Total Tayangan Halaman

Senin, 19 Desember 2022

SISTEM PENDINGIN PADA MOTOR

 

LAPORAN 

MATA KULIAH TEKNIK SEPEDA MOTOR

SISTEM PENDINGIN PADA MOTOR

Dosen Pengampu: Alfat Khaharsyah, M.Pd.

logo.jpg

Disusun oleh:

Ferri Anggriawan

2017006073

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

YOGYAKARTA

2020


Sistem Pendingin Mesin Sepeda Motor

            Untuk mengatasi terjadinya terlalu panas pada silinder, piston, dan katup. Atau perubahan bentuk atau pembakaran bahan bakar yang abnormal, bagian mesin yang langsung berhubungan dengan temperatur tinggi karena pembakaran gas, harus didinginkan untuk mempertahankan temperatur tertentu. Ada beberapa cara atau sistem pendinginan untuk melepas panas, antara lain sistem pendingin udara (air cooling), sistem pendingin udara bertekanan (forced air cooling), sistem pendingin air (water cooling), Sistem pendingin oli (oil cooling sistem). Lebih jelasnya seperti dibawah.

 

1. Sistem Pendingin Udara (Air Cooling System)

air cooling

            Sistem pendingin ini mengarahkan aliran udara dingin ke sirip pendingin yang ada pada mesin saat kendaraan berjalan. Panas pada silinder mengalir dari dinding silinder sebelah dalam ke dinding luar kemudian keluar ke udara luar, penghantaran panas dari dalam ke luar tergantung juga dari jenis logam/material yang digunakan. Itulah sebabnya alumunium dengan daya hantar panas yang baik digunakan pada silinder atau kepala silinder. Pendinginan pada dinding tergantung pada temperature udara yang melewai sirip sirip pendingin, luas penampang sirip pendingin dan kecepatan aliran udara tersebut. Sirip-sirip pendingin yang terbuat dari alumunium ditempatkan berjarak 8-15mm dengan panjang sekitar 50-80mm tergantung ukuran mesinnya. Untuk menghindari bunyi karena getaran. Sirip sirip dihubungkan dengan rusuk atau diganjal karet, atau langsung berbentuk sirip menjadi satu kesatuan dari silinder dan kepala silinder.

 

 

 

 

 

2. Sistem Pendingin Udara Bertekanan (Forced Air Cooling System)

forced air cooling

Sistem pendingin ini menggunakan Forced Air (udara bertekanan) yang berasal dari kipas yang terpasang pada mesin yang dihubungkan langsung dengan poros engkol sedemikian rupa agar berputar ketika mesin bekerja. Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kipas dialirkan ke silinder dan kepala silinder. Agar pendinginan lebih efektif digunakan saluran udara dan sirip-sirip.

 

3. Sistem Pendingin Air (Water Cooling System)

water cooling

Pada sistem pendingin ini, air digunakan sebagai cairan pendingin, seluruh/sebagian silinder dan kepala silinder dialiri air. Ketika temperature air naik maka air dalirkan ke radiator untuk didiingankan dibantu dengan tekanan udara dari kipas angin elektrik yang terpasang pada radiator. Seperti pada gambar diatas, sistem pendingin air terdiri dari sebuah pompa air, thermostat, radiator, selang dan perlengkapan lain untuk pendinginan yang lebih efektif. Lebih jelasnya mengenai komponen Sistem Pendingin Air dijelaskan di bawah:

 

a. Radiator

radiator

Radiator mendinginkan air yang temperaturnya tingi, terdiri dari tangki atas (upper tank), Tangki bawah (lower tank), Tutup radiator, Jalur radiator (Radiator core) atau Jalur air serta bagian lainnya.

Jalur radiator

Jalur radiator terdiri dari banyak saluran yang dialiri air dan bersirip untuk mengalirkan panas. Ketika air panas mengalir, sirip sirip mendinginkannya karena terpaan angin yang biasanya dibantu oleh kipas angin elektrik.

 

b. Tutup Radiator (Radiator Cap)

Tutup radiator ini dilengkapi oleh katup tekanan dan katup vakum. Fugsi dari tutup radiator ini ketika air pendingin mengembang dan tekanannya naik, air dipertahankan untuk tidak mendidih walaupun temperaturnya sudah 100 derajat celcius atau bahkan diatasnya.

Kerja dari tutup radiator dapat dilihat pada gambar dibawah:

Tutup radiator

Ketika temperature air naik dan tekanan di dalam radiator mencapai nilai tertentu, katup bertekanan akan terbuka (1) mengalirkan air kearah tabung penampung. Sebaliknya saat air mendingin dan tercipta kevakuman di radiator, katup vakum akan terbuka (2), maka air dari tabung penampung mengalir ke radiator dan tekanan pada radiator terjaga.

 

c. Thermostat

Thermostat

Termostat terletak pada saluran sirkulasi air pendingin yang berfungsi menjaga temperatur air pendingin agar mesin tetap terjaga pada suhu kerja. Cara kerjanya, ketika mesin masih dingin termostat menutup aliran air pendingin agar tidak kembali ke radiator. Kemudian ketika mesin sudah panas dan temperatur air pendingin juga tinggi thermostat akan membuka aliran air pendingin dan dapat kembali ke radiator untuk didinginkan sehingga temperatur dari air dapat dijaga.

 

4. Sistem Pendingin Oli (Oil Cooling System)

oil cooling

Sistem pendingin oli ini memilik 2 fungsi sekaligus yakni selain mendinginkan mesin menggunakan media oli mesin sebagai pendingin juga mengalirkan oli mesin ke bagian-bagian mesin sebagai pelumas. Kerja dari Sistem ini menggunakan kerja dari sistem pelumasan, hanya saja aliran oli dialirkan melewati oil cooler yang memiliki sirip sirip untuk mendinginkan oli karena terpaan udara dari depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Kerja

1. Cara Kerja sistem pendingin udara

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuJNQOKuLsx-mC2gHeD7gskoixLfJzW31Ss-HV_IkvBqR6wQu35U3FbcfkBsx_yyeJVIB3-DLvyhk54P3_MRxkcTAwPGI-QW1ywhiAHqDj9cXKkF0eaNUTsMJxCx6grUSlIqoDBIIKfX0/s640/pendingin+udara.JPG

Sistem pendingin dengan udara luar yang mana merupakan sebuah media pendingin. Artinya, pada panas mesin akan dapat disalurkan secara langsung menuju ke udara bebas.

 

Prinsip kerjanya, yaitu dengan melakukan yang namanya perpindahan panas dari suatu komponen mesin yang telah terbuat dari logam menuju ke udara luar ketika motor tersebut dapat bergerak. Untuk mempercepat proses perpindahan panas, maka pada konstruksi blok silinder dan kepala silinder dibuat dengan dilengkapinya sirip udara.

 

Sirip udara ini sebenarnya memiliki sebuah fungsi untuk dapat memperluas bidang interaksi panas. Sehingga semakin lebar dan juga luas penampang mesin yang yang telah berinteraksi maka akan semakin cepat pula perpindahan pada panasnya.

 

Secara Mekanismenya, disaat temperatur pada sebuah mesin meningkat maka panas yang dihasilkan oleh mesin akan menyebar keseluruh bagian dari mesin tersebut. Termasuk pada sirip udara yang memang terletak disekitar blok mesin. Namun, lokasi pada mesin motor tidak tertutup dengan frame atau Body, hal ini dapat menyababkan adanya aliran udara yang melalui mesin sewaktu motor tersebut bergerak.

 

Aliran pada udara ini akan dapat menyerap panas dari sirip mesin. Hal ini dikarenakan pada sifat panas yang akan mengalir ke zat yang memang memiliki suhu lebih rendah. Maka yang terjadi adalah sebuah proses pendinginan sedang berlangsung.

 

Tipe pendingin udara atau angin ini, banyak dipakai pada motor-motor bebek yang memang memiliki tenaga dibawah 125 cc. Kapasitas mesin yang memang tidak terlalu besar dalam membuat proses pendinginan juga tidak terlalu berat.

 

2. Cara Kerja Sistem Pendingin Kipas

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEij7zGibMjSvP9ntglah9SiwlGt0qpu4gQgm8BfPnh4UxUpohOt_AaeMsKwPVYNkJkp3j8QjZybkZIVTYioW4PNb2ehkCX5Cu0f3CQUn0vpu_xITWC5QKma_wyuu_Bm-Vwut0D4Xbpryic/s400/pendinginkipas.jpg

Pada kendaraan motor matic, akan ada yang namanya sedikit masalah. Hal tersebut dikarenakan pada letak mesin yang berada dibawah jok dan juga sudah tertutup oleh cover maka pada pendinginan alami atau udara ini tidak bisa berlamgsung secara penuh atau maksimal.

 

Maka yang terjadi pada, poros engkol mesin akan dihubungkan dengan yang namanya pendingin kipas. Fungsinya kipas ini sebagai pencipta aliran dari luar mesin menuju kedalam mesin. Maka pada proses point pertama akan dapat berjalan.

 

3. Cara Kerja Sistem Pendinginan Air

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnWUZsL49M_MOwtE17BniN95d4s6W3F2AHfWfnG-JYm-tQDxoDrZDdgTADlS63qeN_tUZnJgmO4SbOpXcc6MIwjebUXaTDNdYoVEpgs-0tZ2MH1_BE8XRqlu9bfeM8k9Eo68ycYohACzw/s400/Radiator.png

Masuk Era Modern, motor dengan menggunakan sistem pendingin air sudah mulai banyak kalian temui. Misalnya pada kendaraan motor, Vixion, CB, dan juga Vario. Untuk mesin tersebut dengan menggunakan kapasitas tenaga diatas 150 cc memang pendingin air menjadi sebuah pilihan selanjutnya, hal ini dikarenakan pada proses pendinginan yang lebih cepat dan juga lebih akurat.

 

Cara kerjanya, pada pendingin air di kendaraan sepeda motor telah memiliki sebuah sistem yang mana sama dengan sistem pada pendinginan di mobil. Dimana akan kalian dapat temui berupa komponen seperti radiator, selang, dan juga thermostat.

 

Namun, pada kendaraan sepeda motor tidak dilengkapi dengan yang namanya cooling fan. Hal tersebut dikarenakan pada letak radiator yang menerpa angin sewaktu kendaraan motor tersebut berjalan sehingga membuat proses pendinginan bisa berjalan tanpa adanya bantuan kipas pendingin. Kecuali pada motor yang memiliki kinerja yang berat seperti Motor Viar dan juga motor-motor yang memiliki kapasitas 250 cc keatas, mungkin kalian sudah akan dapat menemui kipas mini dibelakang radiator tersebut.

 

4. Cara Kerja Sistem Pendingin Oli (Oil Cooler)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7SckYEdTrm1NLwUXN4CRA6xHTYHI4D_sezfkCASJ2osKaThHd3cU0ajlLYLh_pO8Ofo6oiskT_lOlC5YMtEdopoDOak97CW2E_u6A6PYLVjDBTNuP-9vvtTR1Kd1zPlpkPxLMj5aO0zA/s400/olicooler.jpeg

Oli memang dapat berfungsi sebagai sebuah pelumas, akan tetapi pada oli mesin juga ternyata dapat berfungsi sebagai penyerap panas. Sehingga pada fungsinnya akan dapat menyamai dari fungsi coolant atau pada air pendingin.

 

Cara atau prinsip kerja yang dimilikinya, saat mesin hidup oli akan bersirkukasi dengan seluruh bagian dari mesin. Akan tetapi, sirkulasi ini akan dilewatkan pada sebuah komponen oil cooler. Oil cooler ini memiliki bentuk seperti layaknya sebuah radiator Namun, biasanya memiliki ukuran memang lebih kecil. Fungsi oil cooler ini ialah untuk dapat menyerap panas oli dan juga melepaskannya ke udara,

 

Sewaktu kendaraannya berjalan, maka akan timbul yang namanya sebuah aliran udara dari depan menerpa oil cooler, sehingga pada panas dari oil cooler tersebutakan pindah ke udara bebas. Hal tersebut dapat menyebabkan suhu mesin terjaga dari pelumasnya.

 

Contoh kendaraan yang menggunakan tipe dari pendingin oli adalah Suzuki Satria Karburator.

 

 

 

 

http://catatan-automotive.blogspot.com/2019/03/4-macam-sistem-pendingin-mesin-sepeda.html

https://hirocademy.blogspot.com/2018/02/sistem-pendingin-sepeda-motor-dan-cara.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar