifan didalam kelas |
|
|
|
|
|
3. |
Pemahaman peserta terhadap materi Sistem Pendingin |
|
|
|
|
|
4. |
Tanggung jawab |
|
|
|
|
|
5. |
Sikap dan tingkah laku |
|
|
|
|
|
Bobot Yang Diperoleh |
|
||||
Bobot yang diperoleh
Skor yang di peroleh = -------------------------------------- x 100
Bobot maksimum
|
No |
Indikator |
Instrumen |
skor |
|
1. |
Disiplin dalam kelas |
|
4 3 2 1 |
|
2. |
keaktifan belajar |
v
sangat aktif di kelas, melakuan pembelajaran
dengan seksama, dan bertanya apabila tidak memahaminya v
aktif di dalam kelas, melakukan pembelajaran
dengan seksama, tidak berani bertanya apabila ada yang kurang paham v
kurang aktif di dalam kelas, tidak memperhatikan
pembelajaran v
sangat tidak aktif, tidak memperhatikan
pembelajaran di dalam kelas, sibuk dengan urusannya sendiri |
4 3 2 1 |
|
3. |
Memahami materi Sistem Pendingin |
Ø
mampu menjelaskan system Pendingin, mampu
memahami cara kerja dan mampu menyebutkan komponen Ø
mampu menjelaskan system Pendingin, mampu
memahami cara kerja, tetapi tidak mampu menyebutkan system Pendingin dengan
runtut Ø
kurang mampu menjelaskan system Pendingin, mampu
mengerti cara kerja Pendingin tidak mampu menyebutkan komponen yang ada di
system pendingin. Ø
tidak mampu menjelaskan system Pendingin, tidak
memahami cara kerja , dan tidak dapat menyebutkan komponen |
4 3 2 1 |
LEMBAR OBSERVASI PROSES
Aspek :Proses Nama Siswa : ……
Nama Pekerjaan : No. Siswa :…….
Kelas :…….
|
No |
Komponen Yang Diobservasi |
Bobot |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
1. |
Menyebutkan fungsi system
pendingin |
|
|
|
|
|
2. |
Menyebutkan cara kerja
system pendingin |
|
|
|
|
|
3. |
Menyebutkan komponen
system pendingin |
|
|
|
|
|
4. |
Bekerja sama dalam
kelompok |
|
|
|
|
|
5. |
Cara pandang terhadap
materi ajar |
|
|
|
|
|
6. |
Menyelesaikan tugas |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bobot Yang Diperoleh |
|
|
|
|
|
Bobot Yang Diperoleh Sekor Yang Diperoleh
=------------------------------ x 100 = Bobot Maksimum |
|||||
Lampiran Bahan Ajar
A.
Materi Ajar
SISTEM PENDINGIN

A.
Pendahuluan
Pada umumnya mesin mobil menggunakan sistem pendinginan air, dan
hanya sebagian kecil mobil saja yang menggunakan mesin berpendingin udara.
Meskipun mesin menggunakan sistem pendinginan air, sebenarnya menggunakan juga
udara secara tidak langsung sebagai pendingin.
Mesin atau motor atau engine mobil merupakan penghasil tenaga atau power yang akan dimanfaatkan untuk menjalankan
mobil. Tenaga atau power mesin dihasilkan dari proses pembakaran
campuran bahan bakar dan udara yang terjadi didalam ruang bakar silinder mesin.
Mesin mobil yang ada di masyarakat Indonesia umumnya adalah mesin 4 tak atas 4
silinder dengan rentang putaran mesin terendah sekitar 700 rpm (rotasi per
menit) sampai putaran mesin maksimum sekitar 8.000 rpm. Berarti pada mesin 4
silinder tersebut saat putaran terndah setiap menitnya akan terjadi 1.400 kali
proses pembakaran dan pada putaran maksimum setiap menitnya akan terjadi 16.000
kali proses pembakaran, yang mana temperatur pembakaran dapat mencapai sekitar
2.000o C. Maka dapat dibayangkan bahwa komponen mesin terutama
torak/piston, silinder, katup-katup dan kepala silinder mendapat beban panas
yang luar biasa selama mesin hidup.
Oleh karena komponen utama mesin tersebut memiliki batas kemampuan
terhadap beban panas, maka pada mesin dilengkapi dengan sistem pendinginan yang
baik, sehingga panas pada komponen logam mesin yang berlebih dapat diserap
(berpindah) ke air pendingin dan selanjutnya ke udara. Dengan adanya
sistem pendinginan, komponen mesin tetap terjaga kemampuannya terhadap beban
panas yang ada, sehingga mesin mobil tetap dapat berfungsi dengan baik dalam
waktu yang lama, bahkan banyak mesin mobil yang masih berfungsi baik setelah
mobil digunakan lebih dari 30 tahun.
Fungsi sistem pendinginan pada mesin secara
garis besar adalah sebagai berikut :
1. Untuk menyerap panas mesin
Fungsi sistem pendinginan yang pertama adalah untuk menyerap panas
pada mesin yaitu sebagian panas dari mesin yang tidak digunakan untuk dirubah
menjadi energi gerak maka panas tersebut akan diserap oleh sistem pendingin.
Bila panas tersebut tidak diserap maka mesin akan mengalami over heating dan
akan mengakibatkan komponen-komponen mesin dapat rusak.
2. Untuk mempertahankan temperatur kerja mesin
Fungsi sistem pendingin yang kedua adalah untuk mempertahankan
temperatur kerja mesin. Temperatur kerja mesin kurang lebih terjadi pada
temperatur 80 sampai 90 derajat celcius, pada saat mesin telah mencapai
temperatur kerjanya maka kinerja mesin akan optimal, namun jika termperatur
kerja mesin kuran atau terlalu berlebih maka akan membuat kinerja mesin menjadi
kurang, sehingga sistem pendingin ini akan berfungsi untuk menjaga temperatur
mesin pada temperatur kerjanya.
Mesin yang masih dingin (belum mencapai
temperatur kerja) maka akan mengakibatkan kerj mesin yang kurang, terjadi
keausan yang berlebih dan terjadi emisi gas buang yang berlebih. Sedangkan
mesin yang terlalu panas (temperatur kerja berlebihan) maka dapat menyebabkan
komponen mesin menjadi cepat rusak karena pemuaian.
3. Untuk mempercepat mesin mencapai temperatur
kerja
Fungsi sistem pendingin yang ketiga adalah untuk mempercepat mesin
mencapai temperatur kerjanya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa
kinerja mesin akan optimal bila mesin bekerja pada temperatur kerjanya. Untuk
mempercepat mesin mencapat temperatur kerjanya maka pada sistem pendingin
dilengkapi dengan komponen thermostat yang salah satu fungsinya untuk
mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya.
B. Cara Kerja Sistem Pendinginan
Air
Proses pendinginan adalah proses berpindahnya energi panas atau
kalor dari zat yang bertemperatur lebih tinggi ke zat lain yang bertemperatur
lebih rendah. Cara kerja sistem pendinginan air pada mesin dapat dijelaskan
pada saat mesin sudah hidup, mulai dari kondisi temperatur mesin masih dingin
atau bertemperatur udara luar atmosfir, kemudian diharapkan mesin cepat panas
atau cepat mencapai temperatur kerja yang diinginkan (80°C s.d 1000 C) dan
selanjutnya mempertahankan temperatur kerja mesin tersebut, jangan sampai
temperatur mesin dibawah batas tersebut dan juga jangan sampai temperatur mesin
diatas batas atas tersebut diatas (overheating).
Cara Kerja Sistem Pendingin Air
1.
Cara kerja saat Temperatur Engine masih dingin
Gambar
1. Cara kerja saat temperatur Engine masih dingin
Ketika
mesin dalam keadaan dingin, air pendingin juga masih dingin dan termostat masih
tertutup, sehingga aliran air pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket
untuk menyerap panas engine, kemudian karena thermostat tertutup maka aliran
air pendingin melalui by pass hose kembali ke water pump, dan seterusnya
hingga thermostat terbuka.
2.
Cara kerja saat Temperatur Engine sudah mencapai temperature kerja atau
panas.
Gambar
2. Cara kerja saat temperatur Engine sudah panas
Setelah
mesin menjadi panas atau mencapai temperature kerja, thermostat terbuka
sehingga aliran air pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket untuk
menyerap panas engine, kemudian karena thermostat terbuka maka aliran air
pendingin melalui thermostat ke upper hose menuju radiator sehingga saat air
pendingin melalui radiator akan membuang panas (didinginkan) kemudian melalui
lower hose kembali ke water pump untuk dipompa ke water jacket dalam keadaan
lebih dingin dari sebelum melalui radiator.
C. Komponen Sistem Pendinginan Air
Komponen sistem pendinginan air pada mesin mobil seperti terlihat
pada gambar berikut, selain air sebagai media utama pendingin serta udara yang
melewati radiator, adalah

Gambar 3. Komponen Sistem Pendingin
|
Komponen : 1.
Water jacket 2.
Selang masuk 3.
Selang keluar 4.
Radiator 5.
Thermostat |
6.
Pompa Air (Water Pump) 7.
Kipas Pendingin 8.
Tutup Radiator 9.
Reservoir tank |
1.
Water jacket

Gambar 4. Water Jacket
Selubung air atau lebih familiar dikenal dengan
water jacket berfungsi sebagai tempat untuk menyerap panas mesin secara merata.
Nama water jacket ini hanya sebuah istilah yang mengarah ke saluran air
disekitar mesin.
Water jacket berbentuk saluran air didalam blok
dan head cylinder yang terisi dengan air. Saat mesin menyala, panas yang
dihasilkan oleh pembakaran akan meningkatkan suhu blok mesin dan kepala
silinder.
Karena ada air yang mengalir pada saluran ini,
maka panas tersebut akan juga mengalir mengikuti aliran air yakni ke arah
radiator untuk didinginkan.
2.
Selang radiator

Gambar 5. Selang Radiator
Fungsi selang radiator adalah untuk menyalurkan
air dari mesin ke radiator dan kembali ke mesin. Meski fungsinya hanya
menyalurkan air, komponen ini tidak bisa disepelekan. Selang radiator dituntut
untuk fleksibel namun harus kuat menahan suhu air yang hampir mendidih. Oleh
sebab itu, selang radiator terbuat dari karet khusus yang didesain untuk
bertahan pada suhu tinggi namun fleksibel.
Terhitung ada sekitar tiga jenis selang pada sistem pendingin
yakni ;
·
Radiator inlet hose (2), adalah selang input radiator yang
mengalirkan air panas dari mesin.
·
Radiator outlet hose (3), adalah selang output radiator yang
mengakirkan air bersuhu rendah untuk disalurkan kembali ke water jacket.
·
By pass hose, selang ini menjadi selang pembagi menuju beberapa
komponen sekaligus. Seperti untuk disalurkan ke reservoir tank atau heater.
3.
Radiator

Gambar 6. Radiator
Radiator adalah komponem berbentuk lempengan besi yang
digunakan untuk mendinginkan air pendingin. Prinsip kerja radiator adalah
dengan memindahkan suhu dari air ke udara.
Dalam sebuah radiator akan
ditemui beberapa bagian seperti

Gambar 5. Bagian-bagian Radiator
·
Upper tank, merupakan tanki untuk menampung air panas atau air
dari mesin.
·
Lower tank, merupakan tanki untuk menampung air yang sudah
didinginkan dan siap dikirim kembali ke mesin.
·
Radiator core, merupakan saluran berbentuk pipih yang
menghubungkan ruang upper tank dan lower tank. Jumlah core ini menentukan
berapa daya pendinginan yang mampu diemban radiator.
·
Sirip radiator, merupakan seng tipis yang tersusun diantara
beberapa core pada permukaan radiator. Sirip ini digunakan sebagai penerima
panas dari core sekaligus melepaskan panas ke udara yang melewatinya.
Radiator
bekerja dengan memanfaatkan aliran udara yang melewati sirip-sirip radiator.
Mekanismenya, air yang memiliki suhu panas akan disalurkan ke radiator core.
Disini panas akan berpindah ke radiator core dan langsung disalurkan kesirip
radiator, karena kedua bahan ini merupakan konduktor. Saat ada udara melewati
sirip maka panas akan berpindah ke aliran udara tersebut.
4.
Reservoir tank

Gambar 7. Reservoir Tank
Tabung ini berfungsi untuk menyimpan air
pendingin yang mengalami penguapan. Saat mesin dalam suhu tinggi, air pendingin
akan menguap dan berakibat pada peningkatan tekanan udara didalam sistem. Untuk
menstabilkan tekanan udara tersebut, air yang menguap akan disalurkan ke dalam
sebuah tabung melalui tutup radiator. Didalam tabung ini, uap air akan kembali
diembunkan agar menjadi zat cair. Uap yang sudah berubah wujud didalam
reservoir dapat kembali disalurkan kedalam sistem pendingin ketika tekanan
didalam sistem mengalami kevakuman. Ini akan mencegah terjadinya pengurangan
air pendingin.
5.
Thermostat

Gambar 8. Thermostat
Thermostat
adalah komponen seperti valve yang berfungsi mempercepat mesin mencapai suhu
kerjanya. Cara kerja thermostat adalah dengan menutup saluran menuju selang
inket radiator ketika mesin belum mencapai suhu kerja (±80 derjat celcius) dan
membukanya secara otomatis apabila suhu mesin panas. Thermostat
bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan lilin khusus yang bereaksi terhadap
suhu yang mengenainya.

Gambar 9. Thermostat dengan dan tanpa katub bypass
|
Dengan
Katup By Pass : Komponennya 1. valve 2. Cylinder 3. Bypass
Valve 4. Wax 5. Jiggle
Valve |
Tanpa
Katup By Pass : Komponennya 1. valve 2.
Cylinder 4. Wax 5. Jiggle
Valve |
Thermostat Tanpa Katup By Pass :
Gambar 10. Posisi Thermostat tanpa
katub bypass
a.
Saat Temperatur Rendah :
Saluran
air ke radiator ditutup oleh thermostat sehingga air Akan mengalir dari blok
silinder ke pompa melalui saluran bypass
b.
Saat Temperatur Panas :
Saluran
air ke radiator dibuka ( thermostat sudah terbuka )sehingga air akan
mengalir
·
Dari blok silinder ke radiator - pompa – blok silinder
·
Dari blok silinder – melalui saluran bypass – pompa – blok silinder
Thermostat Dengan Katup By Pass
Gambar 12. Posisi Thermostat dengan
katub bypass
a.
Cara Kerja Saat Temperatur Dingin :
Saluran bypass yang ada pada thermostat terbuka sehingga alirannya
Blok mesin – saluran bypass – Water Pump - Blok mesin
b.
Cara Kerja Saat Temperatur Panas :
Saluran bypass yang ada pada thermostat tertutup sehingga alirannya Blok mesin – radiator –
Water Pump - Blok mesin ( tidak ada air yang melewati saluran bypass ) Sehingga pendinginan pada saat mesin panas lebih efektif
6.
Pompa air

Gambar 13. Pompa Air (Water Pump)
Fungsi pompa air hanya satu, yakni untuk
mensirkulasikan air pendingin agar bisa berpindah. Pompa air umumnya terletak
didalam water jacket, ketika thermostat menutup pompa ini akan menimbulkan
aliran air didalam water jacket yang membantu meratakan panas mesin. Ketika
thermostat terbuka, pompa ini akan mengalirkan air dari water jacket menuju
radiator untuk didinginkan. Sama halnya dengan kipas pendingin, komponen ini
juga ada dua versi. Versi konvensional yang digerakan tenaga mesin dan versi elektrik
yang digerakan oleh tenaga listrik.
7.
Kipas pendingin

Gambar 14. Kipas Radiator
Kipas pendingin berfungsi untuk mendinginkan
radiator. Prinsip kerja cooling fan yakni dengan mengalirkan udara dari luar
melewati sirip radiator. Kipas pendinghin ada dua macam yakni kipas
konvensional dan kipas elektrik. Kipas konvensional akan digerakan oleh tenaga
mesin melalui drive belt sementara kipas elektrik digerakan oleh motor listrik.
8.
Tutup radiator

Gambar 15. Tutup Radiator
Tutup radiator
berfungsi sebagai penutup bagian upper tank radiator sekaligus menjaga tekanan
udara didalam sistem pendingin. Konstruksi tutup ini tidak seperti tutup botol
atau tutup lain, karena ada mekanisme pengatur tekanan maka ada bagian-bagian
lain didalam tutup ini.
Bagian utama
adalah pegas yang mendorong sebuah katup kearah bawah. Dalam posisi normal,
pegas ini akan mendorong katup sehingga katu bisa menutup saluran radiator.
Sementara saat tekanan didalam radiator meningkat, tekanan itu akan melawan pegas
dan menyebabkan terbukanya katup. Akhirnya uap bertekanan keluar dari dalam
radiator dan tekanan menjadi lebih stabil.
a.
Saat Mesin Panas
Saat mesin/motor hidup dan menjadi panas (mencapai temperatur
kerja), maka temperatur dan tekanan air pendinginan akan
naik dan volume air mengembang, maka katup pelepas akan
membuka pada tekanan ‘teknik’ 80-120 kPa(0.8-1.2 bar), akibatnya
air akan mengalir ke reservoir dan berhenti ketika katup pelepas kembali
menutup pada saat tekanan air dalam radiator turun dibawah 80-120
kPa(0.8-1.2 bar).
b. Saat Mesin Dingin
Setelah mesin/motor dimatikan, maka semakin lama temperatur
mesin dan air akan semakin turun bahkan mencapai temperatur udara
luar/atmosfir serta volume air menyusut. Akibatnya akan terjadi ruang kosong
dan vakum (dibawah tekanan atmosfir) diatas permukaan air pendingin dalam
radiator. Dengan terjadinya vakum ini maka katup
vakum radiator akan membuka,akibatnyaair pendingin dalam tangki
reservoir yang bertekanan atmosfir akan mengalir (terisap) masuk memenuhi ruang
dalam radiator, dan selanjutnya kevakuman diatas air dalam radiator semakin
hilang dan katup vakum kembali tertutup.
9.
V-belt

Gambar 16. V- belt
Berfungsi
untuk menggerakkan kipas pendingin (kipas radiator) dan juga pompa air.
D. Pemeriksaan sistem pendingin
1. Pemeriksaan air pendingin / coolant
Gambar 17. Pemeriksaan Ciran Reservoir
a.
Cek reservoir
apakah isinya cukup, apabila isinya terlalu rendah maka tambahkan air sampai
posisi full pada reservoir.
b.
Jangan
mengisi reservoir hingga penuh atau melebihi tanda full. Karena jika radiator
dalam kondisi panas reservoir akan terisi cairan dari radiator dan akan
menyebabkan penambahan air dalam reservoir.
c.
Cek apakah
kondisi air atau coolant dalam reservoil maupun radiator dalam kondisi baik
(tidak bercampur karat atau berubah warna menjadi kekuning-kuningan).
2. Periksa kebocoran sistem pendingin
Gambar 18. Pemeriksaan Kebocoran Radiator
Gunakan
radiator tester dan beri tekanan 1.2 kg/cm ke lubang tutup radiator.
Alat yang digunakan untuk mengecek tutup radiator (radiator cup tester) dengan
tekanan sistem pendingin (radiator tester) adalah sama cuman beda penyebutan
saat penggunaan.
Lakukanlah
pemeriksaan seperti berikut :
a.
Periksa
radiator dan slang radiator apakah ada kerusakan atau kebocoran
b.
Periksa
apakah clamp (penjepit) slang radiator longgar
c.
Periksa
disekeliling mesin maupun radiator apakah ada kebocoran saat diberi tekanan
oleh radiator tester
3. Lihat dan perisa tutup radiator
Gambar 19. Pemeriksaan Tutup Radiator secara visual
a.
Periksa seal
packing apakah retak atau berubah bentuk (melintir)
b.
Periksa katup
dan dudukan katup apakah melintir
c.
Periksa
apakah ada benda asing berada antara katup dan dudukan katup
4. Pemeriksaan tekanan pembukaan katup tutup radiator
Gambar 20. Pemeriksaan Kerja Katup Tutup Radiator
Tekanan
pembukaan
0.75
- 1.05 kg/cm
Batas
: 0.6 kg/cm
Kemungkinan
perbedaan antar mobil maka gunakan buku panduan perbaikan mobil tersebut.
E. Kerusakan, Kekurangan dan Gangguan pada Sistem Pendinginan
1.
Kekurangan atau kehabisan air pada radiator dan reservoir.
2.
Sabuk penggerak (fan belt) pompa air kendor atau putus.
3.
Selang-selang air radiator tidak tersambung dengan baik,
retak-retak atau bocor.
4.
Radiator kotor atau bocor.
5.
Termostat tidak dipasang atau rusak dalam kondisi terbuka terus
atau
6.
Termostat rusak dalam kondisi tertutup terus.
7.
Tutup radiator tidak menutup dengan rapat atau katup pelepas dan
katup vakumnya tidak dapat terbuka.
8.
Seal pompa air bocor.
Sebelum
memulai proses pemeriksaan, perbaikan, serta penggantian komponen, terdapat
beberapa alat dan bahan yang perlu Anda siapkan diantaranya ialah :
·
Water pump yang baru
·
Tali kipas yang baru
·
Kunci kombinasi 12,14 mm
·
Obeng (+) dan (-)
Tahap 1 : Melepas
berbagai komponen sistem pendingin
- Langkah pertama yang
perlu Anda lakukan ialah membuka kap mesin mobil dan menyangganya.
- Membuang air radiator
dengan cara :
·
Menyemprotkan udara pada sistem
pendinginan agar air pendingin menjadi dingin.
·
Menempatkan penampung air di bawah radiator.
·
Mengendurkan tap atau sumbat dibawah
radiator dan melepasnya.
- Melepas selang
radiator dengan cara :
·
Membuka klem-klem jenis pegas
seperlunya.
·
Mengendurkan klem-klem jenis kawat
dengan kunci kombinasi
·
Menarik selang radiator dari dudukan
rumah thermostat dan rumah pompa.
- Melepas tali kipas :
·
Mengendurkan beberapa putaran baut
penyetel alternator.
·
Menarik tali kipas diantara puli poros
engkol dan pompa air.
·
Mendorong alternator ke arah mesin
sejauh mungkin, sehingga tali kipas akan mengendur.
·
Melepas tali kipas dari puli alternator,
kemudian dari puli pompa air dan puli poros engkol.
- Melepas alternator :
·
Melepas baut penyetel dari alternator
·
Melepas baut pengunci alternator
·
Angkat alternator dan turunkan dari
dudukannya dan letakkan pada tempat yang aman.
- Melepas pompa air :
·
Mengendurkan baut-baut pompa secara
menyilang
·
Melepas pompa dari dudukannya.
Tahap 2 : Pemeriksaan
berbagai komponen sistem pendingin
- Memeriksa secara visual kondisi fisik pompa air. Apakah ada
keretakan atau tidak pada bagian selangnya. Jika iya, Anda perlu mengganti
komponen tersebut.
2.
Membongkar konstruksi pompa air dan
memeriksa konstruksinya :
· Melepas
baut penutup sirip-sirip pompa air
· Melepas
pompa air menggunakan palu atau menggunakan alat pres.
· Memeriksa
kondisi fisik dari komponen-komponen pompa air
- Memeriksa tali kipas dari keretakan :
·
Membalik tali kipas dan lengkungkanlah,
periksa kondisi ujung tali kipas apakah terdapat keretakan atau tidak.
- Memeriksa tali kipas dari keausan :
·
Membalik tali kipas, memasukkan ujung
tali kipas pada puli alternator dan lihat celah antara puli dan tali kipas.
Tahap 3 : Langkah
pemasangan dan penyetelan
- Memasang pompa air
yang baru pada blok silinder dengan gasket yang baru :
·
Membersihkan siller pada gasket dan permukaan
bibir pompa air.
·
Memasang pompa air dengan mengencangkan
baut secara menyilang dan merata.
- Memasang alternator :
·
Mengangkat alternator dan memasang pada
dudukannya.
·
Memasang baut pengunci alternator ke
blok silinder
·
Memasang baut penyetel alternator.
- Memasang tali kipas :
·
Memasang tali kipas pada puli poros
engkol dan puli pompa air kemudian pada puli alternator.
·
Mengencangkan baut penyetel ketegangan
tali kipas jangan sampai alternator tidak dapat ditarik ke belakang.
·
Masukkan pengungkit di antara blok
silinder dan alternator, kemudian ungkit alternator ke belakang.
·
Mengencangkan baut penyetel.
·
Menyetel ketegangan tali kipas antara
puli pompa air dan alternator, tegangan tali harus kurang dari 10 mm
- Memasang selang
radiator :
·
Menghubungkan selang dari radiator ke
pompa air dan kencangkan klem-klemnya.
·
Menghubungkan selang dari radiator ke
rumah thermostat dan memasang klem-klemnya.
·
Mengisi air radiator dan menutupnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid. 2010. Media
Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Arsayd Azhari. 2009. Media
Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan
Zain. 2014. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hamzah B Uno. 2016. Model Pembelajaran.
Jakartaa: Bumi Aksara.
Ibrahim R dan Nana Syaodih. 2010.
Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Toyota. 2011. New Step 1 Training
Manual. PT. TOYOTA ASTRATRAINING CENTER.
Wina
Sanjaya. 2016. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.
(Sistem
Pendingin Mobil) http://baru-belajar-mesin.blogspot.com/2014/06/sistem-pendinginan-mobil.html (diakses pada 9
desember 2019 jam
11.37 WIB)
(Sistem
Pendingin pada Mobil) (https://www.bisaotomotif.com/2015/11/sistem-pendingin-cooling-system-pada-mobil.html (diakses pada 9
desember 2019 jam
11.50 WIB)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar