LAPORAN
MATA KULIAH TEKNIK SEPEDA
MOTOR
SISTEM
PENDINGIN PADA MOTOR
Dosen Pengampu: Alfat
Khaharsyah, M.Pd.

Disusun oleh:
Ferri Anggriawan
2017006073
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
TEKNIK MESIN
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA
TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2020
Sistem Pendingin Mesin Sepeda Motor
Untuk
mengatasi terjadinya terlalu panas pada silinder, piston, dan katup. Atau
perubahan bentuk atau pembakaran bahan bakar yang abnormal, bagian mesin yang langsung
berhubungan dengan temperatur tinggi karena pembakaran gas, harus didinginkan
untuk mempertahankan temperatur tertentu. Ada beberapa cara atau sistem
pendinginan untuk melepas panas, antara lain sistem pendingin udara (air
cooling), sistem pendingin udara bertekanan (forced air cooling), sistem
pendingin air (water cooling), Sistem pendingin oli (oil cooling sistem). Lebih
jelasnya seperti dibawah.
1.
Sistem Pendingin Udara (Air Cooling System)
Sistem
pendingin ini mengarahkan aliran udara dingin ke sirip pendingin yang ada pada
mesin saat kendaraan berjalan. Panas pada silinder mengalir dari dinding
silinder sebelah dalam ke dinding luar kemudian keluar ke udara luar,
penghantaran panas dari dalam ke luar tergantung juga dari jenis logam/material
yang digunakan. Itulah sebabnya alumunium dengan daya hantar panas yang baik
digunakan pada silinder atau kepala silinder. Pendinginan pada dinding
tergantung pada temperature udara yang melewai sirip sirip pendingin, luas
penampang sirip pendingin dan kecepatan aliran udara tersebut. Sirip-sirip
pendingin yang terbuat dari alumunium ditempatkan berjarak 8-15mm dengan
panjang sekitar 50-80mm tergantung ukuran mesinnya. Untuk menghindari bunyi
karena getaran. Sirip sirip dihubungkan dengan rusuk atau diganjal karet, atau
langsung berbentuk sirip menjadi satu kesatuan dari silinder dan kepala
silinder.
2.
Sistem Pendingin Udara Bertekanan (Forced Air Cooling System)
Sistem pendingin ini menggunakan Forced
Air (udara bertekanan) yang berasal dari kipas yang terpasang pada mesin yang
dihubungkan langsung dengan poros engkol sedemikian rupa agar berputar ketika
mesin bekerja. Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kipas dialirkan ke
silinder dan kepala silinder. Agar pendinginan lebih efektif digunakan saluran
udara dan sirip-sirip.
3.
Sistem Pendingin Air (Water Cooling System)
Pada sistem
pendingin ini, air
digunakan sebagai cairan pendingin, seluruh/sebagian silinder dan kepala silinder
dialiri air. Ketika temperature air naik maka air dalirkan ke radiator untuk
didiingankan dibantu dengan tekanan udara dari kipas angin elektrik yang
terpasang pada radiator. Seperti pada gambar diatas, sistem pendingin air
terdiri dari sebuah pompa air, thermostat, radiator, selang dan perlengkapan
lain untuk pendinginan yang lebih efektif. Lebih jelasnya mengenai komponen
Sistem Pendingin Air dijelaskan di bawah:
a.
Radiator
Radiator mendinginkan air yang
temperaturnya tingi, terdiri dari tangki atas (upper tank), Tangki bawah (lower
tank), Tutup radiator, Jalur radiator (Radiator core) atau Jalur air serta
bagian lainnya.
Jalur radiator terdiri dari banyak
saluran yang dialiri air dan bersirip untuk mengalirkan panas. Ketika air panas
mengalir, sirip sirip mendinginkannya karena terpaan angin yang biasanya
dibantu oleh kipas angin elektrik.
b.
Tutup Radiator (Radiator Cap)
Tutup radiator ini dilengkapi oleh katup
tekanan dan katup vakum. Fugsi dari tutup radiator ini ketika air pendingin
mengembang dan tekanannya naik, air dipertahankan untuk tidak mendidih walaupun
temperaturnya sudah 100 derajat celcius atau bahkan diatasnya.
Kerja dari tutup radiator dapat dilihat
pada gambar dibawah:
Ketika temperature air naik dan tekanan di
dalam radiator mencapai nilai tertentu, katup bertekanan akan terbuka (1)
mengalirkan air kearah tabung penampung. Sebaliknya saat air mendingin dan
tercipta kevakuman di radiator, katup vakum akan terbuka (2), maka air dari
tabung penampung mengalir ke radiator dan tekanan pada radiator terjaga.
c.
Thermostat
Termostat terletak pada saluran sirkulasi
air pendingin yang berfungsi menjaga temperatur air pendingin agar mesin tetap
terjaga pada suhu kerja. Cara kerjanya, ketika mesin masih dingin termostat
menutup aliran air pendingin agar tidak kembali ke radiator. Kemudian ketika
mesin sudah panas dan temperatur air pendingin juga tinggi thermostat akan
membuka aliran air pendingin dan dapat kembali ke radiator untuk didinginkan
sehingga temperatur dari air dapat dijaga.
4.
Sistem Pendingin Oli (Oil Cooling System)
Sistem pendingin oli ini memilik 2 fungsi
sekaligus yakni selain mendinginkan mesin menggunakan media oli mesin sebagai
pendingin juga mengalirkan oli mesin ke bagian-bagian mesin sebagai pelumas.
Kerja dari Sistem ini menggunakan kerja dari sistem pelumasan, hanya saja
aliran oli dialirkan melewati oil cooler yang memiliki sirip sirip untuk
mendinginkan oli karena terpaan udara dari depan.
Cara Kerja
1. Cara Kerja sistem pendingin udara
Sistem pendingin dengan udara luar yang mana merupakan sebuah
media pendingin. Artinya, pada panas mesin akan dapat disalurkan secara
langsung menuju ke udara bebas.
Prinsip kerjanya, yaitu dengan melakukan yang namanya
perpindahan panas dari suatu komponen mesin yang telah terbuat dari logam
menuju ke udara luar ketika motor tersebut dapat bergerak. Untuk mempercepat
proses perpindahan panas, maka pada konstruksi blok silinder dan kepala
silinder dibuat dengan dilengkapinya sirip udara.
Sirip udara ini sebenarnya memiliki sebuah fungsi untuk dapat
memperluas bidang interaksi panas. Sehingga semakin lebar dan juga luas
penampang mesin yang yang telah berinteraksi maka akan semakin cepat pula
perpindahan pada panasnya.
Secara Mekanismenya, disaat temperatur pada sebuah mesin
meningkat maka panas yang dihasilkan oleh mesin akan menyebar keseluruh bagian
dari mesin tersebut. Termasuk pada sirip udara yang memang terletak disekitar
blok mesin. Namun, lokasi pada mesin motor tidak tertutup dengan frame atau
Body, hal ini dapat menyababkan adanya aliran udara yang melalui mesin sewaktu
motor tersebut bergerak.
Aliran pada udara ini akan dapat menyerap panas dari sirip
mesin. Hal ini dikarenakan pada sifat panas yang akan mengalir ke zat yang
memang memiliki suhu lebih rendah. Maka yang terjadi adalah sebuah proses
pendinginan sedang berlangsung.
Tipe pendingin udara atau angin ini, banyak dipakai pada
motor-motor bebek yang memang memiliki tenaga dibawah 125 cc. Kapasitas mesin
yang memang tidak terlalu besar dalam membuat proses pendinginan juga tidak
terlalu berat.
2. Cara Kerja Sistem Pendingin Kipas
Pada kendaraan motor matic, akan ada yang namanya sedikit
masalah. Hal tersebut dikarenakan pada letak mesin yang berada dibawah jok dan
juga sudah tertutup oleh cover maka pada pendinginan alami atau udara ini tidak
bisa berlamgsung secara penuh atau maksimal.
Maka yang terjadi pada, poros engkol mesin akan dihubungkan dengan
yang namanya pendingin kipas. Fungsinya kipas ini sebagai pencipta aliran dari
luar mesin menuju kedalam mesin. Maka pada proses point pertama akan dapat
berjalan.
3. Cara Kerja Sistem Pendinginan Air
Masuk Era Modern, motor dengan menggunakan sistem pendingin air
sudah mulai banyak kalian temui. Misalnya pada kendaraan motor, Vixion, CB, dan
juga Vario. Untuk mesin tersebut dengan menggunakan kapasitas tenaga diatas 150
cc memang pendingin air menjadi sebuah pilihan selanjutnya, hal ini dikarenakan
pada proses pendinginan yang lebih cepat dan juga lebih akurat.
Cara kerjanya, pada pendingin air di kendaraan sepeda motor
telah memiliki sebuah sistem yang mana sama dengan sistem pada pendinginan di
mobil. Dimana akan kalian dapat temui berupa komponen seperti radiator, selang,
dan juga thermostat.
Namun, pada kendaraan sepeda motor tidak dilengkapi dengan yang
namanya cooling fan. Hal tersebut dikarenakan pada letak radiator yang menerpa
angin sewaktu kendaraan motor tersebut berjalan sehingga membuat proses
pendinginan bisa berjalan tanpa adanya bantuan kipas pendingin. Kecuali pada
motor yang memiliki kinerja yang berat seperti Motor Viar dan juga motor-motor
yang memiliki kapasitas 250 cc keatas, mungkin kalian sudah akan dapat menemui
kipas mini dibelakang radiator tersebut.
4. Cara Kerja Sistem Pendingin Oli (Oil Cooler)
Oli memang dapat berfungsi sebagai sebuah pelumas, akan tetapi
pada oli mesin juga ternyata dapat berfungsi sebagai penyerap panas. Sehingga
pada fungsinnya akan dapat menyamai dari fungsi coolant atau pada air
pendingin.
Cara atau prinsip kerja yang dimilikinya, saat mesin hidup oli
akan bersirkukasi dengan seluruh bagian dari mesin. Akan tetapi, sirkulasi ini
akan dilewatkan pada sebuah komponen oil cooler. Oil cooler ini memiliki bentuk
seperti layaknya sebuah radiator Namun, biasanya memiliki ukuran memang lebih
kecil. Fungsi oil cooler ini ialah untuk dapat menyerap panas oli dan juga
melepaskannya ke udara,
Sewaktu kendaraannya berjalan, maka akan timbul yang namanya
sebuah aliran udara dari depan menerpa oil cooler, sehingga pada panas dari oil
cooler tersebutakan pindah ke udara bebas. Hal tersebut dapat menyebabkan suhu
mesin terjaga dari pelumasnya.
Contoh kendaraan yang menggunakan tipe dari pendingin oli adalah
Suzuki Satria Karburator.
http://catatan-automotive.blogspot.com/2019/03/4-macam-sistem-pendingin-mesin-sepeda.html
https://hirocademy.blogspot.com/2018/02/sistem-pendingin-sepeda-motor-dan-cara.html












Tidak ada komentar:
Posting Komentar