Total Tayangan Halaman

Jumat, 18 Desember 2020

Laporan Magang 3 USTjogja di SMK Tunas Wiyata Way Tuba

 

LAPORAN MAGANG III

 

PADA MASA PANDEMI COVID-19

 

DI SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

 

Nama              : Ferri Anggriawan

 

NIM                : 2017006073

 

Kelompok      : 7

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK MESIN

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

 

YOGYAKARTA

 

2020

 

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN MAGANG III

PADA MASA PANDEMI COVID-19

 

Tempat Magang III    : SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA

Waktu Pelaksanaan     : 4 September 2020 sampai dengan 30 Oktober 2020

 

Telah diterima dan disahkan

Yogyakarta, 4 Desember 2020

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20201218_064917_1.jpg

Ferri Anggriawan

NIM. 20170006073

 

Menyetujui,

Kepala Sekolah

 

 

Tisnawati, S.Pd., M.M.,

 

DPL,

 

 

Drs. Ir. Suparmin, M.T.

NIDN.007055910

 

Mengetahui,

Koordinator Magang,

 

 

Nanang Bagus Subekti, S.Pd., M.Ed.

NIDN. 0508067702

Dekan FKIP UST,

 

 

Dr. Rosidah Aliim Hidayat, M.Pd.

NIDN. 0504108501


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya serta senantiasa memberi kesempatan kepada kami dalam menyelesaikan laporan Magang III dengan baik. Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Magang III bagi para mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam proses pelaksanaan magang, tentunya tidak terlepas dari pihak-pihak yang mendukung, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, rasa terima kasih saya ucapkan kepada:

1.      Dr. H. Pardimin, M.Pd., selaku Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta;

2.      Nanang Bagus Subekti, S.Pd., M.Ed., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta;

3.      Drs. Ir. Suparmin, M.T., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Pendidikan Vokasional Teknik Mesin Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta;

4.      Rosidah Aliim Hidayat, M.Pd., selaku Koordinator Magang III Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta;

5.      Drs. Ir. Suparmin, M.T., selaku Dosen Pembimbing Magang yang telah mendampingi dan membimbing penulis selama melaksanakan Magang III;

6.      Tisnawati, S.Pd., M.M., selaku Kepala Sekolah SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA yang telah memberikan kesempatan serta membimbing penulis untuk melaksanakan magang III di SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA;

7.      Bapak/Ibu guru serta Karyawan SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA yang telah membantu dan membimbing penulis untuk melaksanakan magang III di SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA;

8.      Pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan, yang telah memberikan bantuan, do’a serta dukungannya yang berhubungan dengan pelaksanaan

magang III.

Penyusunan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga masih banyakkesalahan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk menjadikan laporan ini menjadi lebih baik dan menjadi lebih baik dan menjadi pedoman untuk penyusunan laporan selanjutnya.

 

 

Yogyakarta, 4 Desember 2020

 

 

 

Penyusun,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

COVER.. i

LEMBAR PENGESAHAN.. ii

KATA PENGANTAR.. iii

DAFTAR ISI. v

DAFTAR LAMPIRAN.. vi

BAB I PENDAHULUAN.. 1

A.    Latar Belakang. 1

B.    Tujuan. 6

C.    Manfaat 7

BAB II PROFIL TEMPAT MAGANG III. 8

A.    Budaya Tempat Magang III. 8

B.    Struktur Organisasi Tempat Magang III. 8

BAB III KEGIATAN MAGANG III. 11

A.    Praktik Pelaksanaan Pembelajaran. 11

B.    Praktik Persekolahan. 14

BAB IV  PENUTUP. 15

A.    Dokumentasi 15

B.    Kesimpulan dan Saran. 17

1.       Kesimpulan. 17

2.       Saran. 17

LAMPIRAN.. 18

 


 

DAFTAR LAMPIRAN

 

 

Lampiran 1 Rencana Magang III  ..................................................................... 19

 

Lampiran 2 Catatan Harian Mahasiswa Magang III ........................................ 21

Lampiran 3 Surat Permohonan Tempat Magang III ......................................... 23

Lampiran 4 Surat Pemberian Izin Sekolah ........................................................ 25

Lampiran 5 Surat UcapanTerimakasih ..................................................................

Lampiran 6 Surat Keterangan .....................................................................

Lampiran 7 RPP 1........................................................................................

Lampiran 8 RPP 2..................................................................................................

 

Lampiran 9 RPP 3 &4 ...........................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

 PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

 

Pandemi Covid-19 berdampak pada segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Pengaruhnya di bidang pendidikan khususnya pada lembaga pendidikan guru, FKIP UST melakukan adaptasi dalam menyiapkan lulusannya untuk menjadi calon guru yang profesional.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan berkewajiban membekali lulusannya untuk menjadi seorang calon guru profesional dan mampu beradaptasi dalam segala kegiatan pendiikan. Era saat ini merupakan era yang dijuluki dengan “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Era tersebut merupakan suatu era yang merupakan dampak dari pendemi Covid-19 berdampak pada segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Pengaruhnya di bidang pendidikan khususnya pada lembaga pendidikan guru, FKIP UST perlu melakukan adaptasi dalam menyiapkan lulusannya untuk menjadi calon guru profesinal yang dimaksudkan tersebut.

Berdasarkan siaran pers yang dilakukan Kemendikbud Nomor: 137/sipres/A6/VI/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 pembelajaran untuk Perguruan Tinggi (PT) dilaksanakan secara daring. Hal tersebut menjadi pertimbangan FKIP UST dalam pelaksanaan perkuliahan Magang III. Periode semester gasal tahun ajaran 2020/2021, FKIP UST menerapkan skenario khusus dalam perkuliahan magang III. Skenario khusus ini diwujudkan sebagai bentuk adaptasi dengan “Adaptasi Kebiasaan baru”.

 

Pada masa “Adaptasi Kebiasaan Baru” pelaksanaan magang III di FKIP UST disamping dalam rangka menyiapkan calon guru profesional juga memprioritaskan kesehatan dan keselamatan mahasiswa, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan magang III pada masa ini terdapat dua skema, pertama, pelaksanaan magang III yang berkolaborasi dengan orangtua yang pelaksanaannya di rumah (bisa mahasiswa atau di rumah siswa). Dari dua skema itu, mahasiswa dapat memilih salah satu skema sesuai dengan kondisi yang ada di daerahnya masing-masing.

 

1.   Pengertian

 

Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu jenjang pendidikan menengah dengan kekhususan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja. Pendidikan kejuruan mempunyai arti yang bervariasi namun dapat dilihat suatu benang merahnya. Menurut Evans dalam Djojonegoro (1999) mendefinisikan bahwa pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya. Dengan pengertian bahwa setiap bidang studi adalah pendidikan kejuruan sepanjang bidang studi tersebut dipelajari lebih mendalam dan kedalaman tersebut dimaksudkan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Adapun SMK di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sekolah dasar negeri dan SMK swasta. SMK negeri merupakan sekolah yang dikelola langsung oleh pemerintah, sedangkan SMK swasta merupakan sekolah yang didirikan sekaligus dikelola oleh pihak yayasan.

Guru dalam sekolah adalah salah satu unsur penting yang harus ada sesudah siswa. Apabila seorang guru tidak mempunyai sikap profesional, maka murid yang di didik akan sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini karena guru adalah salah satu tumpuan bagi negara dalam hal pendidikan. Dengan adanya guru profesional dan berkualitas maka mampu mencetak anak bangsa yang berkualitas pula. Kunci yang harus dimiliki oleh setiap pengajar adalah kompetensi. Kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.

Magang III merupakan salah satu mata kuliah kependidikan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S-1 FKIP UST untuk mendapatkan gelar sarjana Pendidikan, dengan capaian pembelajaran magang III adalah mampu menyusun RPP daring berbasis TIK sesuai dengan bidang keahliannya serta mampu melaksanakan pembelajaran terbimbing secara daring yang berpedoman pada ajaran Tamansiswa. Magang III merupakan bagian penting dan merupakan prakondisi dari sistem penyiapan guru professional. Magang III dilaksanakan selama dua bulan yang berlokasi di SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA, Way Tuba, Way Kanan.

2.      Landasan Hukum

 

a.       UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 40 Ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut.

 

Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban:

 

1)      Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis;

 

2)      Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan

 

3)      Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

 

 

b.      PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28

 

1)      Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

 

2)      Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

3)      Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi:

 

a)      Kompetensi pedagogik;

b)      Kompetensi kepribadian;

c)      Kompetensi profesional; dan

d)     Kompetensi sosial.

 

4)      Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan.

5)      Kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan (4) dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan Menteri.

 

c.       UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

 

Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagodik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Sertifikat pendidikan diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan dan diberikan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditunjuk oleh Dikti Depdiknas.

 

 

d.      Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Pasal 1 Ayat 1

 

KKNI adalah kerangka perjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

 

 

e.       Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Bagian keempat Pasal 10 ayat 1 dan 2 dilanjutkan pasal 13 ayat 1, pasal 14 ayat 4 dan 5, serta pasal 26 ayat 6 dan 7.

 

Pasal 10 ayat 1 dan 2:

 

1)      Standar proses pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan.

 

2)      Standar proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mancakup:

 

a)      karakteristik proses pembelajaran

1.      perencanaan proses pembelajaran

 

2.      pelaksanaan proses pembelajaran; dan

 

3.      beban belajar mahasiswa

 

f.       UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 29 ayat 1 dan 2

 

1)      Kerangka Kualifikasi Nasional merupakan penjenjangan capaian pembelajaran yang menyetarakan luaran bidang pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja dalam rangka pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan diberbagai sektor.

 

2)      Kerangka Kualifikasi Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi acuan pokok dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

 

 

g.      Peraturan Akademik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa tahun 2019

 

h.      Siaran Pers Kemendikbud Nomor: 137/sipres/VI/2020

 

i.        Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

 

 

B.     Tujuan

 

Magang III dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa sebagai calon guru memiliki kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial. Secara khusus, magang III bertujuan untuk memberikan pengalaman awal tambahan sesuai dengan kewenangan tambahan yang akan diberikan kepada calon guru. Selain itu, magang III juga bertujuan untuk menyiapkan kemampuan awal calon tenaga pendidik dengan mengalami langsung cara, metode, strategi, dan pendekatan mengajar pada masing-masing kelas sesuai dengan karakter peserta didik dan kondisi lingkungan.

 

C. Manfaat

 

Program Magang III diharapkan dapat bermanfaat bagi:

 

1.      Bagi mahasiswa

 

a.       Mendapatkan pemahaman, penghayatan, dan pengalaman di bidang yang ditekuni yaitu calon tenaga pendidik;

 

b.      Mendapatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap proses pembelajaran di kelas selama pandemi covid-19; dan

 

c.       Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk melaksanakan pembelajaran dan kegiatan managerial di sekolah.

 

2.      Bagi sekolah

 

a.       Menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah tempat magang dengan FKIP UST Yogyakarta;

 

b.      Memperoleh kesempatan untuk ikut serta dalam menyiapkan calon guru yang berdedikasi dan profesional; dan

 

c.       Mendapatkan bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan pengembangan di sekolah.

 


BAB II

PROFIL TEMPAT MAGANG III

 

 

A. Budaya Tempat Magang III

 

SMK Tunas Wiyata Way Tuba memiliki berbagai macam kegiatan yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19. Kegiatan pembelajaran di SMK Tunas Wiyata Way Tuba dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). Namun guru dan karyawan tetap datang ke sekolah setiap hari. Guru dan karyawan datang ke sekolah pukul 12.05 sampai dengan pukul 17.05 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah selama pandemi Covid-19 menggunakan media Whatsapp Group (WAG) untuk menyampaikan materi pembelajaran, tugas, dan memantau siswa dalam kegiatan pembelajaran.

 

Kegiatan pembelajaran secara daring dimulai pada pukul 12.05 WIB melalui Whatsapp Group (WAG) yang dipimpin oleh wali kelas/ guru mapel masing-masing. Setelah pembelajaran daring, siswa diberikan tugas atau latihan mengenai pembelajaran pada hari itu.

 

Sistem pengumpulan tugas siswa dilakukan terjadwal ke sekolah secara bergantian sesuai dengan jadwal kelas setiap satu bulan sekali. Pengumpulan tugas siswa per kelas juga dilakukan secara terbatas yaitu dengan pengelompokkan pada jam tertentu.

 

B.     Struktur Organisasi Tempat Magang III

1. Profil Sekolah

 

a.  Identitas Sekolah

 

1)

 

Nama Sekolah

 

: SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA

2)

NPSN

: 10810194

3)

Jenjang Pendidikan

: SMK

4)

Status Sekolah

: Swasta

5)

 

Alamat Sekolah

 

: Jl. Mayjen Ryacudu No.27, Way Tuba, Way Kanan


a)

RT/RW

:5/0

b)

Kode Pos

: 34767

c)

Kelurahan

: Way Tuba

d)

Kecamatan

: Way Tuba

e)

Kabupaten/Kota

: Way Kanan

f)

Provinsi

: Lampung

g)

Negara

: Indonesia

6)  Posisi Gegografis

: -

b.      Visi

 

“Terciptanya  Generasi  yang  Bertaqwa,  Berakhlak  Mulia,  Cerdas,

 

Terampil, dan berani”

 

 

c.       Misi

 

1)      Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut.

 

2)      Menanamkan budi pekerti guna pembentukan perilaku dan pembiasaan yang berakhlak mulia.

 

3)      Menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan bermutu sehingga potensi siswa berkembang optimal.

 

4)      Menggali dan mengembangkan kreativitas sehingga siswa menjadi terampil.

 

5)      Menumbuhkan rasa percaya diri sehingga siswa menjadi pemberani.

 

 

d.      Branding Sekolah

 

“SMK Tunas Wiyata (Bisa!)”

 


2.     Struktur Organisasi SMK Tunas Wiyata Way Tuba

 

Description: 31bb57a5-2ebd-41d5-8ab9-a3a0ec5ad061.jpg


BAB III

KEGIATAN MAGANG III

 

 

A. Praktik Pelaksanaan Pembelajaran

 

Praktik pelaksanaan pembelajaran magang III selama pandemi covid-19 dilaksanakan sebanyak empat kali mengajar. Praktik tersebut dilaksanakan pada kelas rendah dan tinggi agar mahasiswa mengetahui perbedaan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas rendah dan tinggi. Selain itu, agar mahasiswa mempunyai pengalaman dalam mengajar di kelas rendah dan tinggi secara langsung. Praktik pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa magang III di sekolah mengajar pada kelas X hingga kelas XII.

 

1.   Praktik Pembelajaran Pertama

 

Praktik pembelajaran pertama dilaksanakan di kelas XI OT 1 pada hari sabtu, 14 September 2020. Pembelajaran pada kelas XI OT 1 secara (daring)  diikuti oleh 26 orang siswa yang terdiri siswa laki-laki. Daring ini belajar Tema 1Subtema 3 Pembelajaran 1 muatan pelajaran Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor. Pembelajaran dilaksanakan mulai pada pukul 12.05 sampai pukul 17.00 WIB. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberi form list absen di group WhatsApp. Pada pertemuan pertama menggunakan media WAG (WhatsApp Group) video tutorial praktik untuk materi mengenai system rem Sepeda motor. Siswa diberi soal membuat resume dari video yang telah dibagikan di group WhatsApp  dan menjawab soal-soal tentang system rem. Dan jawabannya di kumpul pada akhir bulan atau minngu ke 4.

Praktik pembelajaran pertama di kelas XI OT 1  secara keseluruhan siswa antusias untuk mengikuti daring tetapi ada beberapa siswa yang tidak memiliki smartphon. Selain itu, ada siswa yang tidak tepat waktu mengumpulkan tugas hasil pekerjaannya sesuai tanggal yang telah ditentukan sehingga membutuhkan usaha lebih untuk menumbuhkan rasa bertanggung jawap pada anak.

2.   Praktik Pembelajaran Kedua

 

Praktik pembelajaran pertama dilaksanakan di kelas XI OT 2 pada hari sabtu, 14 September 2020. Pembelajaran pada kelas XI OT 1 secara (daring)  diikuti oleh 24 orang siswa yang terdiri siswa laki-laki. Daring ini belajar Pembelajaran pelajaran Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor. Pembelajaran dilaksanakan mulai pada pukul 12.05 sampai pukul 17.00 WIB. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberi form list absen di group WhatsApp. Pada pertemuan pertama menggunakan media WAG (WhatsApp Group) video tutorial praktik untuk materi mengenai system rem Sepeda motor. Siswa diberi soal membuat resume dari video yang telah dibagikan di group WhatsApp  dan menjawab soal-soal tentang system rem. Dan jawabannya di kumpul pada akhir bulan atau minngu ke 4.

Praktik pembelajaran pertama di kelas XI OT 2  secara keseluruhan siswa antusias untuk mengikuti daring tetapi ada beberapa siswa yang tidak memiliki smartphon. Selain itu, ada siswa yang tidak tepat waktu mengumpulkan tugas hasil pekerjaannya sesuai tanggal yang telah ditentukan sehingga membutuhkan usaha lebih untuk menumbuhkan rasa bertanggung jawap pada anak.

 

3.        Praktik Pembelajaran Ketiga

Praktik pembelajaran ketiga dilaksanakan di kelas  XI OT 1 pada hari Senin, 22 Oktober 2020. Pembelajaran pada kelas XI OT 1 diikuti oleh lima orang siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan dua siswa perempuan. Pertemuan ini belajar pelajaran Pemeliharan Sasis Sepeda Motor. Pembelajaran dimulai pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberi form list absen di group WhatsApp. Pada pertemuan pertama menggunakan media WAG (WhatsApp Group) file materi fungsi dan macam-macam rem Sepeda Motor, untuk materi mengenai system rem Sepeda motor. Siswa diberi soal di group WhatsApp  dan menjawab soal-soal tentang system rem.

 

Pertama, siswa mengamati materi dari file e-module yang telah diberikan. Kemudian jawaban di kumpul lewat japri WhatsApp guru Matapelajaran.

Praktik pembelajaran ketiga dilaksanakan di kelas  XI OT 1 pada hari Senin, 22 Oktober 2020. Pembelajaran pada kelas XI OT 1 diikuti oleh lima orang siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan dua siswa perempuan. Pertemuan ini pelajaran Pemeliharan Sasis Sepeda Motor. Pembelajaran dimulai pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberi form list absen di group WhatsApp. Pada pertemuan pertama menggunakan media WAG (WhatsApp Group) file materi fungsi dan macam-macam rem Sepeda Motor, untuk materi mengenai system rem Sepeda motor. Siswa diberi soal di group WhatsApp  dan menjawab soal-soal tentang system rem.

 

Pertama, siswa mengamati materi dari file e-module yang telah diberikan. Kemudian jawaban di kumpul lewat japri WhatsApp guru Matapelajaran.

 

 

 

4.   Praktik Pembelajaran Keempat

 

Praktik pembelajaran pertama dilaksanakan Daring (dalam Jaringan)  di kelas XII OT pada hari Kamis, 22 Oktober 2020. Pembelajaran pada kelas XII OT diikuti oleh 24 orang siswa yang terdiri dari siswa laki-laki. Pertemuan ini belajar Pemeliharaa. Pembelajaran dimulai pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

 

Pertama siswa mengisi Absen yang telah di share di WAG. Pada materi pembelajaran PSSM, guru menggali kemampuan siswa mengenai system suspense dengan memberikan 5 soal terkait system suspensi sepeda motor.

 

B.       Praktik Persekolahan

 

Praktik persekolahan yang dilakukan selama Magang III di SD Bangunharjo yaitu sebagai berikut:

 

1.      Membantu simulasi praktik kelistrikan

 

Mulai tanggal 05 September 2020, mahasiswa Magang III diminta untuk membantu simulasi penggunaan alat praktik kelistrikan yang baru disekolah. Untuk menunjang kemampuan guru ketika mempraktikkan didepan siswa ketika sudah diadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

2.      Membantu mengisi absensi siswa

Pada tanggal 28 September 2020, mahasiswa Magang III mengisi absen dari kelas X,XI, dan XII OT pada matapelajaran Praktik kelisrikan Sepeda Motor.


BAB IV

PENUTUP

 

 

A.    Dokumentasi

 

NO

Foto

Jenis kegiatan

1.       

 

Penerjunan magang

2.       

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20200904_111653_1.jpg

Simulasi alat praktik system kelistrikan

3.       

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20200917_133731.jpg

Pengumpulan tugas tugas

4.       

Pengumpulan tugas PKSM

5.       

Pengumpulan raport

6.       

Observasi bengkel

7.       

Konsultasi RPP

8.       

Penyampain materi Darriang Via WhatsApp

9.       

Pendataan siswa yang telah mengumpulkan tugas Daring

10.   

Pengumpulan tugas-tugas dan pemberian dan penyampaian informasi terkait KBM

 

 

 

B.     Kesimpulan dan Saran

 

1.      Kesimpulan

Magang III merupakan kegiatan praktik pembelajaran terbimbing yang dilaksanakan di sekolah dasar untuk membekali mahasiswa menjadi calon guru profesional. Magang III dilaksanakan di SD Bangunharjo selama kurang lebih 1,5 bulan. Mahasiswa magang melakukan pembelajaran dengan latihan mengajar atau praktek mengajar mininal 4 kali. Selain itu, dengan diadakannya magang III di SD Bangunharjo mahasiswa mampu mengetahui cara guru melaksanakan pembelajaran secara daring selama masa pandemi Covid-19. Sebelum melakukan praktik pembelajaran, mahasiswa melakukan observasi terlebih dahulu dengan bimbingan guru kelas. Selain itu, mahasiswa juga mengurus perizinan terkait dengan dilakukannya praktik pembelajaran secara langsung. Hal tersebut dikarenakan sistem pembelajaran di sd masih dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19. Pelaksanaan kegiatan praktik pembelajaran secara langsung telah mendapatkan izin dari kepala sekolah, wali kelas, dan orangtua siswa. Selama melaksanakan praktik pembelajaran secara langsung, mahasiswa magang III dan sekolah tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Hal tersebut seperti memakai masker, mencuci tangan, memeriksa suhu tubuh siswa, dan menjaga jarak ketika di lingkungan sekolah.

 

2.      Saran

Selama pelaksanaan magang III di SMK Tunas Wiyata Way Tuba, Hal yang perlu diperhatikan oleh guru dan sekolah yaitu:

a.      Gurudalam melaksanakan pembelajaran secara daring sebaiknya dapat mencari alternative lain yang sekiranya tidak memberatkan siswa, oran tua, dan guru.

b.      Guru sebaiknya memperhatikan kedisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas agar mendapatkan evaluasi yang sesuai dengan kemampuan siswa.

c.       Guru sebaiknya bekerja sama dengan orangtua siswa dalam hal pengkondisian sikap siswa khususnya pada saat pembelajaran daring berlangsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

 

A.      RENCANA KEGIATAN MAGANG III PADA MASA PANDEMI COVID-19

 

Nama

: Ferri Anggriawan

Nim

: 2017006073

Program Studi

:Pendidikan Vokasional Teknik Mesin

Program Magang III

: di Sekolah

 

 

No

Bentuk kegiatan

Administrasi

Waktu pelaksanaan

Output

Keterangan

1.       

Koordinasi  dengan koordinator magang sekolah

Perizinan dengan wali kelas dan pelaksanan pebelajaran

2 september 2020

 

Mandiri

2.       

Koordinasi dengan wali kelas

RPP, proses belajar mengajar, media pembelajaran

4 september 2020

RPP dan media pembelajaran

Mandiri

3.       

Observasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru

RPP

14 September 2020

RPP

Mandiri

4.       

Membuat rencana pelaksanaan Pembelajaran

RPP dan media pembelajaran

28 september 2020

RPP dan media pembelajaran

Mandiri

5.       

Konsultasi dengan wali kelas dan dosen pembimbing

RPP dan media pembelajaran

30 sepember 2020

RPP dan media pembelajaran

mandiri

6.       

membuat RPP

RPP dan media pembelajaran

22 oktober 2020

RPP dan media pembelajaran

Mandiri

7.       

membuat RPP

RPP dan media pembelajaran

22 oktober 2020

RPP dan media pembelajaran

mandiri

8.       

Konsultasi RPP dengan wali kelas dan dosen pembimbing

RPP dan media pembelajaran

24 oktober 2020

Rpp dan media pembelajaran

mandiri

9.       

Membuat video pembelajaran

Video pembelajaran

24 oktober 2020

Video pembelajaran dengan perangkat pembelajaran

Dibantu TU

10.  membuat

Membuat lapran magang III

Laporan Magang

30 Oktober sampai 10 desember

Laporan magang III

Mandiri

 

 

Lampung, 04 Desember 2020

 

Mengetahui,

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

 

 

 

 

Drs. Ir. Suparmin, M.T

NIDN. 0007055910

Mahasiswa

 

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20201218_064917_1.jpg

Ferri Anggriawan

NIM. 2017006073

 

 

 

 

 

Lampiran 2

 

 

B.       CATATAN HARIAN KEGIATAN MAGANG III PADA MASA PANDEMICOVID-19

 

Nama

: Ferri Anggriawan

Nim

: 2017006073

Program Studi

:Pendidikan Vokasional Teknik Mesin

Program Magang III

: di Sekolah

 

No

Hari/tanggal

Waktu

Kegiatan

Paraf pihak yang terlibat

Mulai

Selesai

1.       

Sabtu/2 -09- 2020

13.00

16.30

Perizinan magang III dengan sekolah

 

2.       

Senin/4 -09- 2020

14.00

16.00

Simulasi alat kelistrikan

 

3.       

Selasa/05-09-2020

14.00

16.00

Observasi pembelajaran via daring

 

4.       

Senin/ 14-09-2020

13.00

16.00

Pengambilan data-data yang diperlukan

 

5.       

Kamis/17-09-2020

14.00

15.00

Mengecek tugas siswa

Rekap absen kelas XI TBSM

Mendata pengumpulan raport dan data siswa

 

6.       

Sabtu/19-09-2020

13.00

16.00

Mengecek tugas siswa, Rekap absen kelas XII TBSM

Mendata pengumpulan raport dan data siswa

 

7.       

Selasa/29-09-2020

13.00

16.00

Rekap Absensi kelas XI TBSM Via Daring

 

8.       

Kamis/22-10-2020

13.00

17.00

Daring pssm,

Konsultasi RPP, media pembelajaran

 

9.       

Sabtu/24-10-2020

13.00

17.00

Daring PSSM, kelas XII TBSM

 

10.   

Jum’at/30-10-2020

13.00

15.00

Menyusun laporan magang

 

11.   

Kamis/05-11-2020

15.00

16.00

Mengurus surat MOU dengan ttd catatan harian

 

12.   

Jumat/27-11-2020

13.00

15.00

Penarikan magang III

 

 

Lampung, 04 Desember 2020

Mahasiswa,

 

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20201218_064917_1.jpg

Ferri Anggriawan

2017006073


Lampiran 3

 

 

A.      Surat Permohonan Tempat Pelaksanaan Magang III

Description: C:\Users\JMC\Downloads\Surat Izin FERRI ANGGRIAWAN_001.jpg

Lampiran 4

 

 

B.       Surat Pemberian Izin Kepala Sekolah

 

C.      Surat Ucapan Terimakasih

D.      Surat Keterangan Pelaksanaan Magang III

 

 

 

 

 

 

E.       Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1

 

NAMA            : FERRI ANGGRIAWAN

NIM                : 2017006073

PRODI            : PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA

Kompetensi Keahlian

TEKNIK & BISNIS SEPEDA MOTOR

Mata Pelajaran

Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor

Topik

Memahami Prinsip Kerja System Suspensi

Kelas/Semester

XI OT 1 & OT 2/1

Tahun Pelajaran

2020/2021

Alokasi Waktu

2x60 menit

 

A.  Kometensi Inti:

KI-1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI-2

Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3 (Pengetahuan):

Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional

KI-4 (keterampilan):

Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

 

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

NO

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

1

Memahami Prinsip Kerja Sistem Suspensi

Menerangkan prinsip kerja sistem suspensi

Menyebutkan komponen- komponen sistem suspensi

Menjelaskan jenis-jenis sistem suspensi

2

Merawat berkala Suspensi

Menyusun langkah perawatan sistem suspensi

Melakukan perawatan berkala sistem suspensi

Memeriksa hasil perawatan berkala sistem suspensi

 

C.  Tujuan Pembelajaran

1.        Melalui pengamatan tayangan power point serta diskusi dan kerja kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja sistem suspensi sepeda motor

2.        Melalui diskusi dan kerja kelompok serta tayangan youtube tentang fungsi sistem suspensi dan komponen- komponen sistem suspensi, peserta didik mampu menguraikan jenis-jenis sistem suspensi sesuai buku manual dengan cermat dan kritis

3.        Setelah mengidentifikasi teks power point, serta melalui diskusi dan kerja kelompok, peserta didik mampu memilih peralatan yang sesuai untuk melakukan perawatan berkala sistem suspensi sepeda motor secara kreatif dan bertanggung jawab.

4.        Setelah melakukan praktik di Lab. TBSM, serta melalui tanya jawab dan kerja kelompok peserta didik mampu mengidentifikasi gangguan dan melakukan perawatan berkala pada sistem suspensi dengan cermat dan kritis

5.        Setelah selesai praktik merawat berkala sistem suspensi, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, serta melalui ekplorasi di internet, peserta didik mampu membandingkan hasil pemeriksaan sistem suspensi dengan buku manual dengan cermat dan kritis

6.        Setelah mengidentifikasi hasil pemeriksaan ban, peserta didik mampu menyusun laporan hasil perawatan berkala pada job sheet secara kreatif dan bertanggung jawab

 

D.  Penguatan Pendidikan Karakter (PKK)

1.        Religiusitas

2.        Nasionalisme

3.        Kejujuran

4.        Kedisiplinan

 

E.  Materi Pembelajaran

MATERI REGULER

MATERI REMIDI

MATERI PENGAYAAN

Garis besar sistem suspensi

Garis besar sistem suspensi

Prosendur pemeriksaan dan perawatan berkala system suspense (peredam kejut) sepeda motor

Jenis sistem suspensi sepeda motor

Jenis sistem suspensi sepeda  motor

Komponen sistem suspensi

Komponen sistem suspensi

Prinsip kerja peredam kejut

Prinsip kerja peredam kejut

Pemeriksaan dan perawatan sistem suspensi

Pemeriksaan dan perawatan sistem suspense

 

F.   Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran

1.        Pendekatan      : Blanded Learning

2.        Metode            : pembelajaran daring, penugasan

3.        Model              : e-learning

G. Media Pembelajaran

1.        Media

a)       Power point, Laptop, Proyektor

b)      WA Group,

 

2.        Bahan

a)       Unit Sepeda Motor

b)      Job sheet

c)       Tools Box

 

3.        Sumber Belajar

1.         Wawan (2013), “Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor 2”, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, Jakarta

2.         Jarna, Julius (2008), “Teknik Sepeda Motor 2”, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta

3.         PT. Astra Honda Motor, Buku panduan reparasi Honda

4.         dan internet

 

 

H.  Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Tahap Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

 

Tatap Muka

Online

Sumber referensi

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

kegiatan

Alokasi Waktu

Kegiatan

 

 

 

 

 

Pendahuluan

-

 

1.      Guru mengucapkan salam dan peserta didik menjawab salam

2.   guru memeriksa kehadiran siswa

3.   apresiasi materi pembelajaran

10 menit

 

Inti

-

 

 

 

Upload bahan (materi)

1.      Garis besar sistem suspense

2.      Jenis sistem suspensi sepeda motor

3.      Komponen sistem suspense

4.      Prinsip kerja peredam kejut

5.      Pemeriksaan dan perawatan sistem suspensi

 

 

Upload tugas:

1.      Merangkum materi yang di share

2.      Menjawab soal-soal yang diberikan

 

 

40 menit

Buku paket

Pemeliharaan sasis sepeda motor  kelas XI/1

Youtube, internet, Wawan (2013), “Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor 2”, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, Jakarta

Penutup

 

 

1.      mereview materi

2.      menyimpulkan pembelajaran

3.      mengucapkan salam

10 menit

Tanya jawab

Dan moifasi


I.         Evaluasi

1.         Teknik penilaian

a)      Tugas

b)     Ujian

c)      Keaktifan diforum diskusi

d)     absensi

 

2.         Instrument

No

 

No soal/ bobot nilai

 

 

 

jumlah

 

 

 

skor

Urt

NIS

Nama Peserta

Interaksi peserta didik dengan materi pembelajaran

Interaksi antar siswa

Interaksi siswa dengan guru

online

online

online

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah

 

 

 

 

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

Persentase

 

 

 

 

 

 

3.         Instrumen penilaian pengetahuan

a)      Butir soal

1)      Jelaskan apa fungsi system suspense?

2)      Sebutkan jenis-jenis system suspense? Dan jelaskan?

3)      Sebutkan komponen-komponen sitem suspense pada sepeda motor?

4)      Jelaskan apa yang dimaksud dengan sudut caster?

5)      Sebagai seorang mekanik, apasaja gangguan atau kerusakan yang kerap terjadi pada system suspense sepeda motor? Dan apa penyebabnya?mkn

b)     Jawaban

1)      menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan kenyamanan dan stabilitas berkendara. selain   itu   juga   berfungsi   untuk menopang  body  dan  rangka  sepeda motor untuk menjaga letak geometris antara body dan roda-roda

2)      1.  Suspensi Bagian Depan (Front Suspension)

Suspensi depan yang terdapat pada sepeda motor pada umumnya terbagi tiga, yaitu:

a.       Garpu batang bawah (bottom link fork); jenis ini biasanya dipasang pada sepeda motor bebek model lama, vespa atau scooter.

 

b.      Garpu teleskopik (telescopic fork); merupakan jenis suspensi yang paling banyak digunakan pada sepeda motor. Suspensi teleskopik terdiri dari dua garpu (fork) yang dijepitkan pada steering yoke. Garpu teleskopik menggunakan penahan getaran pegas dan oli (minyak pelumas) garpu. Pegas menampung getaran dan benturan roda dengan permukaan jalan dan oli garpu mencegah getaran diteruskan ke batang kemudi. Garpu depan dari sistem kemudi (yang termasuk kedalam suspensi depan) fungsinya untuk menopang goncangan jalan melalui roda depan dan berat mesin serta penumpang. Oleh karenanya garpu depan harus mempunyai kekuatan, kekerasan yang tinggi, selain caster dan trail (kesejajaran roda depan) yang berpengaruh besar pada kestabilan mesin.

c.        Up side down; jenis suspensi ini banyak diterapkan pada sepeda motor kapsitas besar, seperti Yamaha R1 & R6, Suzuki GSX 600, dll. Tipe ini pada dasarnya hampir sama dengan tipe garpu teleskopik, hanya saja jika pada tipe garpu teleskoik tabung fluida redam terletak di bawah, maka pada tipe ini justru sebaliknya, tabung fluida redam terletak di atas.

3)      .

·         Sil debu

·         Cincin stopper

·         Sil oli

·         Tabung garpu

·         Torak garpu

·         Cincin torak garpu

·         Pegas garpu

·         Baut garpu

·         Pegas reaksi

 

4)      Caster adalah sudut kemiringan sumbu vertikal roda, artinya roda depan dapat berbelok karena bergerak pada sumbu vertikal. Caster, akan mengatur sudut kemiringan sumbu vertikal ini. Jadi posisi belok roda tidak 0 derajat vertikal.

5)      .

a. gangguan :suspensi depan atau belakang terlalu keras / lemah dan timbul suara abnormal dari suspensi

b. penyebab :

- Pegas yang sudah lemah.

- Minyak peredam kejut yan tidak tepat. Apabila menggunakan minyak yang kekentalannya tidak tepat, maka suspensi akan terlalu lunak atau terlalu keras

- Jumlah minyak suspensi yang kurang atau terjadinya kebocoran. Apanila jumlah pengisian minyak ekdalam suspensi tidak sesuai, maka suspensi akan terasa terlalu lunak atau terlalu keras. Demikian pula apabila terjadi kebocoran, maka suspensi akan terasa lunak

- Apabila penutup suspensi bengkok, memungkinkan saling bergesekan dengan tabung suspensi atau terhadap pegasnya dan menimbulkan gesekan.

- Apabila karet penyetop ( seal oil ) telah usang atau hancur, maka akan menimbulkan suara pukulan yang keras bila pergerakan peredam kejut “ mentok “ sampai langkah maksimalnya.

 

 

 

I.         Pedoma penskoran

No. soal

Pedoman penskoran

Skor maksimal

Menjawab dengan benar disertai pengembangan

 

Menjawab dengan benar

Menjawab salah

Soal di tulis ulang

Tidak dijawab

1

15

13

2

0,5

0

15

2

20

18

2

0,5

0

20

3

20

18

2

0,5

0

20

4

30

28

2

0,5

0

30

5

15

13

2

0,5

0

15

Maksilal skor

100

90

10

5

0

100

 

 

J.        Rumus penilaian

Data hasil penilaian pengetahuan dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟=Σ Skor yang dijawab benar   10

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

 

Catatan Kurikulum dan Kepala Sekolah Tentang Perbaikan RPP:

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

Guru

 

 

 

 

 

Fatkurohman S.T

Way tuba, 23 september 2020

 

Mahasiswa

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20201218_064917_1.jpg

 

Ferri Anggriawan

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI AJAR


Bahan ajar Sistem suspensi Sepeda Motor

1.        Deskripsi

Materi suspensi yang terdiri dari pembelajaran 1 dan 2 ini menjelaskan tentang jenis-jenis suspensi baik suspensi depan maupun suspense belakang sepedamotor, disamping itu juga tercakup bagaimana cara pemeriksaaan dan perbaikan gangguan yang terjadi pada sistem suspensi

2.        Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu

1. Menjelaskan jenis-jenis suspensi

2. Menjelaskan cara kerja system suspensi

3. Memeriksa komponen system suspensi

4. Memperbaiki gangguan yang terjadi pada system suspensi

3.        Pendahuluan

Sistem Peredam Kejut Sepeda Motor

A.      Pengertian

 

Sistem peredam kejut merupakan salah satu bagian pada chasis sepeda motor yang berfungsi menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan stabilitas berkendara. Selain itu sistem peredam kejut juga berfungsi untuk menopang body dan rangka sepeda motor untuk menjaga letak geometris antara body dan roda-roda.

Prinsip kerja sistem peredam kejut adalah sebagai berikut :

Garis diagram pada gambar

di samping ini menjelaskan

bahwa hanya dengan pegas

saja tidak sanggup untuk

menyerap goncangan akibat

kondisi jalanan. Karena

goncangan yang diterima

pegas akan dikembalikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun. Dalam hal ini pengendara sepeda motor tidak nyaman dan berbahaya.

Jika memakai peredam

kejut seperti gambar di

samping, maka goncangan

yang di terima telah diserap

untuk sebagian besar oleh

peredam kejut sehingga pengendalian

 

 

 

B.       Bagian Utama istem Peredam kejut Belakang

Cushion unit/shock absorber (peredam kejut) diletakkan antara ujung belakang dari lengan dan rangka (frame). Konstruksi peredam kejut depan adalah sebagai berikut:

 

 

Keterangan gambar:

1. Upper mounting eye

2. Nut

3. Rubber stop

4. Shroud (decorative only)

5. Damper rod

6. Spring

7. Oil seal

8. Inner spring

9. Damper valve

10. Damper piston

11. Spring seat

12. Damper body

13. Compression valve

14. Lower mounting eye

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.      Prinsip kerja

 

Ditekan (compression cycle)

Saat shock absorber ditekan karena gaya osilasi dari pegas suspensi, maka gerakan yang terjadi adalah shock absorber mengalami pemendekan ukuran. Pada saat inilah piston bergerak turun ke bawah. Fluida shock absorber yang berada di bawah piston akan naik keruang di atas piston melalui lubang yang ada pada piston. Sementara lubang kecil (orifice) pada piston tertutup karena katup menutup

saluran orifice tersebut.

 

Penutupan katup ini disebabkan karena peletakkan katup yang berupa membran (plat tipis) dipasangkan di bawah piston, sehingga ketika fluida shock absorber berusaha naik ke atas maka katup membran ini akan terdorong oleh fluida shock absorber dan akibatnya menutup saluran oriface. Jadi fluida shock absorber akan menuju ke atas melalui lubang yang besar pada piston, sementara fluida tidak bisa keluar melalui saluran oriface di piston. Pada saat ini shock absorber tidak melakukan peredaman terhadap gaya dari osilasi pegas suspensi, karena fluida dapat naik ke ruang di atas piston dengan sangat mudah.

Memanjang (extension cycle)

Pada saat memanjang piston di dalam tabung akan bergerak dari bawah naik ke atas. Gerakan naik piston ini membuat fluida shock absorber yang sudah berada di atas menjadi tertekan. Fluida shock absorber ini akan mencari jalan keluar agar tidak tertekan oleh piston terus. Maka fluida ini akan mendorong katup pada saluran orifice untuk membuka dan fluida akan keluar atau turun ke bawah melalui saluran orifice. Pada saat ini katup pada lubang besar di piston akan tertutup karena letak katup ini yang berada di atas piston. Fluida shock absorber ini menekan katup lubang besar di piston ke bawah dan berakibat katup ini tertutup. Tapi letak katup saluran oriface membuka karena letaknya yang berada di bawah piston, sehingga ketika fluida shock menekan ke bawah katup ini membuka. Pada saat ini fluida shock absorber hanya dapat turun ke bawah melalui saluran oriface yang kecil. Karena salurannya yang kecil maka fluida shock absorber tidak akan bisa cepat turun ke bawah alias terhambat. Di saat inilah shock absorber melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi.

 

 

D.      Jenis Peredam kejut

Ada beberapa macam jenis shock absorber menurut gaya redam, kontruksi dan media pengisi.

 

1)        Gaya Redam

Menurut gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu single action dan double action.

a)        Single Action

Gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber hanya terjadi pada langkah memanjang (ekspansion stroke) sedangkan pada langkah memendek (compression stroke) tidak terjadi gaya redam.

b)       Double Action

Gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber terjadi pada langkah memanjang (ekspansion stroke)dan langkah memendek (compression stroke).

c)        Kontruksi

Menurut kontruksinya shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu mono tube dan twin tube.

1)        Mono Tube

Hanya terdiri dari satu tabung dan posisi tabung berada pada bagian atas. Bagian utama terdiri dari tutup (cover), silinder bagian atas (upper chamber), silinder bagian bawah (lower chamber) dan piston dilengkapi lubang-lubang kecil (orifice) sebagai katup.

Cara kerja pada saat compresion stroke terjadi fluida tertekan mengalir dari silinder bagian bawah ke silinder bagian atas melalui katup pada  piston. Karena perpindahan fluida melalui lubang-lubang kecil pada katup, terjadi tahanan yang mengakibatkan peredam getaran. Sedangkan pada saat ekspansion stroke terjadi fluida akan mengalir dengan arah berlawanan. Fluida akan kembali mengalir dari silinder bagian atas ke silinder bagian bawah melalui katup pada piston. Dengan kembalinya fluida, maka tahanan fluida menjadikan sebagai peredam getaran.

 

2)        Twin Tube

Cara kerja pada saat compresion stroke terjadi fluida tertekan mengalir dari silinder dalam bagian bawah ke silinder dalam bagian atas melalui katup pada piston. Fluida juga mengalir dari silinder dalam ke silinder luar, melalui katup kontrol yang berada pada dasar silinder. Karena perpindahan fluida ini, menjadikan peredam getaran. bekerja. Peredam terhadap getaran yang terjadi pada roda-roda, ditimbulkan oleh tahanan mengalir dengan arah yang berlawanan. Fluida akan kembali mengalir dari silinder dalam bagian atau ke silinder dalam bagian bawah, melalui katup pada piston. Demikian juga fluida yang ada di silinder luar mengalir kembali ke silinder dalam melalui katup kontrol. Dengan kembalinya fluida, tahanan aliran menjadikannya sebagai peredam getaran.

 

d)       Media Pengisi

Menurut media pengisi shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu oil type dan gas type.

 

                                            i.                   oil type

Tabung dalam (cylinder) berisi penuh dengan oli pada saat peredam kejut bekerja, oli akan mengisi sebagian ruang pada tabung luar.

 

                                          ii.                   gas type

Tabung dalam (cylinder) berisi

penuh dengan oli dan dimasukkan

gas nitrogen bertekanan yang akan mengisi ruang pada tabung luar pada saat bekerja.

 

Jenis sistem peredam kejut depan yang umum digunakan pada sepeda motor diantaranya:

 

 

 

 

 

 

 

1.      Peredam kejut Bottom Link:

a.                        Leading Link Type

b.                      Trailling Link Type

Keuntungan :

Pada saat pengereman, konstruksi link  akan menaikkan bagian depan kendaraan, sehingga gejala kendaraan menukik akibat pengereman dapat diminimalisir.

Kerugian:

·         Adanya link dan engsel menyebabkan sistem peredam kejut ini memerlukan perawatan dan pelumasan rutin.

·         Keausan bushing pada bagian engsel link akan menyebabkan kedudukan roda miring terhadap sumbu geometrinya.

·         Kurang nyaman digunakan pada kecepatan tinggi maupun off road.

 

 

2.      Peredam kejut teleskopik

Keuntungan :

·         Tidak memerlukan perawatan ekstra seperti halnya pada system peredam kejut bottom link.

·         Kenyamanan dan keamanan pada kecepatan tinggi tetap terjaga.

·         Kerugian :

·         Bagian depan kendaraan cenderung menukik pada saat pengereman, sehingga kemungkinan pengendara terjungkal pada saat pengereman mendadak, menjadi lebih besar.

 

 

E.                 Sistem peredam kejut belakang

Sistem peredam kejut belakang yang umum digunakan pada sepeda motor menggunakan swing arm pivot sebagai penunjang dan penahan rear axle. Penggunaan swing arm pivot memberikan reaksi yang cepat pada roda untuk bervariasi di berbagai kondisi jalan, disamping itu memiliki kemampuan mengontrol gerakan roda dengan baik sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara. Prinsip kerja macam-macam peredam kejut roda belakang sebagai berikut.

 

Jenis Peredam Kejut

Cara Kerja

1.      Friction damper

Prinsip kerjanya sangat sederhana, dimana untuk pengganti oli sebagai peredam gerakan per dan suspense dilakukan oleh piston yang memiliki ring non metalik (biasanya dari bahan plastik) yang dipasangkan pada bagian atas piston. Ring piston dari bahan non metalik tersebut berfungsi meredam gerakan rod yang menekan dinding bagian dalam silinder yang dilapisi oleh gemuk (grease).

2.      Oil damper

Oil damper berfungsi mengontrol gerakan pegas suspensi (naik maupun turun) melalui lubang-lubang saluran yang berrada di piston damper Gerakan menahan yang dilakukan oleh piston damper didapatkan dari oli yang meredam gerakan pegas, melalui perubahan lubang keluar masuknya oli pada saat piston bergerak turun naik.

Pada saat piston bergerak turun (menekan), oli menahan gerakan tersebut melalui sebagian besar aliran oli yang masuk melalui damping orifice, reaksi terjadi akibat gerakan roda yangmenyentuh secara tiba-tiba bagian jalanan yang menonjol. Pada saat tekanan pegas mengembalikan rod bergerak ke atas (memanjang) maka gerakan akan tertahan dengan lembut, karena adanya tekanan oli dari damping oil melalui lubang-lubang kecil orifice.

Jenis-jenis peredam kejut roda belakang sepeda motor diantaranya:

1.      Swing arm type

Suspensi belakang jenis swing arm memberikan kenyamanan dalam pengendaraan serta membantu daya tarik dan kemampuan mengontrol gerakan roda yang baik. Pada umumnya semua sepeda motor menggunakan sistem kerja dasar suspensi belakang seperti ini. Suspens belakang dengan sistem dasar swing arm ini dirancang untuk beberapa jenis, bergantung dari kebutuhan sistem redamnya serta disain daris swing arm nya.

 

1. Rear arm component

2. Bush 1

3. Shaft, Pivot

4. Nut, Nylon

5. Seal, Guard

6. Guard, Chain

7. Bolt, Flange

8. Washer, Spring

9. Nut, Hexagon

10. Support, Chain

11. Screw, With Washer

12. Shock Absorber Assembly,       Rear Native Red

13. Washer, Plate

14. Nut

15. Bolt, Hexagon

 

2.      Unit swing type

Kontruksi tipe unit swing adalah

mesin itu sendiri yang bereaksi

seperti lengan yang berayun. Jadi

mesin tersebut yang berayun. Tipe

sistem suspensi ini digunakan untuk

sepeda motor scooter dan sebagian

moped.

Umumnya suspensi tipe unit swing dipakai pada sepeda motor yang mempunyai penggerak akhirnya (final drive) memakai sistem poros penggerak. Ada dua jenis type suspensi ini yaitu Double Suspensi dan Monoshoc.

a.      Double Suspension

Jenis ini mempunyai dua peredam

kejut yang mendukung bagian

belakang frame body dan swing arm.

Suspensi ini umum digunakan,

karena sangat sederhana proses

pemasangan, jumlah komponen yang

lebih sedikit, serta mempunyai sistem

dasar yang ekonomis.

 

b.      Monoshock

Jenis suspensi ini mempunyai satu

peredam kejut yang mendukung

bagian belakang frame body dan

bagian swing arm. Suspensi ini

memiliki kontruksi yang rumit, tetapi

lebih stabil dibanding jenis double

suspension. Banyak digunakan pada

sepeda motor modern untuk

keperluan sport.

 

 

 

 

 

 

 

3.      Monocross suspension

Tipe ini merupakan swing arm

tetapi memiliki bentuk dan

posisi bantalan dari cushion

unit yang unik. Sistem

monocross suspension merupakan hasil penemuan asli dari Mr. Telkens berasal dari Belgia dan sistem ini

dikembangkan jauh oleh Yamaha untuk penggunaan yang praktis pada racing dan mesin sport sebaik mesin jarak jauh.

Konstruksi dan cara kerjanya suspensi monocross menyatu pada struktur keseluruhan dari frame, swing arm dan cushion unit. Cushion ini menggunakan gas inert (nitrogen), oli pegas dan karet sebagai peredam kejutan untuk menghasilkan bantalan yang empuk. Bahan cushion ini berbeda dengan sebelumnya yang dipasang dengan posisi tegak, damper olinya terpisah dari gas tekanan tinggi yang dipisahkan oleh base valve dan membran karet yang kemudian dimampatkan. Karena keadaan ini, meskipun unitnya dimiringkan proses aerasi (penetrasi udara ke oli) tidak akan terjadi, sehingga tingkat kelembaban yang stabil dapat terjadi.

 

F.                 Pemeriksaan dan perawatan peredam kejut depan

NO

Jenis Kendaraan

Prosedur Pemeriksaan

1.       

Kebocoran Peredam kejut

a.      Amati secara visual pada bagian yang diberi anak panah, apakah terdapat kebocoran oli atau tidak.

b.      Jika terjadi kebocoran, maka peredam kejut mesti diperbaiki

2.       

Memeriksa kelurusan geometri roda

a.      Luruskan stang stir, periksa kelurusan antara roda depan dan belakang

b.      Apabila roda depan dan belakang tidak segaris, periksa posisi chain adjuster dari ketepatan posisinya antara sisi kiri dan kanan.

c.       Apabila roda depan dan belakang terlihat miring ke satu arah, lakukan pemeriksaan pada bagian-bagian swing arm ataupun suspensi depan dar kebengkokan/rangka yang terpuntir.

3.       

Periksa keadaan pegas suspensinya

Ukur panjang pegas dalam keadaan pegas terlepas. Jika panjang pegas melebihi ketentuan, pegas harus diganti.

4.       

Memeriksa suspensi depan (teleskopik)

Memeriksa kerja sistem suspensi

depan dengan menekan bagian

depan sepeda motor beberapa kali

(dengan rem ditahan).

Gerakan kepegasan harus

berlangsung dengan lembut dan

lancar, setelah ditekan pegas harus

kembali ke posisi semula dengan

sedikit tahanan.

5.       

Melakukan pembongkaran komponen

suspensi depan

 

 

i. Membuka bagian-bagian: spakbor

depan, baut penjepit garpu dan

kaki garpu depan.

CATATAN : Waktu garpu akan

dibongkar, kendorkan baut garpu,

tapi jangan dilepaskan dulu.

 

ii. Lepaskan baut garpu.

AWAS!!

Baut garpu berada di bawah

tekanan pegas. Berhati-hatilah

saat melepaskannya.

iii. Lepaskan pegas garpu,

keluarkan fluida garpu

dengan memompa tabung garpu

ke atas dan ke bawah beberapa

kali.

iv. Lepaskan sil debu dan cincin

stopper sil oli.

v. Tahan penggeser garpu pada

ragum dengan pemegang

lunak atau lap bengkel.

Lepaskan baut soket garpu

dengan hex wrench.

vi. Lepaskan torak garpu dan

pegas reaksi dari tabung garpu,

6.       

Pemeriksaan Tabung garpu / slider/

Torak

i. Periksa tabung garpu, slider

garpu dan torak garpu terhadap

gerusan, dan keausan yang

berlebihan atau tidak.

ii. Periksa cincin torak garpu

terhadap keausan atau

kerusakan.

iii. Periksa pegas reaksi terhadap

keausan atau kerusakan.

7.       

Melakukan pemeriksaan komponen

peredam kejut roda depan

Letakkan tabung garpu pada

blok-V dan ukur keolengan.

Keolengan yang sebenarnya

adalah 1/2 dari pembacaan total

indikator. Bandingkan dengan

keolengan yang diijinkan.

8.       

Melakukan perakitan dan pemasangan komponen suspensi depan

Sebelum dipasang, semua

komponen dicuci dengan air

atau larutan yang tidak mudah

terbakar dan keringkan.

Pasang pegas reaksi dan torak

garpu ke dalam tabung garpu.

Pasang tabung garpu pada slider

garpu.

 

9.       

 

Topang penggeser garpu pada catok

dengan pemegang lunak atau lap

bengkel. Lumasi larutan pengunci ulir baut soket garpu dan pasang dan kencangkan baut soket dengan cincin washer perapat yang baru pada torak  garpu.

 

Pasang sil oli dan dorong masuk

dengan menggunakan kunci perkakas khusus.

 

Pasang cincin stopper sil oli pada alur slider garpu dengan kencang.

 

Pasang sil debu

 

Tuang fluida untuk garpu yang

dianjurkan sesuai jumlah yang telah

ditentukan ke dalam tabung garpu.

Minyak Garpu Yang Dianjurkan: ATF

Kapasitas Minyak Garpu: 62 Cc

Pompa tabung garpu beberapa kali

untuk mengeluarkan udara palsu

dari bagian bawah tabung garpu.

 

 

10.   

Susunan peredam kejut teleskopik setelah dirakit.

 

G.                Pemeriksaan dan perawatan peredam kejut belakang

1.      Pelepasan Lengan Ayun

Lepaskan komponen-komponen berikut:

- Roda belakang

- Knalpot

Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kanan. Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem dari lengan ayun.

 

Lepaskan baut-baut pemasang dan mur pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kiri lalu lepaskan pemegang dan pijakan kaki pembonceng sebelah kiri. Lepaskan pijakan kaki pembonceng sebelah kiri.

 Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kiri.

Lepaskan pelapis tutup rantai roda.

 

 

2.      Pembongkaran Lengan Ayun

Lepaskan komponen-komponen

berikut:

- Pin cotter

- Mur, cincin washer rata dan cincin

washer pegas

- Baut stopper

- Lengan stopper panel rem

 

3.      Pemeriksaan Lengan Ayun

Periksa bos engsel terhadap keausan atau kerusakan. Periksa lengan ayu terhadap keretakan atau kerusakan

 

4.      Perakitan Lengan Ayun

Pasang lengan stopper rem belakang, baut, cincin washer pegas, cincin washer rata, dan mur. Pasang mur dengan kencang. Pasang pin cotter yang baru untuk mengamankan mur.

 

5.      Pemasangan Lengan Ayun

Pasang rantai roda dan pasang lengan ayun pada rangka. Masukkan baut

engsel dari sisi kiri dan untuk sementara kencangkan mur engsel. Pasang baut-baut pemasangan bagian bawah peredam kejut dan kencangkan. Pasang pelapis tutup rantai roda.

 

 

No

Jenis pemeriksaan

Prosedur pemeriksaan

1.       

Memeriksa kerja sistem suspensi

belakang

Pemeriksaan kerja sistem suspense belakang dilakukan dengan cara menekan bagian belakang sepeda motor beberapa kal (dengan rem ditahan). Gerakan kepegasan harus berlangsung dengan lembut dan lancar, setelah ditekan pegas harus kembali ke posisi semula dengan sedikit tahanan.

2.       

Pemeriksaan komponen suspensi yang aus atau kendor

Menempatkan sepeda motor pada

standar utama, goyangkan lengan

ayun ke kanan-kiri.

Jika ada kekocakan, periksa baut

engsel dan bos lengan ayun.

3.       

Pelepasan lengan ayun

1.      Lepaskan roda belakang dan knalpot

2.      Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kanan dan kiri.

Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/63-300x104.pngGambar 63. Langkah Pelepasan (b)

 

3.      Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem dari lengan ayun.

4.      Lepaskan mur-mur pemasangan peredam kejut bagian bawah dan cincin-cincin washer.

5.      Lepaskan mur engsel lengan ayun, baut dan lengan ayun.

6.       

Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/64-300x104.pngGambar 64. Langkah Pelepasan Lengan Ayun (d) dan (e)

4.       

Pemeriksaan lengan ayun

1.      Periksa bos engsel terhadap keausan atau kerusakan.

2.      Periksa lengan ayun terhadap keretakan atau kerusakan.

7.      Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/65.png

8.      Gambar 65. Pemeriksaan Lengan Ayun

5.       

Pelepasan Peredam Kejut (Shock Absorber)

1.      Topang sepeda motor pada standar tengah.

2.      Lepaskan tutup bodi, lepaskan mur pemasangan bagian atas peredam kejut, cincin washer dan pegangan belakang.

3.      Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/66.jpg

4.      Gambar 66. Pelepasan Peredam Kejut

6.       

Pemeriksaan Peredam Kejut

1.      Periksa apakah ada kerusakan pada peredam kejut.

2.      Periksa hal-hal berikut:

§  Batang peredam terhadap kebengkokan atau kerusakan

§  Unit peredam terhadap perubahan bentuk atau kebocoran oli

§  Bos penyambung bagian atas dan bawah terhadap keausan atau kerusakan

§  Periksa kehalusan cara kerja peredam secara keseluruhan.

 

 

H.                Gangguan

Gangguan yang sering terjadi pada peredam kejut sepeda motor adalah:

1. Suspensi depan atau belakang terlalu lemah/keras.

2. Timbul suara abnormal dari suspensi.

I.                   Penyebab

Penyebab gangguan peredam kejut tersebut bisa kemungkinan mengalami:

i. Pegas yang sudah lemah.

ii. Minyak peredam kejut yang tidak tepat. Apabila mempergunakan minyak yang

kekentalannya tidak tepat, maka peredam kejut akan terlalu lunak atau terlalu

keras.

iii. Jumlah minyak peredam kejut yang kurang atau terjadi kebocoran. Apabila

jumlah pengisian minyak kedalam peredam kejut tidak sesuai dengan ketentuan,

maka suspensi akan terasa terlalu lunak atau terlalu keras. Demikian pula

apabila terjadi kebocoran, maka tekanan terasa lunak. Oleh karena itu pengisian jumlah minyak harus sesuai dengan ketentuan.

                       iv.            Gangguan pada bagian tutup atau tabung peredam kejut. Apabila penutup

peredam kejut bengkok, dapat memungkinkan saling bergesekan dengan tabung peredam kejut atau terhadap pegasnya. Hal ini Gangguan pada bagian tutup atau tabung peredam kejut. Apabila penutup peredam kejut bengkok, dapat memungkinkan saling bergesekan dengan tabung peredam kejut atau terhadap pegasnya. Hal ini

menimbulkan suara gesekan.

                         v.                  Kerusakan pada karet penyetop (stopper) peredam kejut. Apabila karet penyetop telah usang atau hancur, maka akan menimbulkan suara pukulan yang keras bila pergerakan peredam kejut "mentok" sampai langkah maksimumnya.

J.                  Perakitan kembali peredam kejut

a) Langkah perakitan merupakan kebalikan dari langkah pembongkaran.

b) Kencangkan mur-mur pemasangan dengan torsi yang ditentukan.

K.                Cara mengatasi gangguan pada sistem suspensi sepeda motor.

 

No

Gangguan

Kemungkinan Penyebab

1.       

Stang stir cenderung berbelok

ke satu arah atau kendaraan tidak

dapat berjalan dengan posisi lurus

a. Penyetelan suspensi depan

kiri/kanan tidak sesuai

b. Terkadi kebengkokan pada pipa

suspensi

c. Terjadi keausan pada swing arm

pivot

d. Terjadi kebengkokan pada rangka/

body

2.       

Suspensi depan lemah/lunak

a. Terjadi kelemahan pada pegas

suspensi

b. Oli suspensi depan kurang

c. Kelainan pada oli suspensi

depan

3.       

Suspensi depan keras

a. Terjadi kebengkokan pada bagian-bagian suspensi

b. Terjadi sumbatan pada jalur-jalur

oli dalam pipa suspensi

c. Kesalahan pada saat pengisian oli

suspensi

4.       

Suspensi belakang lemah

a. Pegas suspensi lemah

b. Kebocoran oli pada damper unit

c. Penyetelan kurang tepat

5.       

Suspensi depan terlalu keras

a. Kesalahan pemasangan

b. Penyetelan kurang tepat

c. Swing arm pivot bengkok

d. Damper rod bengkok

e. Kerusakan pada swing arm pivot

bearing

f. Kesalahan pada susensi linkage

g. Kerusakan pada linkage pivot

bearing

 

 

 

 

 

F.       Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2

NAMA            : FERRI ANGGRIAWAN

NIM                : 2017006073

PRODI            : PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA

Kompetensi Keahlian

TEKNIK & BISNIS SEPEDA MOTOR

Mata Pelajaran

Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor

Topik

Memahami Prinsip Kerja System Suspensi

Kelas/Semester

XI OT 1 & OT 2/1

Tahun Pelajaran

2020/2021

Alokasi Waktu

2x60 menit

 

J.    Kometensi Inti:

KI-1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI-2

Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3 (Pengetahuan):

Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional

KI-4 (keterampilan):

Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

 

K. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

NO

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

1

Memahami Prinsip Kerja Sistem Suspensi

Menerangkan prinsip kerja sistem suspensi

Menyebutkan komponen- komponen sistem suspensi

Menjelaskan jenis-jenis sistem suspensi

2

Merawat berkala Suspensi

Menyusun langkah perawatan sistem suspensi

Melakukan perawatan berkala sistem suspensi

Memeriksa hasil perawatan berkala sistem suspensi

 

L.  Tujuan Pembelajaran

1.        Melalui pengamatan tayangan power point serta diskusi dan kerja kelompok, peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja sistem suspensi sepeda motor

2.        Melalui diskusi dan kerja kelompok serta tayangan youtube tentang fungsi sistem suspensi dan komponen- komponen sistem suspensi, peserta didik mampu menguraikan jenis-jenis sistem suspensi sesuai buku manual dengan cermat dan kritis

3.        Setelah mengidentifikasi teks power point, serta melalui diskusi dan kerja kelompok, peserta didik mampu memilih peralatan yang sesuai untuk melakukan perawatan berkala sistem suspensi sepeda motor secara kreatif dan bertanggung jawab.

4.        Setelah melakukan praktik di Lab. TBSM, serta melalui tanya jawab dan kerja kelompok peserta didik mampu mengidentifikasi gangguan dan melakukan perawatan berkala pada sistem suspensi dengan cermat dan kritis

5.        Setelah selesai praktik merawat berkala sistem suspensi, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, serta melalui ekplorasi di internet, peserta didik mampu membandingkan hasil pemeriksaan sistem suspensi dengan buku manual dengan cermat dan kritis

6.        Setelah mengidentifikasi hasil pemeriksaan ban, peserta didik mampu menyusun laporan hasil perawatan berkala pada job sheet secara kreatif dan bertanggung jawab

 

M.Penguatan Pendidikan Karakter (PKK)

1.        Religiusitas

2.        Nasionalisme

3.        Kejujuran

4.        Kedisiplinan

 

N.  Materi Pembelajaran

MATERI REGULER

MATERI REMIDI

MATERI PENGAYAAN

Garis besar sistem suspensi

Garis besar sistem suspensi

Prosendur pemeriksaan dan perawatan berkala system suspense (peredam kejut) sepeda motor

Jenis sistem suspensi sepeda motor

Jenis sistem suspensi sepeda  motor

Komponen sistem suspensi

Komponen sistem suspensi

Prinsip kerja peredam kejut

Prinsip kerja peredam kejut

Pemeriksaan dan perawatan sistem suspensi

Pemeriksaan dan perawatan sistem suspense

 

O.  Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran

4.        Pendekatan      : Blanded Learning

5.        Metode            : pembelajaran daring, penugasan

6.        Model              : e-learning

P.   Media Pembelajaran

1.        Media

a)       Power point, Laptop, Proyektor

b)      WA Group,

 

2.        Bahan

a)       Unit Sepeda Motor

b)      Job sheet

c)       Tools Box

 

3.        Sumber Belajar

1.         Wawan (2013), “Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor 2”, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, Jakarta

2.         Jarna, Julius (2008), “Teknik Sepeda Motor 2”, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta

3.         PT. Astra Honda Motor, Buku panduan reparasi Honda

4.         dan internet

 

 

Q.  Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Tahap Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

 

Tatap Muka

Online

Sumber referensi

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

kegiatan

Alokasi Waktu

Kegiatan

 

 

 

 

 

Pendahuluan

-

 

4.      Guru mengucapkan salam dan peserta didik menjawab salam

5.   guru memeriksa kehadiran siswa

6.   apresiasi materi pembelajaran

10 menit

 

Inti

-

 

 

 

Upload bahan (materi)

6.      Garis besar sistem suspense

7.      Jenis sistem suspensi sepeda motor

8.      Komponen sistem suspense

9.      Prinsip kerja peredam kejut

10.  Pemeriksaan dan perawatan sistem suspensi

 

 

Upload tugas:

3.      Merangkum materi yang di share

4.      Menjawab soal-soal yang diberikan

 

 

40 menit

Buku paket

Pemeliharaan sasis sepeda motor  kelas XI/1

Youtube, internet, Wawan (2013), “Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor 2”, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga Kependidikan, Jakarta

Penutup

 

 

4.      mereview materi

5.      menyimpulkan pembelajaran

6.      mengucapkan salam

10 menit

Tanya jawab

Dan moifasi


R.      Evaluasi

4.         Teknik penilaian

e)      Tugas

f)       Ujian

g)      Keaktifan diforum diskusi

h)     absensi

 

5.         Instrument

No

 

No soal/ bobot nilai

 

 

 

jumlah

 

 

 

skor

Urt

NIS

Nama Peserta

Interaksi peserta didik dengan materi pembelajaran

Interaksi antar siswa

Interaksi siswa dengan guru

online

online

online

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah

 

 

 

 

 

Rata-rata

 

 

 

 

 

Persentase

 

 

 

 

 

 

6.         Instrumen penilaian pengetahuan

c)      Butir soal

6)      Jelaskan apa fungsi system suspense?

7)      Sebutkan jenis-jenis system suspense? Dan jelaskan?

8)      Sebutkan komponen-komponen sitem suspense pada sepeda motor?

9)      Jelaskan apa yang dimaksud dengan sudut caster?

10)  Sebagai seorang mekanik, apasaja gangguan atau kerusakan yang kerap terjadi pada system suspense sepeda motor? Dan apa penyebabnya?mkn

d)     Jawaban

6)      menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan kenyamanan dan stabilitas berkendara. selain   itu   juga   berfungsi   untuk menopang  body  dan  rangka  sepeda motor untuk menjaga letak geometris antara body dan roda-roda

7)      1.  Suspensi Bagian Depan (Front Suspension)

Suspensi depan yang terdapat pada sepeda motor pada umumnya terbagi tiga, yaitu:

d.      Garpu batang bawah (bottom link fork); jenis ini biasanya dipasang pada sepeda motor bebek model lama, vespa atau scooter.

 

e.       Garpu teleskopik (telescopic fork); merupakan jenis suspensi yang paling banyak digunakan pada sepeda motor. Suspensi teleskopik terdiri dari dua garpu (fork) yang dijepitkan pada steering yoke. Garpu teleskopik menggunakan penahan getaran pegas dan oli (minyak pelumas) garpu. Pegas menampung getaran dan benturan roda dengan permukaan jalan dan oli garpu mencegah getaran diteruskan ke batang kemudi. Garpu depan dari sistem kemudi (yang termasuk kedalam suspensi depan) fungsinya untuk menopang goncangan jalan melalui roda depan dan berat mesin serta penumpang. Oleh karenanya garpu depan harus mempunyai kekuatan, kekerasan yang tinggi, selain caster dan trail (kesejajaran roda depan) yang berpengaruh besar pada kestabilan mesin.

f.        Up side down; jenis suspensi ini banyak diterapkan pada sepeda motor kapsitas besar, seperti Yamaha R1 & R6, Suzuki GSX 600, dll. Tipe ini pada dasarnya hampir sama dengan tipe garpu teleskopik, hanya saja jika pada tipe garpu teleskoik tabung fluida redam terletak di bawah, maka pada tipe ini justru sebaliknya, tabung fluida redam terletak di atas.

8)      .

·         Sil debu

·         Cincin stopper

·         Sil oli

·         Tabung garpu

·         Torak garpu

·         Cincin torak garpu

·         Pegas garpu

·         Baut garpu

·         Pegas reaksi

 

9)      Caster adalah sudut kemiringan sumbu vertikal roda, artinya roda depan dapat berbelok karena bergerak pada sumbu vertikal. Caster, akan mengatur sudut kemiringan sumbu vertikal ini. Jadi posisi belok roda tidak 0 derajat vertikal.

10)  Gangguan  suspensi

a. gangguan :suspensi depan atau belakang terlalu keras / lemah dan timbul suara abnormal dari suspensi

b. penyebab :

- Pegas yang sudah lemah.

- Minyak peredam kejut yan tidak tepat. Apabila menggunakan minyak yang kekentalannya tidak tepat, maka suspensi akan terlalu lunak atau terlalu keras

- Jumlah minyak suspensi yang kurang atau terjadinya kebocoran. Apanila jumlah pengisian minyak ekdalam suspensi tidak sesuai, maka suspensi akan terasa terlalu lunak atau terlalu keras. Demikian pula apabila terjadi kebocoran, maka suspensi akan terasa lunak

- Apabila penutup suspensi bengkok, memungkinkan saling bergesekan dengan tabung suspensi atau terhadap pegasnya dan menimbulkan gesekan.

- Apabila karet penyetop ( seal oil ) telah usang atau hancur, maka akan menimbulkan suara pukulan yang keras bila pergerakan peredam kejut “ mentok “ sampai langkah maksimalnya.

 

 

 

K.      Pedoma penskoran

No. soal

Pedoman penskoran

Skor maksimal

Menjawab dengan benar disertai pengembangan

 

Menjawab dengan benar

Menjawab salah

Soal di tulis ulang

Tidak dijawab

1

15

13

2

0,5

0

15

2

20

18

2

0,5

0

20

3

20

18

2

0,5

0

20

4

30

28

2

0,5

0

30

5

15

13

2

0,5

0

15

Maksilal skor

100

90

10

5

0

100

 

 

L.       Rumus penilaian

Data hasil penilaian pengetahuan dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟=Σ Skor yang dijawab benar   10

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

 

Catatan Kurikulum dan Kepala Sekolah Tentang Perbaikan RPP:

………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

Guru

 

 

 

 

 

 

Fatkurohman S.T

Way tuba, 23 september 2020

 

 

Mahasiswa

Description: C:\Users\JMC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\IMG_20201218_064917_1.jpg

 

Ferri Anggriawan

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI AJAR


Bahan ajar Sistem suspensi Sepeda Motor

4.        Deskripsi

Materi suspensi yang terdiri dari pembelajaran 1 dan 2 ini menjelaskan tentang jenis-jenis suspensi baik suspensi depan maupun suspense belakang sepedamotor, disamping itu juga tercakup bagaimana cara pemeriksaaan dan perbaikan gangguan yang terjadi pada sistem suspensi

5.        Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu

1. Menjelaskan jenis-jenis suspensi

2. Menjelaskan cara kerja system suspensi

3. Memeriksa komponen system suspensi

4. Memperbaiki gangguan yang terjadi pada system suspensi

6.        Pendahuluan

Sistem Peredam Kejut Sepeda Motor

L.       Pengertian

 

Sistem peredam kejut merupakan salah satu bagian pada chasis sepeda motor yang berfungsi menyerap bantingan, kejutan maupun getaran dari permukaan jalan dengan tujuan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan stabilitas berkendara. Selain itu sistem peredam kejut juga berfungsi untuk menopang body dan rangka sepeda motor untuk menjaga letak geometris antara body dan roda-roda.

Prinsip kerja sistem peredam kejut adalah sebagai berikut :

Garis diagram pada gambar

di samping ini menjelaskan

bahwa hanya dengan pegas

saja tidak sanggup untuk

menyerap goncangan akibat

kondisi jalanan. Karena

goncangan yang diterima

pegas akan dikembalikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun. Dalam hal ini pengendara sepeda motor tidak nyaman dan berbahaya.

Jika memakai peredam

kejut seperti gambar di

samping, maka goncangan

yang di terima telah diserap

untuk sebagian besar oleh

peredam kejut sehingga pengendalian

 

 

M.     Bagian Utama istem Peredam kejut Belakang

Cushion unit/shock absorber (peredam kejut) diletakkan antara ujung belakang dari lengan dan rangka (frame). Konstruksi peredam kejut depan adalah sebagai berikut:

 

 

Keterangan gambar:

1. Upper mounting eye

2. Nut

3. Rubber stop

4. Shroud (decorative only)

5. Damper rod

6. Spring

7. Oil seal

8. Inner spring

9. Damper valve

10. Damper piston

11. Spring seat

12. Damper body

13. Compression valve

14. Lower mounting eye

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N.      Prinsip kerja

 

Ditekan (compression cycle)

Saat shock absorber ditekan karena gaya osilasi dari pegas suspensi, maka gerakan yang terjadi adalah shock absorber mengalami pemendekan ukuran. Pada saat inilah piston bergerak turun ke bawah. Fluida shock absorber yang berada di bawah piston akan naik keruang di atas piston melalui lubang yang ada pada piston. Sementara lubang kecil (orifice) pada piston tertutup karena katup menutup

saluran orifice tersebut.

 

Penutupan katup ini disebabkan karena peletakkan katup yang berupa membran (plat tipis) dipasangkan di bawah piston, sehingga ketika fluida shock absorber berusaha naik ke atas maka katup membran ini akan terdorong oleh fluida shock absorber dan akibatnya menutup saluran oriface. Jadi fluida shock absorber akan menuju ke atas melalui lubang yang besar pada piston, sementara fluida tidak bisa keluar melalui saluran oriface di piston. Pada saat ini shock absorber tidak melakukan peredaman terhadap gaya dari osilasi pegas suspensi, karena fluida dapat naik ke ruang di atas piston dengan sangat mudah.

Memanjang (extension cycle)

Pada saat memanjang piston di dalam tabung akan bergerak dari bawah naik ke atas. Gerakan naik piston ini membuat fluida shock absorber yang sudah berada di atas menjadi tertekan. Fluida shock absorber ini akan mencari jalan keluar agar tidak tertekan oleh piston terus. Maka fluida ini akan mendorong katup pada saluran orifice untuk membuka dan fluida akan keluar atau turun ke bawah melalui saluran orifice. Pada saat ini katup pada lubang besar di piston akan tertutup karena letak katup ini yang berada di atas piston. Fluida shock absorber ini menekan katup lubang besar di piston ke bawah dan berakibat katup ini tertutup. Tapi letak katup saluran oriface membuka karena letaknya yang berada di bawah piston, sehingga ketika fluida shock menekan ke bawah katup ini membuka. Pada saat ini fluida shock absorber hanya dapat turun ke bawah melalui saluran oriface yang kecil. Karena salurannya yang kecil maka fluida shock absorber tidak akan bisa cepat turun ke bawah alias terhambat. Di saat inilah shock absorber melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi.

 

O.      Jenis Peredam kejut

Ada beberapa macam jenis shock absorber menurut gaya redam, kontruksi dan media pengisi.

 

2)        Gaya Redam

Menurut gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu single action dan double action.

e)        Single Action

Gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber hanya terjadi pada langkah memanjang (ekspansion stroke) sedangkan pada langkah memendek (compression stroke) tidak terjadi gaya redam.

f)         Double Action

Gaya redam yang dihasilkan oleh shock absorber terjadi pada langkah memanjang (ekspansion stroke)dan langkah memendek (compression stroke).

g)        Kontruksi

Menurut kontruksinya shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu mono tube dan twin tube.

3)        Mono Tube

Hanya terdiri dari satu tabung dan posisi tabung berada pada bagian atas. Bagian utama terdiri dari tutup (cover), silinder bagian atas (upper chamber), silinder bagian bawah (lower chamber) dan piston dilengkapi lubang-lubang kecil (orifice) sebagai katup.

Cara kerja pada saat compresion stroke terjadi fluida tertekan mengalir dari silinder bagian bawah ke silinder bagian atas melalui katup pada  piston. Karena perpindahan fluida melalui lubang-lubang kecil pada katup, terjadi tahanan yang mengakibatkan peredam getaran. Sedangkan pada saat ekspansion stroke terjadi fluida akan mengalir dengan arah berlawanan. Fluida akan kembali mengalir dari silinder bagian atas ke silinder bagian bawah melalui katup pada piston. Dengan kembalinya fluida, maka tahanan fluida menjadikan sebagai peredam getaran.

 

4)        Twin Tube

Cara kerja pada saat compresion stroke terjadi fluida tertekan mengalir dari silinder dalam bagian bawah ke silinder dalam bagian atas melalui katup pada piston. Fluida juga mengalir dari silinder dalam ke silinder luar, melalui katup kontrol yang berada pada dasar silinder. Karena perpindahan fluida ini, menjadikan peredam getaran. bekerja. Peredam terhadap getaran yang terjadi pada roda-roda, ditimbulkan oleh tahanan mengalir dengan arah yang berlawanan. Fluida akan kembali mengalir dari silinder dalam bagian atau ke silinder dalam bagian bawah, melalui katup pada piston. Demikian juga fluida yang ada di silinder luar mengalir kembali ke silinder dalam melalui katup kontrol. Dengan kembalinya fluida, tahanan aliran menjadikannya sebagai peredam getaran.

 

h)       Media Pengisi

Menurut media pengisi shock absorber dibagi dalam dua jenis yaitu oil type dan gas type.

 

                                        iii.                   oil type

Tabung dalam (cylinder) berisi penuh dengan oli pada saat peredam kejut bekerja, oli akan mengisi sebagian ruang pada tabung luar.

 

                                        iv.                   gas type

Tabung dalam (cylinder) berisi

penuh dengan oli dan dimasukkan

gas nitrogen bertekanan yang akan mengisi ruang pada tabung luar pada saat bekerja.

 

Jenis sistem peredam kejut depan yang umum digunakan pada sepeda motor diantaranya:

 

 

3.      Peredam kejut Bottom Link:

c.                        Leading Link Type

d.                      Trailling Link Type

Keuntungan :

Pada saat pengereman, konstruksi link  akan menaikkan bagian depan kendaraan, sehingga gejala kendaraan menukik akibat pengereman dapat diminimalisir.

Kerugian:

·         Adanya link dan engsel menyebabkan sistem peredam kejut ini memerlukan perawatan dan pelumasan rutin.

·         Keausan bushing pada bagian engsel link akan menyebabkan kedudukan roda miring terhadap sumbu geometrinya.

·         Kurang nyaman digunakan pada kecepatan tinggi maupun off road.

 

 

4.      Peredam kejut teleskopik

Keuntungan :

·         Tidak memerlukan perawatan ekstra seperti halnya pada system peredam kejut bottom link.

·         Kenyamanan dan keamanan pada kecepatan tinggi tetap terjaga.

·         Kerugian :

·         Bagian depan kendaraan cenderung menukik pada saat pengereman, sehingga kemungkinan pengendara terjungkal pada saat pengereman mendadak, menjadi lebih besar.

 

P.                 Sistem peredam kejut belakang

Sistem peredam kejut belakang yang umum digunakan pada sepeda motor menggunakan swing arm pivot sebagai penunjang dan penahan rear axle. Penggunaan swing arm pivot memberikan reaksi yang cepat pada roda untuk bervariasi di berbagai kondisi jalan, disamping itu memiliki kemampuan mengontrol gerakan roda dengan baik sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara. Prinsip kerja macam-macam peredam kejut roda belakang sebagai berikut.

 

Jenis Peredam Kejut

Cara Kerja

3.      Friction damper

Prinsip kerjanya sangat sederhana, dimana untuk pengganti oli sebagai peredam gerakan per dan suspense dilakukan oleh piston yang memiliki ring non metalik (biasanya dari bahan plastik) yang dipasangkan pada bagian atas piston. Ring piston dari bahan non metalik tersebut berfungsi meredam gerakan rod yang menekan dinding bagian dalam silinder yang dilapisi oleh gemuk (grease).

4.      Oil damper

Oil damper berfungsi mengontrol gerakan pegas suspensi (naik maupun turun) melalui lubang-lubang saluran yang berrada di piston damper Gerakan menahan yang dilakukan oleh piston damper didapatkan dari oli yang meredam gerakan pegas, melalui perubahan lubang keluar masuknya oli pada saat piston bergerak turun naik.

Pada saat piston bergerak turun (menekan), oli menahan gerakan tersebut melalui sebagian besar aliran oli yang masuk melalui damping orifice, reaksi terjadi akibat gerakan roda yangmenyentuh secara tiba-tiba bagian jalanan yang menonjol. Pada saat tekanan pegas mengembalikan rod bergerak ke atas (memanjang) maka gerakan akan tertahan dengan lembut, karena adanya tekanan oli dari damping oil melalui lubang-lubang kecil orifice.

Jenis-jenis peredam kejut roda belakang sepeda motor diantaranya:

4.      Swing arm type

Suspensi belakang jenis swing arm memberikan kenyamanan dalam pengendaraan serta membantu daya tarik dan kemampuan mengontrol gerakan roda yang baik. Pada umumnya semua sepeda motor menggunakan sistem kerja dasar suspensi belakang seperti ini. Suspens belakang dengan sistem dasar swing arm ini dirancang untuk beberapa jenis, bergantung dari kebutuhan sistem redamnya serta disain daris swing arm nya.

 

1. Rear arm component

2. Bush 1

3. Shaft, Pivot

4. Nut, Nylon

5. Seal, Guard

6. Guard, Chain

7. Bolt, Flange

8. Washer, Spring

9. Nut, Hexagon

10. Support, Chain

11. Screw, With Washer

12. Shock Absorber Assembly,       Rear Native Red

13. Washer, Plate

14. Nut

15. Bolt, Hexagon

 

5.      Unit swing type

Kontruksi tipe unit swing adalah

mesin itu sendiri yang bereaksi

seperti lengan yang berayun. Jadi

mesin tersebut yang berayun. Tipe

sistem suspensi ini digunakan untuk

sepeda motor scooter dan sebagian

moped.

Umumnya suspensi tipe unit swing dipakai pada sepeda motor yang mempunyai penggerak akhirnya (final drive) memakai sistem poros penggerak. Ada dua jenis type suspensi ini yaitu Double Suspensi dan Monoshoc.

c.       Double Suspension

Jenis ini mempunyai dua peredam

kejut yang mendukung bagian

belakang frame body dan swing arm.

Suspensi ini umum digunakan,

karena sangat sederhana proses

pemasangan, jumlah komponen yang

lebih sedikit, serta mempunyai sistem

dasar yang ekonomis.

 

 

 

 

d.      Monoshock

Jenis suspensi ini mempunyai satu

peredam kejut yang mendukung

bagian belakang frame body dan

bagian swing arm. Suspensi ini

memiliki kontruksi yang rumit, tetapi

lebih stabil dibanding jenis double

suspension. Banyak digunakan pada

sepeda motor modern untuk

keperluan sport.

 

6.      Monocross suspension

Tipe ini merupakan swing arm

tetapi memiliki bentuk dan

posisi bantalan dari cushion

unit yang unik. Sistem

monocross suspension merupakan hasil penemuan asli dari Mr. Telkens berasal dari Belgia dan sistem ini

dikembangkan jauh oleh Yamaha untuk penggunaan yang praktis pada racing dan mesin sport sebaik mesin jarak jauh.

Konstruksi dan cara kerjanya suspensi monocross menyatu pada struktur keseluruhan dari frame, swing arm dan cushion unit. Cushion ini menggunakan gas inert (nitrogen), oli pegas dan karet sebagai peredam kejutan untuk menghasilkan bantalan yang empuk. Bahan cushion ini berbeda dengan sebelumnya yang dipasang dengan posisi tegak, damper olinya terpisah dari gas tekanan tinggi yang dipisahkan oleh base valve dan membran karet yang kemudian dimampatkan. Karena keadaan ini, meskipun unitnya dimiringkan proses aerasi (penetrasi udara ke oli) tidak akan terjadi, sehingga tingkat kelembaban yang stabil dapat terjadi.

 

Q.                Pemeriksaan dan perawatan peredam kejut depan

NO

Jenis Kendaraan

Prosedur Pemeriksaan

1.       

Kebocoran Peredam kejut

c.       Amati secara visual pada bagian yang diberi anak panah, apakah terdapat kebocoran oli atau tidak.

d.      Jika terjadi kebocoran, maka peredam kejut mesti diperbaiki

11.   

Memeriksa kelurusan geometri roda

d.      Luruskan stang stir, periksa kelurusan antara roda depan dan belakang

e.       Apabila roda depan dan belakang tidak segaris, periksa posisi chain adjuster dari ketepatan posisinya antara sisi kiri dan kanan.

f.       Apabila roda depan dan belakang terlihat miring ke satu arah, lakukan pemeriksaan pada bagian-bagian swing arm ataupun suspensi depan dar kebengkokan/rangka yang terpuntir.

12.   

Periksa keadaan pegas suspensinya

Ukur panjang pegas dalam keadaan pegas terlepas. Jika panjang pegas melebihi ketentuan, pegas harus diganti.

13.   

Memeriksa suspensi depan (teleskopik)

Memeriksa kerja sistem suspensi

depan dengan menekan bagian

depan sepeda motor beberapa kali

(dengan rem ditahan).

Gerakan kepegasan harus

berlangsung dengan lembut dan

lancar, setelah ditekan pegas harus

kembali ke posisi semula dengan

sedikit tahanan.

14.   

Melakukan pembongkaran komponen

suspensi depan

 

 

i. Membuka bagian-bagian: spakbor

depan, baut penjepit garpu dan

kaki garpu depan.

CATATAN : Waktu garpu akan

dibongkar, kendorkan baut garpu,

tapi jangan dilepaskan dulu.

 

ii. Lepaskan baut garpu.

AWAS!!

Baut garpu berada di bawah

tekanan pegas. Berhati-hatilah

saat melepaskannya.

iii. Lepaskan pegas garpu,

keluarkan fluida garpu

dengan memompa tabung garpu

ke atas dan ke bawah beberapa

kali.

iv. Lepaskan sil debu dan cincin

stopper sil oli.

v. Tahan penggeser garpu pada

ragum dengan pemegang

lunak atau lap bengkel.

Lepaskan baut soket garpu

dengan hex wrench.

vi. Lepaskan torak garpu dan

pegas reaksi dari tabung garpu,

15.   

Pemeriksaan Tabung garpu / slider/

Torak

i. Periksa tabung garpu, slider

garpu dan torak garpu terhadap

gerusan, dan keausan yang

berlebihan atau tidak.

ii. Periksa cincin torak garpu

terhadap keausan atau

kerusakan.

iii. Periksa pegas reaksi terhadap

keausan atau kerusakan.

16.   

Melakukan pemeriksaan komponen

peredam kejut roda depan

Letakkan tabung garpu pada

blok-V dan ukur keolengan.

Keolengan yang sebenarnya

adalah 1/2 dari pembacaan total

indikator. Bandingkan dengan

keolengan yang diijinkan.

17.   

Melakukan perakitan dan pemasangan komponen suspensi depan

Sebelum dipasang, semua

komponen dicuci dengan air

atau larutan yang tidak mudah

terbakar dan keringkan.

Pasang pegas reaksi dan torak

garpu ke dalam tabung garpu.

Pasang tabung garpu pada slider

garpu.

 

18.   

 

Topang penggeser garpu pada catok

dengan pemegang lunak atau lap

bengkel. Lumasi larutan pengunci ulir baut soket garpu dan pasang dan kencangkan baut soket dengan cincin washer perapat yang baru pada torak  garpu.

 

Pasang sil oli dan dorong masuk

dengan menggunakan kunci perkakas khusus.

 

Pasang cincin stopper sil oli pada alur slider garpu dengan kencang.

 

Pasang sil debu

 

Tuang fluida untuk garpu yang

dianjurkan sesuai jumlah yang telah

ditentukan ke dalam tabung garpu.

Minyak Garpu Yang Dianjurkan: ATF

Kapasitas Minyak Garpu: 62 Cc

Pompa tabung garpu beberapa kali

untuk mengeluarkan udara palsu

dari bagian bawah tabung garpu.

 

 

19.   

Susunan peredam kejut teleskopik setelah dirakit.

 

R.                Pemeriksaan dan perawatan peredam kejut belakang

6.      Pelepasan Lengan Ayun

Lepaskan komponen-komponen berikut:

- Roda belakang

- Knalpot

Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kanan. Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem dari lengan ayun.

 

Lepaskan baut-baut pemasang dan mur pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kiri lalu lepaskan pemegang dan pijakan kaki pembonceng sebelah kiri. Lepaskan pijakan kaki pembonceng sebelah kiri.

 Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kiri.

Lepaskan pelapis tutup rantai roda.

 

 

7.      Pembongkaran Lengan Ayun

Lepaskan komponen-komponen

berikut:

- Pin cotter

- Mur, cincin washer rata dan cincin

washer pegas

- Baut stopper

- Lengan stopper panel rem

 

8.      Pemeriksaan Lengan Ayun

Periksa bos engsel terhadap keausan atau kerusakan. Periksa lengan ayu terhadap keretakan atau kerusakan

 

9.      Perakitan Lengan Ayun

Pasang lengan stopper rem belakang, baut, cincin washer pegas, cincin washer rata, dan mur. Pasang mur dengan kencang. Pasang pin cotter yang baru untuk mengamankan mur.

 

10.  Pemasangan Lengan Ayun

Pasang rantai roda dan pasang lengan ayun pada rangka. Masukkan baut

engsel dari sisi kiri dan untuk sementara kencangkan mur engsel. Pasang baut-baut pemasangan bagian bawah peredam kejut dan kencangkan. Pasang pelapis tutup rantai roda.

 

 

No

Jenis pemeriksaan

Prosedur pemeriksaan

7.       

Memeriksa kerja sistem suspensi

belakang

Pemeriksaan kerja sistem suspense belakang dilakukan dengan cara menekan bagian belakang sepeda motor beberapa kal (dengan rem ditahan). Gerakan kepegasan harus berlangsung dengan lembut dan lancar, setelah ditekan pegas harus kembali ke posisi semula dengan sedikit tahanan.

8.       

Pemeriksaan komponen suspensi yang aus atau kendor

Menempatkan sepeda motor pada

standar utama, goyangkan lengan

ayun ke kanan-kiri.

Jika ada kekocakan, periksa baut

engsel dan bos lengan ayun.

9.       

Pelepasan lengan ayun

9.      Lepaskan roda belakang dan knalpot

10.  Lepaskan baut, cincin washer dan pemegang pijakan kaki pembonceng sebelah kanan dan kiri.

Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/63-300x104.pngGambar 63. Langkah Pelepasan (b)

 

11.  Lepaskan kait pegas pengembali pedal rem dari lengan ayun.

12.  Lepaskan mur-mur pemasangan peredam kejut bagian bawah dan cincin-cincin washer.

13.  Lepaskan mur engsel lengan ayun, baut dan lengan ayun.

14.   

Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/64-300x104.pngGambar 64. Langkah Pelepasan Lengan Ayun (d) dan (e)

10.   

Pemeriksaan lengan ayun

5.      Periksa bos engsel terhadap keausan atau kerusakan.

6.      Periksa lengan ayun terhadap keretakan atau kerusakan.

15.  Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/65.png

16.  Gambar 65. Pemeriksaan Lengan Ayun

11.   

Pelepasan Peredam Kejut (Shock Absorber)

3.      Topang sepeda motor pada standar tengah.

4.      Lepaskan tutup bodi, lepaskan mur pemasangan bagian atas peredam kejut, cincin washer dan pegangan belakang.

7.      Description: https://mediasharingku.my.id/wp-content/uploads/2020/06/66.jpg

8.      Gambar 66. Pelepasan Peredam Kejut

12.   

Pemeriksaan Peredam Kejut

3.      Periksa apakah ada kerusakan pada peredam kejut.

4.      Periksa hal-hal berikut:

§  Batang peredam terhadap kebengkokan atau kerusakan

§  Unit peredam terhadap perubahan bentuk atau kebocoran oli

§  Bos penyambung bagian atas dan bawah terhadap keausan atau kerusakan

§  Periksa kehalusan cara kerja peredam secara keseluruhan.

 

 

S.                  Gangguan

Gangguan yang sering terjadi pada peredam kejut sepeda motor adalah:

1. Suspensi depan atau belakang terlalu lemah/keras.

2. Timbul suara abnormal dari suspensi.

T.                 Penyebab

Penyebab gangguan peredam kejut tersebut bisa kemungkinan mengalami:

i. Pegas yang sudah lemah.

ii. Minyak peredam kejut yang tidak tepat. Apabila mempergunakan minyak yang

kekentalannya tidak tepat, maka peredam kejut akan terlalu lunak atau terlalu

keras.

iii. Jumlah minyak peredam kejut yang kurang atau terjadi kebocoran. Apabila

jumlah pengisian minyak kedalam peredam kejut tidak sesuai dengan ketentuan,

maka suspensi akan terasa terlalu lunak atau terlalu keras. Demikian pula

apabila terjadi kebocoran, maka tekanan terasa lunak. Oleh karena itu pengisian jumlah minyak harus sesuai dengan ketentuan.

                       vi.            Gangguan pada bagian tutup atau tabung peredam kejut. Apabila penutup

peredam kejut bengkok, dapat memungkinkan saling bergesekan dengan tabung peredam kejut atau terhadap pegasnya. Hal ini Gangguan pada bagian tutup atau tabung peredam kejut. Apabila penutup peredam kejut bengkok, dapat memungkinkan saling bergesekan dengan tabung peredam kejut atau terhadap pegasnya. Hal ini

menimbulkan suara gesekan.

                     vii.                  Kerusakan pada karet penyetop (stopper) peredam kejut. Apabila karet penyetop telah usang atau hancur, maka akan menimbulkan suara pukulan yang keras bila pergerakan peredam kejut "mentok" sampai langkah maksimumnya.

U.                Perakitan kembali peredam kejut

a) Langkah perakitan merupakan kebalikan dari langkah pembongkaran.

b) Kencangkan mur-mur pemasangan dengan torsi yang ditentukan.

V.                Cara mengatasi gangguan pada sistem suspensi sepeda motor.

 

No

Gangguan

Kemungkinan Penyebab

6.       

Stang stir cenderung berbelok

ke satu arah atau kendaraan tidak

dapat berjalan dengan posisi lurus

a. Penyetelan suspensi depan

kiri/kanan tidak sesuai

b. Terkadi kebengkokan pada pipa

suspensi

c. Terjadi keausan pada swing arm

pivot

d. Terjadi kebengkokan pada rangka/

body

7.       

Suspensi depan lemah/lunak

a. Terjadi kelemahan pada pegas

suspensi

b. Oli suspensi depan kurang

c. Kelainan pada oli suspensi

depan

8.       

Suspensi depan keras

a. Terjadi kebengkokan pada bagian-bagian suspensi

b. Terjadi sumbatan pada jalur-jalur

oli dalam pipa suspensi

c. Kesalahan pada saat pengisian oli

suspensi

9.       

Suspensi belakang lemah

a. Pegas suspensi lemah

b. Kebocoran oli pada damper unit

c. Penyetelan kurang tepat

10.   

Suspensi depan terlalu keras

a. Kesalahan pemasangan

b. Penyetelan kurang tepat

c. Swing arm pivot bengkok

d. Damper rod bengkok

e. Kerusakan pada swing arm pivot

bearing

f. Kesalahan pada susensi linkage

g. Kerusakan pada linkage pivot

bearing

 

 

 

 

 

G.      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 dan 4

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

 

 

NAMA            : FERRI ANGGRIAWAN

NIM                : 2017006073

PRODI            : PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

 

Nama Sekolah

SMK TUNAS WIYATA WAY TUBA

Kompetensi Keahlian

TEKNIK & BISNIS SEPEDA MOTOR

Mata Pelajaran

Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor

Topik

Memahami sistem rem Hidrolik Sepeda Motor

Kelas/Semester

XI OT 1 & OT 2/1

Tahun Pelajaran

2020/2021

Alokasi Waktu

2x60 menit

 

 

A.  Kompetensi Inti:

 

KI-3 (Pengetahuan):

Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang

pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional

KI-4 (Keterampilan):

Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi,

dan  prosedur  kerja  yang  lazim  dilakukan  serta  memecahkan masalah sesuai dengan  bidang  kerja Teknik  dan Bisnis  Sepeda Motor . Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan   keterampilan   menalar,   mengolah,   dan   menyaji secara   efektif,   kreatif,   produktif,   kritis,   mandiri,   kolaboratif, komunikatif,  dan  solutif  dalam  ranah  abstrak  terkait  dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan   keterampilan   mempersepsi,   kesiapan,   meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,  serta  mampu  melaksanakan  tugas  spesifik  di  bawah pengawasan langsung.


B.  Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

 

KompetensiDasar

 

Indikator Pencapaian Kompetensi

 

3.1. Memahami prinsip kerja system rem hidrolik

 

 

4.1. Merawat sistem rem hidrolik

3.1.1 Mengetahui konsep kerja sistem hidrolik

3.1.2 Mengetahui komponen-komponen sistem hidrolik

 

4.1.1 Mengetahui fungsi komponen sistem hidrolik

 

4.1.2  Melakukan  perawatan  komponen  sistem  hidrolik sepeda motor

 

 

C.  Tujuan Pembelajaran

 

1.   Melalui pengamatan tayangan video serta diskusi dan kerja kelompok, peserta didik mampu menguraikan prosedur pengujian kerja sistem rem hidrolik dengan cermat

2.   Melalui diskusi dan kerja kelompok serta tayangan power point , peserta didik mampu

mengklasifikasikan komponen-komponen sistem rem hidrolik dengan cermat dan tepat

3.   Setelah   mengidentifikasi   teks   power   point,   serta   melalui   diskusi   dan   kerja

kelompok,peserta didik mampu menguji kerja sistem rem hidrolik dengan benar

4.   Setelah melakukan praktik, peserta didik mampu melakukan prosedur perawatan sistem

hidrolik sesuai SOP

5.   Setelah selesai praktik pemeriksaan sistem rem mekanik, peserta didik dapat menyusun

laporan hasil pengujian sistem rem hidrolik secara sistematis

 

 

D.  Penguatan Pendidikan Karakter (PPK):

 

1.   Religiusitas

2.   Nasionalisme

3.   Kejujuran

4.   Kedisiplinan

 

 

E.  Materi Pembelajaran

 

MATERI REGULER

MATERI REMIDI

MATERI PENGAYAAN

Prinsip    kerja    sistem    rem

hidrolik sepeda motor

Prinsip    kerja    sistem    rem

hidrolik sepeda motor

Prosedur     cara    melakukan

perawatan  berkala  pada sistem rem mekanik sepeda motor

Bagian-bagian        komponen

sistem  rem  hidrolik  sepeda motor

Bagian-bagian        komponen

sistem  rem  hidrolik  sepeda motor

Prosedur   perawatan  berkala

sistem  rem  hidrolik  sepeda motor

Prosedur   perawatan  berkala

sistem  rem  hidrolik  sepeda motor

 

 

F.  Pendekatan, Metode Dan Model Pembelajaran

 

1.

Pendekatan

: Saintifik-TPACK

2.

Metode

: Diskusi, Tanya Jawab, Demontrasi, Praktek dan Penugasan

3.

Model

: Cooperative Learning Tipe STAD


G. Media Pembelajaran, Alat, Sumber Belajar

 

1.  Media

 

a.   Power point, Laptop, Proyektor b.   Unit kendaraan sepeda motor

c.   Internet

d.   materi perbaikan sistem rem hidrolik

2.   Alat dan Bahan

 

a.   laptop, HP Android dan jaringan internet b.   Job sheet

c.   Tools Box

d.   Unit sepeda motor

3.   Sumber Belajar

 

a.   Teknik  Sepeda Motor  Jilid  3  untuk  SMK /oleh  Jalius Jama,  Wagino  ---- Jakarta : Direktorat  Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan,  Direktorat  Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

b.    Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor oleh Rofiq Ali Muhsin dan Mohammad. Penerbit

ERLANGGA.2019

c.    Buku-buku referensi yang relevan dengan materi pelajaran

d.    Internet

H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

 

Pertemuan 1

Tahap pembelajaran

Deskripsi kegiatan

 

Tatap muka

Alokasi waktu

On line

Alokasi waktu

Kegiatan

Pendahuluan

 

 

1.      Guru      bersama peserta        didik saling   memberi dan     menjawab salam.

2.      Guru melakukan presensi   peserta didik

3.      Tahap 1: Penyampaian tujuan               dan motifasi peserta didik

 

10 menit

Kegiatan Inti

 

 

1)      Searching bahan/materi Google, (youtube)

2)      https://www.youtube.com/watch?v=O48hZM6UxRA

3)      https://www.youtube.com/watch?v=O48hZM6UxRA

4)      Memberi file materi dan Soal melalaui group kelas WhatsApp

5)      Menganalisis gangguan system Rem Hidrolik sepeda motor

6)      Merawat dan memperbaiki gangguan pada system Rem Hidrolik sepeda motor

 

40 menit

Kegiatan penutup

 

 

1.      Share file Quis di WhatsApp Group

2.      Kegiatan  belajar ditutup dengan Salam dari Guru.

10 menit

 

I.   Penilaian Hasil Belajar

 

1. Instrumen dan Teknik Penilaian

a)      Teknik penilaian

1)      Tes tertulis

2)      Observasi tertulis (essay)

b)      Instrumen

1)      Soal tes tertulis

2)      Soal tes untuk kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampung, 04 Desember 2020

Mengetahui,

                                                                           

Kepala Sekolah

 

 

 

 

Tisnawati, S.Pd., M.M

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

Faturahman, S.T

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Materi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistem Rem Sepeda Motor

 

Kendaraan tidak dapat segera berhenti walaupun katup gas ditutup penuh dan mesin tidak lagi dihubungkan dengan pemindah daya, akan tetapi mempunyai kecenderungan untuk tetap bergerakkarena gaya kelembamannya. Kelemahan ini harus diatasi dengan maksud menurunkan/mengurangi kecepatan kendaraan hingga berhenti. Sistem rem dirancang untuk mengontrol kecepatan/laju (mengurangi/ memperlambat kecepatan dan menghentikan laju) kendaran.

 

A.       Rem Hidrolik Cakram (Disc Brake)

 

Konstruksi rem cakram pada umumnya terdiri atas cakram (disc rotor) yang terbuat dari besi tuang yang berputar dengan roda, bahan gesek (disc pad) yang menjepit & mencengkeram cakram, serta kaliper rem yang berfungsi untuk menekan & mendorong bahan gesek sehingga diperoleh daya pengereman. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara bahan gesek dan cakram. Self  energizing effect  yang terjadi  pada  rem  cakram  sangat  kecil,  sehingga  diperlukan  tekanan pengereman yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien dan pad cenderung lebih cepat aus dibanding dengan sepatu rem pada rem tromol. Akan tetapi disamping kelemahan tersebut   rem   cakram   mempunyai  beberapa   kelebihan,   diantaranya   :   konstruksi   sederhana, penggantian pad mudah, tanpa penyetelan, bidang gesek selalu terkena u dara sehingga radiasi panasnya sangat baik dan water recovery sangat baik karena air akan terlempar keluar dari permukaan cakram dan pad karena adanya gaya sentrifugal. Menurut mekanisme penggeraknya, rem cakram sepeda motor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu rem cakram penggerak mekanik, rem cakram penggerak hidrolik.

 

1.      Rem Hidrolik

 

Rem hidrolik adalah mekanisme system rem yang menggunakan fluida sebagai media transper untuk meneruskan tenaga penekanan pedal rem sampai ke unit rem, dalam hal ini konstruksi system rem yang umum digunakan pada system rem hidrolik adalah konstruksi cakram (disc)

 

Gambar  Rem Caktam.

 

 

Cara kerja rem cakram penggerak mekanik :

 

a)      Kabel rem akan menarik tuas rem (brake arm) ke atas.

b)      Pergerakan/perputaran  tuas  rem  mendorong  “thrust  plateguide” ke depan sehingga pada menempel ke atas cakram.

c)      Gesekan  antara  pad  A  dan  pad  B  pada  cakram  akan memberikan tahanan gesek yang melawan perputaran cakram.

 

2.      Rem cakram penggerak hidrolik

 

Rem cakram penggerak hidrolik banyak digunakan pada sepeda motor pada  umumnya.  Mekanisme  penggerak  sistem  rem  tipe  hidrolik memanfaatkan tenaga hidrolik (fluida/cairan) untuk meneruskan tenaga pengereman dari pedal/handel rem ke sepatu rem/pad rem. Mekanisme penggerak hidrolik berpedoman kepada hukum Pascal : bila suatu fluida/cairan dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke semua arah dengan rata. Gaya penekanan pada pedal/handel rem akan diubah menjadi tekanan fluida oleh piston master silinder, kemudian diteruskan ke silinder roda/kaliper rem melalui pipa/slang rem untuk menghasilkan gaya pengeremansa  Rem penggerak hidrolik mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan penggerak mekanik, yaitu :

 

a)      Fluida mempunyai sifat tidak dapat dimampatkan, dan pada sistem rem hidrolik tidak terjadi kerugian gesekan/penurunan tekanan karena sambungan/engsel seperti halnya pada mekanisme penggerak rem mekanik sehingga rem lebih responsif.

b)      Gaya pengereman yang diperlukan untuk mengoperasikan rem relatif ringan

c)      Bebas penyetelan

3)      Komponen-komponen rem cakram penggerak hidrolis:

 

 

a)      Master cylinder, mengubah gerak pedal/tuas rem ke dalam tekanan hidrolis. Master cylinder terdiri atas reservoir tank yang berisi minyak rem, piston dan silinder yang membangkitkan tekanan hidrolis.

b)      Piringan rem (Cakram), pada umumnya dibuat dari besi tuan yang diberikan lubang pada permukaan geseknya untuk ventilasi dan menampung kotoran/debu yang menempel pada permukaan cakram maupun pada brake pad. Brake pad/disc pad, terbuat dari campuran metallic fiber dan sedikit serbuk besi (biasa disebut semi metallic disc pad). Pada beberapa pad, penggunaan metallic plate (anti-sequel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi pada saat pengereman

c)      Caliper, sering disebut cylinder body, berfungsi untuk memegang pistonpiston dan dilengkapi dengan saluran minyak rem. Jenis-jenis rem cakram yang digunakan pada sepeda motor pada umumnya dibedakan berdasarkan jenis kalipernya, yaitu : a) tipe fixed caliper, dan b) tipe floating caliper.

d)     Pipa/slang rem, merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan tekanan  hydraulic fluida dari master cylinder ke caliper

e)      Minyak rem, merupakan fluida yang berfungsi sebagai media penerus gaya pengereman dalam bentuk tekanan hidrolis (hydraulic pressure) ke brake piston pada caliper

 

 

4)      Pemeriksaan master silinder

Penekanan kopling yang menggunakan mekanisme hidrolik menggunakan master silinder. Master silinder berfungsi menekan fluida. Bekerjanya master silinder diperoleh dari penekanan pedal kopling oleh pengemudi. Dibanding dengan komponen kopling yang lain, master silinder lebih cenderung cepat rusak. Clutch master cylinder  pada umumnyaberada  didepan pedal kopling, ada yang berada di ruang pengemudi namun ada juga yang berada di ruang mesin  depan, tergantung dari jenis kendaraan.  Jumlah minyak  pada recervoir harus selalu dijaga dalam jumlah yang cukup.  Melepas master silinder dapat dilakukan dengan  langkah–langkah sebagai berikut:

 

a)      Lepaskan unit push rod dari unit pedal kopling dengan  melepas pin penguncinya.

b)      Lepaskan pipa minyak dari master cylinder

c)      Lepaskan baut/ mur pengikat master cylinder ke body

d)     Tarik keluar/ lepaskan master silinder.

Hal yang perlu diperhatikan dalam melepas master  adalah karena minyak kopling merusak cat, maka berhati hatilah jangan sampai minyak koplingmengenai cat. Bawalah master cylinder dengan wadah atau bungkuslah  dengan kain lap. Jika minyak kopling mengenai cat bersihkan dengan segera dan hati -hati dengan kain lap  yang menyerap cairan. Setelah master cylinder berada di luar, bongkar lah dengan langkah-langkah sebagai berikut : 

a)      Tekan push rod maju/ ke dalam dan lepaskan snap  ring dengan tang snap ring.

b)      Tarik keluar push-rod

c)      Keluarkan piston unit dengan udara bertekanan

d)     Lakukan pembongkaran piston unit dengan meluruskan piston klip.

e)      Lakukan  pemeriksaan komponen-komponen yang sudah dibongkar, yang antara lain  :Diameter master silinder,  diamater piston, piston danseal, valve assembly  dan pegas

Bagian-bagian master cylinder sebagaimana terlihat  pada gambar di atas, yaitu :

a)      Recevoir tank,

b)      Snap  ring,

c)      Push rod,

d)     Pistonand piston seal ,

e)      Spring  retainer ,

f)       Compression  spring,

g)      Valve stopper,

h)      Conical spring,.

i)        Valve assembly.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran serta dilakukan perbaikan maupun penggantian komponen  yang tidak layak pakai maka pekerjaan selanjutnya adalah  merangkai master cylinder unit. Langkah-langkah  perakitannya adalah sebagai berikut :

1)      Merangkai piston unit dan menguncinya dengan menekan dan membengkokkan klip piston

2)      Memasukkan piston unit ke dalam silinder master dengan sebelumnya diberikan pelumasan dengan minyak kopling pada silinder, piston dan seal nya.

3)      Pasangkan push-rod 

4)      Tekan push rod maju/ ke dalam dan pasangkan snap  ring dengan tang snap ring

 

Setelah bagian-bagian master cylinder sudah terakit  dengan baik, maka pasangkan  master cylinder ke dudukannya dengan langkah-langkah sebagai berikut : 

1)      Pasangkan master silinder ke dudukannya

2)       Pasangkan baut pengikat master cylinder ke body

3)      Pasangkan unit push-rod ke unit pedal kopling

4)      Pasangkan pipa minyak ke master cylinder

 

B.        Latihan/ tugas

1.      Jelaskan konstruksi dan cara kerja dari sistem rem :hidrolik

2.      Lakukan pengamatan secara cermat mekanisme rem hidrolik sepeda motor

3.      Jelaskan tujuan pemeriksaan atau pengukuran komponen:

a)      Plat cakram (Disc Brake)

b)      Diameter silinder

c)      Silinder califer

4.      Apa penyebab master silinder tidak dapat bekerja memberikan tekanan fluida

5.      Jelaskan Apa sebab minyak rem turun dari batas level meskipun tidak ada kebocoran

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar