Total Tayangan Halaman

Senin, 19 Desember 2022

RPP PPMKR SMK

 


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN KELAS XI SEMESTER I

MATA KULIAH  MAGANG II

Dosen Pengampu: Drs. Ir. Suparmin M.T

 

Description: logo.jpg

Disusun oleh:

Nama : Ferri Anggriawan              

NIM   :   2017006073                     

                                                        

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

YOGYAKARTA

2020

 

 

A.    Identitas 

Sekolah                                   : SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN

Mata Pelajaran                        : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan.

Kelas/Semester                       : XI/ ganjil.

Standard Kompetensi               :Mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya.

Kompetensi Dasar                    : Memelihara/servis sistem pendingin dan komponen-komponennya.

Indikator                            

:Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen - komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem laiannya.

Kode Kompetensi                    : 020.KK.03.

Alokasi Waktu                        : 2 X 45 Menit.

 

B.    Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai pembelajaran diharapkan siswa dapat :

1)      Menjelaskan fungsi dari system pendingin(Kognitif)

2)      Menguraikan prinsip kerja system pendingin(Kognitif)

3)      Menyebutkan komponen sistem pendingin (Kognitif)

4)      Memeriksa kebocoran pada system pendingin(Psikomotor)

5)      Mengganti komponen system pendingin yang rusak (Afektif dan Psikomotor).

C.    Bahan dan Alat Pembelajaran

1.     Bahan

a.      Fungsi system pendingin

b.     Prinsip kerja system pendingin

c.      Komponen system pendingin

d.     Kebocoran pada system pendingin

e.      Komponen system pendingin yang rusak

 

2.     Alat

a.      Alat tulis

b.     Layar proyektor

c.      Laser penunjuk

d.     Papan tulis

e.      Laptop

f.      LCD

g.     kotak alat/toolbox

h.     Engine stand

i.       Tune up tester

j.       tubing cutter(pipa pemotong)

k.     reamer

l.       fluring fool(pengembang pipa)

m.   pembesar pipa

n.     alat pembuntu pipa

o.     tube bender(pembengkok pipa)

p.     amper tang

q.     termometer saku

D.    Metode Pembelajaran

            Dalam menyusun sebuah kegiatan belajar mengajar perlu sekiranya mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses belajar mengajar salah satunya mempersiapkan dan memilih metode apa yang cocok untuk digunakan dalam mata pelajaran tertentu. Dalam memilih metode pun harus disesuaikan dengan kondisi peseta didik dan mata pelajaran yang di ajarkan. Pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, penulis coba mengkombinasikan beberapa metode yang dapat memudahkan mencapai tujuan yang sudah di rumuskan terlebih dahulu.

Sebelum jauh membahas tentang metode apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, perlu kiranya memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran.

Menurut Hamzah B. Uno (2016:2) metode pembelajaran dapat di definisikan sebagai cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran bersifat procedural, yaitu berisi tahapan tertentu.

Menurut pupuh farhurrahman dalam suyadi (2013:15) metode adalah suatu cara atau proses atau prosedur yang di tempuh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis yang dilakukan oleh seseorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dari pendapat beberapa ahli di atas penulis mendefinisi metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, cara yang disusun  sesuai dengan tujuan intruksional dan kompetensi pada mata pelajaran yang di ajarkan. Setelah memahami makna dari metode seorang guru bisa menentukan atau memilih metode yang tepat dan cocok digunakan untuk mengajar mata pelajaran kompetensi kejuruan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-kompo pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, di awal sudah sempat disinggung bahwa penulis mencoba mengkombinasikan beberapa metode untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan sesuai dengan silabus. Sehingga perlu di pahami terlebih dahulu arti dari setiap metode yang digunakan dan implementasi yang akan digunakan pada mata pelajaran kompetensi kejuruan, adapun arti metode yang dipilih yaitu :

1.   Metode Ceramah

Menurut Saiful Bahri Djamarah dan aswan zain (2014: 97) metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional karna sejak dulu metode ini telah digunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar.

Sejalan dengan pendapat di atas Menurut R. Ibrahim dan Nana Syaodih (2010: 106) metode ceramah merupaka cara mengajar yang paling tradisional dan talah lama dilaksanakan oleh guru. Metode ceramah adalah penuturan bahan ajar secara lisan.

Hal ini sependapat dengan hal tersebut abdul majid (2010: 137) mengatakan metode ceramah merupakan cara menyampaikan materi atau ilmu pengetahuan dan agama kepada anak didik dilakukan secara lisan. Yang perlu diperhatikan, hendaknya ceramah mudah diterima, isinya mudah dipahami serta mampu menstimulasikan pendengar (anak didik) untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar dari isi ceramah yang di sampaikan.

Dari beberapa pendapat ahli diatas penulis berpendapat  dan menerapkan metode ceramah pada mata pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya. Metode ceramah adalah cara untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan lisan dari guru ke peserta didik. Jika di terapkan pada pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, maka guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan lisan dengan di bantu media pembelajaran untuk memudahkan guru menyampaikan materi ajar, sehingga diharapkan siswa dapat memahami terlebih dahulu materi yang akan di pelajari dan guru juga dapat menggunakan metode ceramah untuk pengantar sebelum kegiatan praktek dan evalusi praktek mata pelajaran tersebut.

 

2.    Metode demonstrasi

Menurut Saiful Bahri Djamarah dan aswan zain (2014: 91) metode demonstrasi merupakan cara penyajian pembelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang di pelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.

Dari pendapat ahli di atas penulis berpendapat dan menerapkan pada pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya dengan metode demonstrasi adalah cara pengajaran yang menggunakan media praga maupun media sesungguhnya untuk di pragakan atau di pertunjukan cara kerja atau proses dari materi tertentu yang di ajarkan.

Pada pelajaran  pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya, guru mempertunjukan dan meragakan cara memeriksa komponen sistem pendingin dan menujukan komponen-komponen yang perlu di identifikasi tentunya dengan bantuan metode  ceramah dan media praktek baik  media nyata maupun media yang telah dirakit untuk memudahkan proses praga. sehingga diharapkan setelah guru mendemonstrasikan siswa dapat melakukan praktek dan mencoba sendiri dalam memeriksa system pendingin.v

3.   Metode Diskusi

Menurut Killen dikutip dalam buku Wina Sanjaya (2016:154) Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasaahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu masalah, menjawab, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan.

Menurut Abdul Majid ( 2013:201-202 ) menyatakan bahwa diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 3-5 orang. Pelaksanaannya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi kedalam sub-masalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Setelah selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.

Jadi penggunaan metode diskusi dalam kelompok kecil untuk pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan agar mencapai indikator pembelajaran yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya dapat diterapkan untuk menghasilkan interaksi antara siswa agar suatu permasalahan dalam pembelajaran komponen system pendingin dapat dipecahkan.

4.   Metode Tanya Jawab

Menurut Sutikno (2013:92) metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab merupakan proses interaksi antara dua orang siswa atau lebih antara siswa dengan guru untuk saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan persoalan, dan mengambil keputusan bersama. Dengan jawaban-jawaban yang tepat yang disampaikan oleh siswa, maka guru dapat mengetahui taraf penguasaan materi, pengetahuan, wawasan dan kecakapan akademis para siswanya.

Dari pendapat  ahli di atas penulis berpendapat dan menerapkan pada pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya bahwa metode tanya jawab yaitu umpan balik yang diberikan oleh guru kepada peserta didik dengan alasan supaya peserta didik dapat mengingat kembali materi apa yang telah diterimanya. Dalam pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya ini metode tanya jawab dilakukan setelah proses penyampaian materi atau setelah praktek berlangsung siswa diberi kesempatan untuk bertanya.

E.     Media Pembelajaran

Dalam sebuah proses pembelajaran tidak dapat hanya mengandalkan metode jika ingin mencapai tujuan instruksional yang sudah di bentuk dan ingin di tuju sehingga metode pembelajaran harus berjalan beriringan dengan media sesuai dengan kebutuhan dari metode yang digunakan. Jika dilihat dari pengertian media pembelajaran penulis memberi pengertian yaitu, perantara atau pengantar yang digunakan untuk menyampaikan dan memudahkan seorang guru menyampaikan dan memberikan materi pembelajaran agar sampai pada tujuan yang ingin di tuju dan agar  siswa mudah memahami maksud yang ingin di sampaikan oleh guru. Pengertian di atas di perkuat oleh pendapat parah ahli yaitu sebagai berikut.

Menurut Saiful Bahri Djamarah dan aswan zain (2014: 91)  media pembelajaran adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, atau pun pristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

Sejalan dengan pendapat di atas R. Ibrahim dan Nana Syaodih (2010: 112) mengatakan media pembelajaran dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar.

Setelah melihat definisi media pembelajaran di atas penulis menggunakan beberapa media untuk mencapai mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya yaitu, Media berbasis cetakan, Media berbasis audio-visual, Media realita media ini dipilih untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dari mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya adapun penjelasan tentang media yang di gunakan dan  penerapan pada mata pelajaran adalah sebagai berikut.

1.     Media Berbasis Cetakan

Menurut Azhar Arsyad (2015;85)  Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menentukan enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.

Dari pendapat di atas penulis berpendapat dan menerapkan pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya yaitu media berbasis cetakan adalah media yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan buku teks, buku penuntun, fotocopy, dan lain sebagainya. Jika di terapkan pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya maka pada pelajaran ini membutuhakan buku yang digunakan sebagai sumber materi yang akan di sampaikan oleh guru dalam hal ini buku yang berkenaan dengan kompetensi kejuruan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya  dan buku yang digunakan adalah New Step, media cetak yang digunakan yaitu fotocopyan yang digunakan untuk job set yang digunakan pada saat praktek pemeriksaan system pendingin.

2.     Media Visual

Menurut Saiful Bahri Djamarah dan aswan zain (2014: 124) media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan.

Sejalan dengan pendapat di atas Wina Sanjaya (2015;211) mengatakan  media visual adalah media yang hanya dapat dilihat saja, tidak megandung unsur suara.

Dari pendapat para ahli diatas penulis berpendapat dan menerapkan pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya yaitu media visual. Media visual adalah media yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang hanya dalam bentuk gambar dan hanya mengandalkan indra penglihatan. Jika diterapkan pada mata perlajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya maka seorang guru dapat menggunakan media visual ini, seperti power point yang hanya menampilkan slite untuk menjelaskan materi dan dengan menggunakan bantuan metode ceramah maka guru dapat menyampaikan materi pelajaran dengan lebih mudah dan siswa dapat melihat dan memahami maksud dari materi yang di sampaikan oleh guru.

3.     Media realita (objek nyata atau benda sesungguhnya)

Menurut R. Ibrahim dan Nana Syaodih (2010: 118)  untuk mencapai hasil yang oktimum dari proses belajar mengajar, salah satu hal yang sangat disarankan adalah digunakanya pula media yang bersifat langsung dalam bentuk objek nyata dan realita.

Dari pendapat di atas penulis berpendapat dan menerapkan pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya yaitu media realita merupakan media yang digunakan guru dimana menggunakan alat peraga sesungguhnya (real), sehingga tujuan dari pembelajaran dapat di capai dengan optimal. Dalam mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan yaitu tentang mengoverhaul system pendingin dan komponen-komponennya media ini dapat digunakan untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang alat atau benda kerja secara real. Sehingga sebelum melakukan praktek langsung guru memperkenalkan komponen yang digunakan dalam  praktek, sehingga praktek dapat dilaksanakan dengan  baik dan efektif.

F. Sumber Belajar

a.       Buku system pendingin

b.      Modul/ Bahan Referensi, Dsb.

c.       New Steep

            H. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Metode

Alokasi Waktu

Pendahuluan

1.     Guru mengajak siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran

Ceramah

2 Menit

10 Menit

2.     Guru mengecek kehadiran siswa

Ceramah

3 Menit

3.     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Ceramah

5 Menit

Inti

1.      Guru menjelaskan dan menanyakan dengan cara menayangkan video kepada siswa tentang Fungsi sistem pendingin.

Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab

 

10 Menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

70 Menit

2.     Guru menguraikan lansung cara kerja sistem pendingin

Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab

 

15 Menit

3.     Guru menyebutkan secara rinci  kepada siswa  komponen sistem pendingin.

Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab

10 Menit

4.     Guru mengajarkan serta memberikan contoh dengan cara memperagakan kepada siswa bagaimana cara memeriksa kebocoran pada sistem pendingin

Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab

 

20 Menit

5.     Guru mengajarkan serta memberikan contoh dengan cara memperagakan kepada siswa bagaimana cara mengganti komponen sistem pendingin yang rusak

Kombinasi antara Ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab

 

15 menit

Penutup

1.     Guru Menyampaikan kesimpulan tentang materi praktik sesuai dengan tujuan

Kombinasi Ceramah, diskusi dan tanya jawab

 

3

 

10 Menit

2.     Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan  pesan motivasi  untuk siswa agar tetap belajar.

Kombinasi ceramah dan tanya jawab

5

3.     Guru menutup dengan salam dan berdoa

Ceramah

2

 

 

H. Soal dan Jawaban

Indikator Kompetensi

Tujuan Pembelajaran

Soal

Bobot Nilai

Memelihara/servis sistem pendingin dan komponen-komponennya.

Menjelaskan fungsi dari system pendingin

1. Jelaskan fungsi dari system pendingin

15

2. Sebutkan   fungsi dari system pendingin

10

Menguraikan cara kerja system pendingin

1. Sebutkan  cara kerja system pendingin

10

2. Jelaskan cara kerja system pendingin

15

Menyebutkan komponen sistem pendingin

1. Sebutkan komponen system pendingin

10

Memeriksa kebocoran pada system pendingin

1.Bagaimana cara memeriksa kebocoran pada system pendingin

20

Mengganti komponen system pendingin yang rusak

1. Bagaiamana langkah mengganti komponen system pendingin yang rusak sesuai dengan SOP.

20

 

1.         Sebutkan fungsi dari system pendingin?

            a. Untuk menyerap panas Mesin

            b. Untuk Mempertahankan temperature kerja mesin

            c. Untuk mempercepat mesin mencapai temperature kerja.

2.         Jelaskan  fungsi dari system pendingin?

     a.  Untuk menyerap panas mesin

Fungsi sistem pendinginan yang pertama adalah untuk menyerap panas pada mesin yaitu sebagian panas dari mesin yang tidak digunakan untuk dirubah menjadi energi gerak maka panas tersebut akan diserap oleh sistem pendingin. Bila panas tersebut tidak diserap maka mesin akan mengalami over heating dan akan mengakibatkan komponen-komponen mesin dapat rusak.

b. Untuk mempertahankan temperatur kerja mesin

Fungsi sistem pendingin yang kedua adalah untuk mempertahankan temperatur kerja mesin. Temperatur kerja mesin kurang lebih terjadi pada temperatur 80 sampai 90 derajat celcius, pada saat mesin telah mencapai temperatur kerjanya maka kinerja mesin akan optimal, namun jika termperatur kerja mesin kuran atau terlalu berlebih maka akan membuat kinerja mesin menjadi kurang, sehingga sistem pendingin ini akan berfungsi untuk menjaga temperatur mesin pada temperatur kerjanya.

Mesin yang masih dingin (belum mencapai temperatur kerja) maka akan mengakibatkan kerj mesin yang kurang, terjadi keausan yang berlebih dan terjadi emisi gas buang yang berlebih. Sedangkan mesin yang terlalu panas (temperatur kerja berlebihan) maka dapat menyebabkan komponen mesin menjadi cepat rusak karena pemuaian.

c. Untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja

Fungsi sistem pendingin yang ketiga adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kinerja mesin akan optimal bila mesin bekerja pada temperatur kerjanya. Untuk mempercepat mesin mencapat temperatur kerjanya maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan komponen thermostat yang salah satu fungsinya untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya.

3.         Sebutkan  cara kerja system pendingin?

            a. Cara kerja saat Temperatur Engine masih dingin

b. Cara kerja saat Temperatur Engine sudah mencapai temperature kerja atau panas.

4.         Jelaskan prinsip kerja system pendingin?

a. Cara kerja saat Temperatur Engine masih dingin

Ketika mesin dalam keadaan dingin, air pendingin juga masih dingin dan termostat masih tertutup, sehingga aliran air pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket untuk menyerap panas engine, kemudian karena thermostat tertutup maka aliran air pendingin melalui  by pass hose kembali ke water pump, dan seterusnya hingga thermostat terbuka.

b. Cara kerja saat Temperatur Engine sudah mencapai temperature kerja atau panas.

            Setelah mesin menjadi panas atau mencapai temperature kerja, thermostat terbuka sehingga aliran air pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket untuk menyerap panas engine, kemudian karena thermostat terbuka maka aliran air pendingin melalui thermostat ke upper hose menuju radiator sehingga saat air pendingin melalui radiator akan membuang panas (didinginkan) kemudian melalui lower hose kembali ke water pump untuk dipompa ke water jacket dalam keadaan lebih dingin dari sebelum melalui radiator.

5. Sebutkan  komponen system pendingin.

a)     Water jacket

b)     Selang masuk

c)     Selang keluar

d)     Radiator

e)     Thermostat     

f)      Pompa Air (Water Pump)

g)     Kipas Pendingin

h)     Tutup Radiator

i)      Reservoir tank

6. Bagaimana cara memeriksa kebocoran pada system pendingin?

Cara memeriksa kebocoran pada sistem pendingin adalah dengan cara gunakan radiator tester dan beri tekanan 1.2 kg/cm ke lubang tutup radiator.Alat yang digunakan untuk mengecek tutup radiator (radiator cup tester) dengan tekanan sistem pendingin (radiator tester) adalah sama hanya berbedada penyebutan saat penggunaan.

7. Bagaiamana langkah mengganti komponen system pendingin yang rusak sesuai dengan SOP.

            Tahap 1 : Melepas berbagai komponen sistem pendingin

a.      Langkah pertama yang perlu Anda lakukan ialah membuka kap mesin mobil dan menyangganya.

b.     Membuang air radiator dengan cara :

1)     Menyemprotkan udara pada sistem pendinginan agar air pendingin menjadi dingin.

2)     Menempatkan penampung air di bawah radiator.

3)     Mengendurkan tap atau sumbat dibawah radiator dan melepasnya.

c.      Melepas selang radiator dengan cara :

1)     Membuka klem-klem jenis pegas seperlunya.

2)     Mengendurkan klem-klem jenis kawat dengan kunci kombinasi

3)     Menarik selang radiator dari dudukan rumah thermostat dan rumah pompa.

d.     Melepas tali kipas :

1)     Mengendurkan beberapa putaran baut penyetel alternator.

2)     Menarik tali kipas diantara puli poros engkol dan pompa air.

3)     Mendorong alternator ke arah mesin sejauh mungkin, sehingga tali kipas akan mengendur.

4)     Melepas tali kipas dari puli alternator, kemudian dari puli pompa air dan puli poros engkol.

e.      Melepas alternator :

1)     Melepas baut penyetel dari alternator

2)     Melepas baut pengunci alternator

3)     Angkat alternator dan turunkan dari dudukannya dan letakkan pada tempat yang aman.

f.      Melepas pompa air :

1)     Mengendurkan baut-baut pompa secara menyilang

2)     Melepas pompa dari dudukannya.

Tahap 2 : Pemeriksaan berbagai komponen sistem pendingin

a.      Memeriksa secara visual kondisi fisik pompa air. Apakah ada keretakan atau tidak pada bagian selangnya. Jika iya, Anda perlu mengganti komponen tersebut.

b.     Membongkar konstruksi pompa air dan memeriksa konstruksinya :

1)     Melepas baut penutup sirip-sirip pompa air

2)     Melepas pompa air menggunakan palu atau menggunakan alat pres.

3)     Memeriksa kondisi fisik dari komponen-komponen pompa air

c.      Memeriksa tali kipas dari keretakan :

1)     Membalik tali kipas dan lengkungkanlah, periksa kondisi ujung tali kipas apakah terdapat keretakan atau tidak.

d.     Memeriksa tali kipas dari keausan :

1)     Membalik tali kipas, memasukkan ujung tali kipas pada puli alternator dan lihat celah antara puli dan tali kipas.

Tahap 3 : Langkah pemasangan dan penyetelan

a.      Memasang pompa air yang baru pada blok silinder dengan gasket yang baru :

1)     Membersihkan siller pada gasket dan permukaan bibir pompa air.

2)     Memasang pompa air dengan mengencangkan baut secara menyilang dan merata.

b.     Memasang alternator :

1)     Mengangkat alternator dan memasang pada dudukannya.

2)     Memasang baut pengunci alternator ke blok silinder

3)     Memasang baut penyetel alternator.

c.      Memasang tali kipas :

1)     Memasang tali kipas pada puli poros engkol dan puli pompa air kemudian pada puli alternator.

2)     Mengencangkan baut penyetel ketegangan tali kipas jangan sampai alternator tidak dapat ditarik ke belakang.

3)     Masukkan pengungkit di antara blok silinder dan alternator, kemudian ungkit alternator ke belakang.

4)     Mengencangkan baut penyetel.

5)     Menyetel ketegangan tali kipas antara puli pompa air dan alternator, tegangan tali harus kurang dari 10 mm

d.     Memasang selang radiator :

1)     Menghubungkan selang dari radiator ke pompa air dan kencangkan klem-klemnya.

2)     Menghubungkan selang dari radiator ke rumah thermostat dan memasang klem-klemnya.

3)     Mengisi air radiator dan menutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR OBSERVASI

 

Aspek                          : Afektif                                              Nama Siswa    :

Mata Pelajaran            : Praktek                                             No. Siswa        :

                                                                                                Kelas               :

No.

Komponen Yang Diobservasi

Bobot

1

2

3

4

1.

Disiplin didalam kelas

 

 

 

 

2.

keaktifan didalam kelas

 

 

 

 

3.

Pemahaman peserta terhadap materi Sistem Pendingin

 

 

 

 

4.

Tanggung jawab

 

 

 

 

5.

Sikap dan tingkah laku

 

 

 

 

Bobot Yang Diperoleh

 

Bobot yang diperoleh

Skor yang di peroleh   = -------------------------------------- x 100

                                                Bobot maksimum

 

 

 

 

 

 

 

No

Indikator

Instrumen

skor

1.

Disiplin dalam kelas

  • selalu mematuhi peraturan, berpakaian dan datang sesuai peraturan yang berlaku di sekolahan
  • mematuhi praturan, berpakaian rapi, tetapi datang tidak tepat waktu
  • kurang mematuhi peraturan, tidak berpakaian rapi dan datang tidak tepat waktu
  • sangat tidak mematuhi aturan yang berlaku di sekolah.

4

 

 

3

 

2

 

 

1

2.

keaktifan belajar

v sangat aktif di kelas, melakuan pembelajaran dengan seksama, dan bertanya apabila tidak memahaminya

v aktif di dalam kelas, melakukan pembelajaran dengan seksama, tidak berani bertanya apabila ada yang kurang paham

v kurang aktif di dalam kelas, tidak memperhatikan pembelajaran

v sangat tidak aktif, tidak memperhatikan pembelajaran di dalam kelas, sibuk dengan urusannya sendiri

 

 

4

 

 

3

 

 

 

2

 

1

3.

Memahami materi Sistem Pendingin

Ø  mampu menjelaskan system Pendingin, mampu memahami cara kerja dan mampu menyebutkan komponen

Ø  mampu menjelaskan system Pendingin, mampu memahami cara kerja, tetapi tidak mampu menyebutkan system Pendingin dengan runtut

Ø  kurang mampu menjelaskan system Pendingin, mampu mengerti cara kerja Pendingin tidak mampu menyebutkan komponen yang ada di system pendingin.

Ø  tidak mampu menjelaskan system Pendingin, tidak memahami cara kerja , dan tidak dapat menyebutkan komponen

 

4

 

 

3

 

 

 

2

 

 

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR OBSERVASI PROSES

 

Aspek                          :Proses                        Nama Siswa                : ……

Nama Pekerjaan          :                                   No.  Siswa                   :…….

                                                                        Kelas                           :…….

No

Komponen Yang Diobservasi

Bobot

1

2

3

4

1.

Menyebutkan fungsi system pendingin

 

 

 

 

2.

Menyebutkan cara kerja system pendingin

 

 

 

 

3.

Menyebutkan komponen system pendingin

 

 

 

 

4.

Bekerja sama dalam kelompok

 

 

 

 

5.

Cara pandang terhadap materi ajar

 

 

 

 

6.

Menyelesaikan tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bobot Yang Diperoleh

 

 

 

 

Bobot Yang Diperoleh

          Sekor Yang Diperoleh =------------------------------ x 100 =

Bobot Maksimum

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran Bahan Ajar

A.    Materi Ajar

SISTEM PENDINGIN

Hasil gambar untuk materi sistem pendingin pada mobil

A.    Pendahuluan

Pada umumnya mesin mobil menggunakan sistem pendinginan air, dan hanya sebagian kecil mobil saja yang menggunakan mesin berpendingin udara. Meskipun mesin menggunakan sistem pendinginan air, sebenarnya menggunakan juga udara secara tidak langsung sebagai pendingin.

Mesin atau motor atau engine mobil merupakan penghasil tenaga atau  power  yang akan dimanfaatkan untuk menjalankan mobil.   Tenaga atau power mesin dihasilkan dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang terjadi didalam ruang bakar silinder mesin. Mesin mobil yang ada di masyarakat Indonesia umumnya adalah mesin 4 tak atas 4 silinder dengan rentang putaran mesin terendah sekitar 700 rpm (rotasi per menit) sampai putaran mesin maksimum sekitar 8.000 rpm. Berarti pada mesin 4 silinder tersebut saat putaran terndah setiap menitnya akan terjadi 1.400 kali proses pembakaran dan pada putaran maksimum setiap menitnya akan terjadi 16.000 kali proses pembakaran, yang mana temperatur pembakaran dapat mencapai sekitar 2.000o C. Maka dapat dibayangkan bahwa komponen mesin terutama torak/piston, silinder, katup-katup dan kepala silinder mendapat beban panas yang luar biasa selama mesin hidup.

Oleh karena komponen utama mesin tersebut memiliki batas kemampuan terhadap beban panas, maka pada mesin dilengkapi dengan sistem pendinginan yang baik, sehingga panas pada komponen logam mesin yang berlebih dapat diserap (berpindah)  ke air pendingin dan selanjutnya ke udara. Dengan adanya sistem pendinginan, komponen mesin tetap terjaga kemampuannya terhadap beban panas yang ada, sehingga mesin mobil tetap dapat berfungsi dengan baik dalam waktu yang lama, bahkan banyak mesin mobil yang masih berfungsi baik setelah mobil digunakan lebih dari 30 tahun.

Fungsi sistem pendinginan pada mesin secara garis besar adalah sebagai berikut :

1. Untuk menyerap panas mesin

Fungsi sistem pendinginan yang pertama adalah untuk menyerap panas pada mesin yaitu sebagian panas dari mesin yang tidak digunakan untuk dirubah menjadi energi gerak maka panas tersebut akan diserap oleh sistem pendingin. Bila panas tersebut tidak diserap maka mesin akan mengalami over heating dan akan mengakibatkan komponen-komponen mesin dapat rusak.

2. Untuk mempertahankan temperatur kerja mesin

Fungsi sistem pendingin yang kedua adalah untuk mempertahankan temperatur kerja mesin. Temperatur kerja mesin kurang lebih terjadi pada temperatur 80 sampai 90 derajat celcius, pada saat mesin telah mencapai temperatur kerjanya maka kinerja mesin akan optimal, namun jika termperatur kerja mesin kuran atau terlalu berlebih maka akan membuat kinerja mesin menjadi kurang, sehingga sistem pendingin ini akan berfungsi untuk menjaga temperatur mesin pada temperatur kerjanya.

 

Mesin yang masih dingin (belum mencapai temperatur kerja) maka akan mengakibatkan kerj mesin yang kurang, terjadi keausan yang berlebih dan terjadi emisi gas buang yang berlebih. Sedangkan mesin yang terlalu panas (temperatur kerja berlebihan) maka dapat menyebabkan komponen mesin menjadi cepat rusak karena pemuaian.

3. Untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerja

Fungsi sistem pendingin yang ketiga adalah untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kinerja mesin akan optimal bila mesin bekerja pada temperatur kerjanya. Untuk mempercepat mesin mencapat temperatur kerjanya maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan komponen thermostat yang salah satu fungsinya untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya.

B.     Cara Kerja Sistem Pendinginan Air

Proses pendinginan adalah proses berpindahnya energi panas atau kalor dari zat yang bertemperatur lebih tinggi ke zat lain yang bertemperatur lebih rendah. Cara kerja sistem pendinginan air pada mesin dapat dijelaskan pada saat mesin sudah hidup, mulai dari kondisi temperatur mesin masih dingin atau bertemperatur udara luar atmosfir, kemudian diharapkan mesin cepat panas atau cepat mencapai temperatur kerja yang diinginkan (80°C s.d 100C) dan selanjutnya mempertahankan temperatur kerja mesin tersebut, jangan sampai temperatur mesin dibawah batas tersebut dan juga jangan sampai temperatur mesin diatas batas atas tersebut diatas (overheating).

Cara Kerja Sistem Pendingin Air

1.     Cara kerja saat Temperatur Engine masih dingin

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE8Bc6fwF8quNS8CC2uvmbXm1pAtEHEpOxiOxIRxNInhN2Z_Ug9uhEJa5hlRmxSNLrfAJW24Loqv7pUaGiBudZh5tBmv9uyZHcggD4KVwzK-wMk3iLdmhusIOikXXVlqIkKmPbzZyHXd8/s1600/ak.png

Gambar  1. Cara kerja saat temperatur Engine masih dingin

Ketika mesin dalam keadaan dingin, air pendingin juga masih dingin dan termostat masih tertutup, sehingga aliran air pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket untuk menyerap panas engine, kemudian karena thermostat tertutup maka aliran air pendingin melalui  by pass hose kembali ke water pump, dan seterusnya hingga thermostat terbuka.

2.     Cara kerja saat Temperatur Engine sudah mencapai temperature kerja atau panas.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjg4GiOWbj3VGLVugmB8pirPQAef0oynZw93kuQck8P1PTkCCNZIPrtIcuE_Mmwqy6-G4NFHZ_CnbvZTIR-TkCU0gjx2PHdRJXI2uJQilZfIwlUpjAMNBNDh_4GLnCrG9KenEDfYovoKg/s1600/as.png

Gambar  2. Cara kerja saat temperatur Engine sudah panas

 

Setelah mesin menjadi panas atau mencapai temperature kerja, thermostat terbuka sehingga aliran air pendingin dipompa oleh water pump ke water jacket untuk menyerap panas engine, kemudian karena thermostat terbuka maka aliran air pendingin melalui thermostat ke upper hose menuju radiator sehingga saat air pendingin melalui radiator akan membuang panas (didinginkan) kemudian melalui lower hose kembali ke water pump untuk dipompa ke water jacket dalam keadaan lebih dingin dari sebelum melalui radiator.

C.    Komponen Sistem Pendinginan Air

Komponen sistem pendinginan air pada mesin mobil seperti terlihat pada gambar berikut, selain air sebagai media utama pendingin serta udara yang melewati radiator, adalah

 

https://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep60/bintoro/5a.jpg

Gambar 3. Komponen Sistem Pendingin

Komponen :

1.     Water jacket

2.     Selang masuk

3.     Selang keluar

4.     Radiator

5.     Thermostat

 

6.     Pompa Air (Water Pump)

7.     Kipas Pendingin

8.     Tutup Radiator

9.     Reservoir tank

1.     Water jacket

Hasil gambar untuk water jacket

Gambar 4. Water Jacket

Selubung air atau lebih familiar dikenal dengan water jacket berfungsi sebagai tempat untuk menyerap panas mesin secara merata. Nama water jacket ini hanya sebuah istilah yang mengarah ke saluran air disekitar mesin.

Water jacket berbentuk saluran air didalam blok dan head cylinder yang terisi dengan air. Saat mesin menyala, panas yang dihasilkan oleh pembakaran akan meningkatkan suhu blok mesin dan kepala silinder.

Karena ada air yang mengalir pada saluran ini, maka panas tersebut akan juga mengalir mengikuti aliran air yakni ke arah radiator untuk didinginkan.

 

 

 

 

 

 

2.     Selang radiator

Hasil gambar untuk selang radiator mobil

Gambar 5. Selang Radiator

Fungsi selang radiator adalah untuk menyalurkan air dari mesin ke radiator dan kembali ke mesin. Meski fungsinya hanya menyalurkan air, komponen ini tidak bisa disepelekan. Selang radiator dituntut untuk fleksibel namun harus kuat menahan suhu air yang hampir mendidih. Oleh sebab itu, selang radiator terbuat dari karet khusus yang didesain untuk bertahan pada suhu tinggi namun fleksibel.

Terhitung ada sekitar tiga jenis selang pada sistem pendingin yakni ;

·        Radiator inlet hose (2), adalah selang input radiator yang mengalirkan air panas dari mesin.

·        Radiator outlet hose (3), adalah selang output radiator yang mengakirkan air bersuhu rendah untuk disalurkan kembali ke water jacket.

·        By pass hose, selang ini menjadi selang pembagi menuju beberapa komponen sekaligus. Seperti untuk disalurkan ke reservoir tank atau heater.

 

 

 

 

3.     Radiator

Hasil gambar untuk radiator mobil

Gambar 6. Radiator

Radiator adalah komponem berbentuk lempengan besi yang digunakan untuk mendinginkan air pendingin. Prinsip kerja radiator adalah dengan memindahkan suhu dari air ke udara.

Dalam sebuah radiator akan ditemui beberapa bagian seperti

Hasil gambar untuk komponen radiator mobil

Gambar 5. Bagian-bagian Radiator

·        Upper tank, merupakan tanki untuk menampung air panas atau air dari mesin.

·        Lower tank, merupakan tanki untuk menampung air yang sudah didinginkan dan siap dikirim kembali ke mesin.

·        Radiator core, merupakan saluran berbentuk pipih yang menghubungkan ruang upper tank dan lower tank. Jumlah core ini menentukan berapa daya pendinginan yang mampu diemban radiator.

·        Sirip radiator, merupakan seng tipis yang tersusun diantara beberapa core pada permukaan radiator. Sirip ini digunakan sebagai penerima panas dari core sekaligus melepaskan panas ke udara yang melewatinya.

Radiator bekerja dengan memanfaatkan aliran udara yang melewati sirip-sirip radiator. Mekanismenya, air yang memiliki suhu panas akan disalurkan ke radiator core. Disini panas akan berpindah ke radiator core dan langsung disalurkan kesirip radiator, karena kedua bahan ini merupakan konduktor. Saat ada udara melewati sirip maka panas akan berpindah ke aliran udara tersebut.

4.     Reservoir tank

Hasil gambar untuk reservoir radiator

Gambar 7. Reservoir Tank

Tabung ini berfungsi untuk menyimpan air pendingin yang mengalami penguapan. Saat mesin dalam suhu tinggi, air pendingin akan menguap dan berakibat pada peningkatan tekanan udara didalam sistem. Untuk menstabilkan tekanan udara tersebut, air yang menguap akan disalurkan ke dalam sebuah tabung melalui tutup radiator. Didalam tabung ini, uap air akan kembali diembunkan agar menjadi zat cair. Uap yang sudah berubah wujud didalam reservoir dapat kembali disalurkan kedalam sistem pendingin ketika tekanan didalam sistem mengalami kevakuman. Ini akan mencegah terjadinya pengurangan air pendingin.

 

 

5.     Thermostat

Hasil gambar untuk thermostat mobil

Gambar 8. Thermostat

Thermostat adalah komponen seperti valve yang berfungsi mempercepat mesin mencapai suhu kerjanya. Cara kerja thermostat adalah dengan menutup saluran menuju selang inket radiator ketika mesin belum mencapai suhu kerja (±80 derjat celcius) dan membukanya secara otomatis apabila suhu mesin panas. Thermostat bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan lilin khusus yang bereaksi terhadap suhu yang mengenainya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWnjkf9RJvRdS2d4m4VsoYSp5F0zU-bJMdCxoYSOXA-FgkzTN8kZc8XcLQDkTFb6K4qWPnVi3-bJ50NlFl4DbTT9r9PReL2KpkHYmfTAxh1FH8IwISZl-ymL2WDMXnv9kv4qeejJ07sKTW/s1600/Thermostat.jpg

Gambar 9. Thermostat dengan dan tanpa katub bypass

Dengan Katup By Pass :

Komponennya

1. valve

2. Cylinder

3. Bypass Valve

4. Wax

5. Jiggle Valve

Tanpa Katup By Pass :

Komponennya

1. valve

2. Cylinder

4. Wax

5. Jiggle Valve

Thermostat Tanpa Katup By Pass :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiu4bCRQU5ZZwdBl8NMnIOslpTW8Z46YL2d4ZqSvFZ5IJzqbNYZXMzz7PwY4rA8sSXTpk_vm2cl4_3PDMm3_a_N_gBfpGqB9u2nVYdY5PEDPOO4QV6tOe64VPnNb_NX5PwaUw_IdbrLROhX/s320/Thermostat+Tanpa+Katup+By+Pass.jpg

Gambar 10. Posisi Thermostat tanpa katub bypass

a.      Saat Temperatur Rendah :

Saluran air ke radiator ditutup oleh thermostat sehingga air Akan mengalir dari blok silinder ke pompa melalui saluran bypass

b.     Saat Temperatur Panas :

Saluran air ke radiator dibuka ( thermostat sudah terbuka )sehingga air akan mengalir

·       Dari blok silinder ke radiator - pompa – blok silinder

·       Dari blok silinder – melalui saluran bypass – pompa – blok silinder

Thermostat Dengan Katup By Pass

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7DZ7ikj1It2yM8PobmnmCeBLZKfFol4sslGzMDcLGijFx3jWk6zgbGeF2XoKcZO4CzFgMVhipmLgnmErljYuDh7LwVJNgcJO8ZfJJrdRDApAyNuOFpm5qZBhaTyUUc934fCwwRPJpMGc9/s320/Thermostat+Dengan+Katup+By+Pass.jpg

Gambar 12. Posisi Thermostat dengan katub bypass

a.      Cara Kerja Saat Temperatur Dingin :

Saluran bypass yang ada pada thermostat  terbuka sehingga alirannya

Blok mesin – saluran bypass – Water Pump - Blok mesin

b.     Cara Kerja Saat Temperatur Panas :

Saluran bypass yang ada pada thermostat tertutup sehingga alirannya Blok mesin – radiator – Water Pump - Blok mesin ( tidak ada air yang melewati saluran bypass ) Sehingga pendinginan pada saat mesin panas lebih efektif

6.     Pompa air

Gambar terkait

Gambar 13. Pompa Air (Water Pump)

Fungsi pompa air hanya satu, yakni untuk mensirkulasikan air pendingin agar bisa berpindah. Pompa air umumnya terletak didalam water jacket, ketika thermostat menutup pompa ini akan menimbulkan aliran air didalam water jacket yang membantu meratakan panas mesin. Ketika thermostat terbuka, pompa ini akan mengalirkan air dari water jacket menuju radiator untuk didinginkan. Sama halnya dengan kipas pendingin, komponen ini juga ada dua versi. Versi konvensional yang digerakan tenaga mesin dan versi elektrik yang digerakan oleh tenaga listrik.

7.     Kipas pendingin

Hasil gambar untuk kipas radiator

Gambar 14. Kipas Radiator

Kipas pendingin berfungsi untuk mendinginkan radiator. Prinsip kerja cooling fan yakni dengan mengalirkan udara dari luar melewati sirip radiator. Kipas pendinghin ada dua macam yakni kipas konvensional dan kipas elektrik. Kipas konvensional akan digerakan oleh tenaga mesin melalui drive belt sementara kipas elektrik digerakan oleh motor listrik.

8.     Tutup radiator

https://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep60/bintoro/5c.jpg

Gambar 15. Tutup Radiator

Tutup radiator berfungsi sebagai penutup bagian upper tank radiator sekaligus menjaga tekanan udara didalam sistem pendingin. Konstruksi tutup ini tidak seperti tutup botol atau tutup lain, karena ada mekanisme pengatur tekanan maka ada bagian-bagian lain didalam tutup ini.

Bagian utama adalah pegas yang mendorong sebuah katup kearah bawah. Dalam posisi normal, pegas ini akan mendorong katup sehingga katu bisa menutup saluran radiator. Sementara saat tekanan didalam radiator meningkat, tekanan itu akan melawan pegas dan menyebabkan terbukanya katup. Akhirnya uap bertekanan keluar dari dalam radiator dan tekanan menjadi lebih stabil.

a.      Saat Mesin Panas

Saat mesin/motor hidup dan menjadi panas (mencapai temperatur kerja), maka temperatur dan tekanan air pendinginan akan naik dan volume air mengembang, maka katup pelepas akan membuka pada tekanan ‘teknik’ 80-120 kPa(0.8-1.2 bar), akibatnya air akan mengalir ke reservoir dan berhenti ketika katup pelepas kembali menutup pada saat tekanan air dalam radiator turun dibawah 80-120 kPa(0.8-1.2 bar).

b.     Saat Mesin Dingin

Setelah mesin/motor dimatikan, maka semakin lama temperatur mesin dan air akan semakin turun bahkan mencapai temperatur udara luar/atmosfir serta volume air menyusut. Akibatnya akan terjadi ruang kosong dan vakum (dibawah tekanan atmosfir) diatas permukaan air pendingin dalam radiator. Dengan terjadinya vakum ini maka katup vakum radiator  akan membuka,akibatnyaair pendingin dalam tangki reservoir yang bertekanan atmosfir akan mengalir (terisap) masuk memenuhi ruang dalam radiator, dan selanjutnya kevakuman diatas air dalam radiator semakin hilang dan katup vakum kembali tertutup.

9.     V-belt 

Hasil gambar untuk v belt

Gambar 16. V- belt

Berfungsi untuk menggerakkan kipas pendingin (kipas radiator) dan juga pompa air.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.    Pemeriksaan sistem pendingin

1.     Pemeriksaan air pendingin / coolant

https://4.bp.blogspot.com/-kgRPmg-HICk/WZxilx-FUUI/AAAAAAAAABI/lUeIhwKPVxMBxlqEzzl8ZKU93uyNQa9ygCEwYBhgL/s400/P_20170811_141306.jpg

Gambar 17. Pemeriksaan Ciran Reservoir

a.      Cek reservoir apakah isinya cukup, apabila isinya terlalu rendah maka tambahkan air sampai posisi full pada reservoir.

b.      Jangan mengisi reservoir hingga penuh atau melebihi tanda full. Karena jika radiator dalam kondisi panas reservoir akan terisi cairan dari radiator dan akan menyebabkan penambahan air dalam reservoir.

c.      Cek apakah kondisi air atau coolant dalam reservoil maupun radiator dalam kondisi baik (tidak bercampur karat atau berubah warna menjadi kekuning-kuningan). 

2.     Periksa kebocoran sistem pendingin

https://2.bp.blogspot.com/-z2h9LLQQFA4/WZximDC7G1I/AAAAAAAAABM/xdzHi-nE5B4nko5ixaaDcsvOCWkgyjOewCEwYBhgL/s400/radiator%2Bcup%2Bterster.jpg

Gambar 18. Pemeriksaan Kebocoran Radiator

Gunakan radiator tester dan beri tekanan 1.2 kg/cm ke lubang tutup radiator.
Alat yang digunakan untuk mengecek tutup radiator (radiator cup tester) dengan tekanan sistem pendingin (radiator tester) adalah sama cuman beda penyebutan saat penggunaan.

Lakukanlah pemeriksaan seperti berikut :

a.    Periksa radiator dan slang radiator apakah ada kerusakan atau kebocoran

b.    Periksa apakah clamp (penjepit) slang radiator longgar 

c.    Periksa disekeliling mesin maupun radiator apakah ada kebocoran saat diberi tekanan oleh radiator tester

3.     Lihat dan perisa tutup radiator

https://2.bp.blogspot.com/-78S8XOj7faU/WZxinSAEtpI/AAAAAAAAABY/sSMvyCQPEEEjF6pLi_HVHjWwmY6IqFVOwCEwYBhgL/s400/tutup%2Bradiatir%2Bcek.jpg

Gambar 19. Pemeriksaan Tutup Radiator secara visual

a.    Periksa seal packing apakah retak atau berubah bentuk (melintir)

b.    Periksa katup dan dudukan katup apakah melintir

c.    Periksa apakah ada benda asing berada antara katup dan dudukan katup

4.   Pemeriksaan tekanan pembukaan katup tutup radiator

https://2.bp.blogspot.com/-mFhBVQlel2c/WZximqjyFlI/AAAAAAAAABY/cYP5z58R_vc6PEXL0YouJfRWjxCAyAxngCEwYBhgL/s400/raiator%2Bterster.jpg

Gambar 20. Pemeriksaan Kerja Katup Tutup Radiator

Tekanan pembukaan

0.75  - 1.05 kg/cm

Batas : 0.6 kg/cm

Kemungkinan perbedaan antar mobil maka gunakan buku panduan perbaikan mobil tersebut.

E. Kerusakan, Kekurangan dan Gangguan pada Sistem Pendinginan

1.   Kekurangan atau kehabisan air pada radiator dan reservoir.

2.   Sabuk penggerak (fan belt) pompa air kendor atau putus.

3.   Selang-selang air radiator tidak tersambung dengan baik, retak-retak atau bocor.

4.   Radiator kotor atau bocor.

5.   Termostat tidak dipasang atau rusak dalam kondisi terbuka terus atau

6.   Termostat rusak dalam kondisi tertutup terus.

7.   Tutup radiator tidak menutup dengan rapat atau katup pelepas dan katup vakumnya tidak dapat terbuka.

8.   Seal pompa air bocor.

Sebelum memulai proses pemeriksaan, perbaikan, serta penggantian komponen, terdapat beberapa alat dan bahan yang perlu Anda siapkan diantaranya ialah :

·              Water pump yang baru

·              Tali kipas yang baru

·              Kunci kombinasi 12,14 mm

·              Obeng (+) dan (-)

Tahap 1 : Melepas berbagai komponen sistem pendingin

  1. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan ialah membuka kap mesin mobil dan menyangganya.
  1. Membuang air radiator dengan cara :

·      Menyemprotkan udara pada sistem pendinginan agar air pendingin menjadi dingin.

·      Menempatkan penampung air di bawah radiator.

·      Mengendurkan tap atau sumbat dibawah radiator dan melepasnya.

  1. Melepas selang radiator dengan cara :

·      Membuka klem-klem jenis pegas seperlunya.

·      Mengendurkan klem-klem jenis kawat dengan kunci kombinasi

·      Menarik selang radiator dari dudukan rumah thermostat dan rumah pompa.

  1. Melepas tali kipas :

·      Mengendurkan beberapa putaran baut penyetel alternator.

·      Menarik tali kipas diantara puli poros engkol dan pompa air.

·      Mendorong alternator ke arah mesin sejauh mungkin, sehingga tali kipas akan mengendur.

·      Melepas tali kipas dari puli alternator, kemudian dari puli pompa air dan puli poros engkol.

  1. Melepas alternator :

·        Melepas baut penyetel dari alternator

·        Melepas baut pengunci alternator

·        Angkat alternator dan turunkan dari dudukannya dan letakkan pada tempat yang aman.

  1. Melepas pompa air :

·        Mengendurkan baut-baut pompa secara menyilang

·        Melepas pompa dari dudukannya.

Tahap 2 : Pemeriksaan berbagai komponen sistem pendingin

  1. Memeriksa secara visual kondisi fisik pompa air. Apakah ada keretakan atau tidak pada bagian selangnya. Jika iya, Anda perlu mengganti komponen tersebut.

2.   Membongkar konstruksi pompa air dan memeriksa konstruksinya :

· Melepas baut penutup sirip-sirip pompa air

· Melepas pompa air menggunakan palu atau menggunakan alat pres.

· Memeriksa kondisi fisik dari komponen-komponen pompa air

  1. Memeriksa tali kipas dari keretakan :

·        Membalik tali kipas dan lengkungkanlah, periksa kondisi ujung tali kipas apakah terdapat keretakan atau tidak.

  1. Memeriksa tali kipas dari keausan :

·        Membalik tali kipas, memasukkan ujung tali kipas pada puli alternator dan lihat celah antara puli dan tali kipas.

Tahap 3 : Langkah pemasangan dan penyetelan

  1. Memasang pompa air yang baru pada blok silinder dengan gasket yang baru :

·        Membersihkan siller pada gasket dan permukaan bibir pompa air.

·        Memasang pompa air dengan mengencangkan baut secara menyilang dan merata.

  1. Memasang alternator :

·        Mengangkat alternator dan memasang pada dudukannya.

·        Memasang baut pengunci alternator ke blok silinder

·        Memasang baut penyetel alternator.

  1. Memasang tali kipas :

·        Memasang tali kipas pada puli poros engkol dan puli pompa air kemudian pada puli alternator.

·        Mengencangkan baut penyetel ketegangan tali kipas jangan sampai alternator tidak dapat ditarik ke belakang.

·        Masukkan pengungkit di antara blok silinder dan alternator, kemudian ungkit alternator ke belakang.

·        Mengencangkan baut penyetel.

·        Menyetel ketegangan tali kipas antara puli pompa air dan alternator, tegangan tali harus kurang dari 10 mm

  1. Memasang selang radiator :

·        Menghubungkan selang dari radiator ke pompa air dan kencangkan klem-klemnya.

·        Menghubungkan selang dari radiator ke rumah thermostat dan memasang klem-klemnya.

·        Mengisi air radiator dan menutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Majid. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Arsayd Azhari. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2014. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Hamzah B Uno. 2016. Model Pembelajaran. Jakartaa: Bumi Aksara.

Ibrahim R dan Nana Syaodih. 2010. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Toyota. 2011. New Step 1 Training Manual. PT. TOYOTA ASTRATRAINING CENTER.

Wina Sanjaya. 2016. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.

(Sistem Pendingin Mobil) http://baru-belajar-mesin.blogspot.com/2014/06/sistem-pendinginan-mobil.html (diakses pada 9 desember 2019 jam 11.37 WIB)

(Sistem Pendingin pada Mobil) (https://www.bisaotomotif.com/2015/11/sistem-pendingin-cooling-system-pada-mobil.html (diakses pada 9 desember 2019 jam 11.50 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar